Jelang Ramadhan dan Lebaran, Volume KA Kontainer KAI Logistik Naik 44 Persen di Awal 2026
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat peningkatan signifikan pada layanan KA Kontainer di awal tahun 2026.
Perseroan membukukan volume angkutan sebesar 222.000 ton atau tumbuh 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 154.000 ton.
Kenaikan volume ini terjadi di tengah meningkatnya arus distribusi menjelang momen strategis keagamaan pada kuartal pertama tahun ini.
Baca juga: KAI Logistik Angkut 1,1 Juta Ton Barang pada Januari 2026, 47 Persen Non Batu Bara
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang Januari-November 2025. Total barang energi dan logistik yang diangkut mencapai 63,6 juta ton.
VP of Corporate Secretary KAI Logistik Dwi Wulandari mengatakan, peningkatan tersebut salah satunya didorong oleh lonjakan produksi di berbagai sektor industri yang bersiap menghadapi momentum tersebut.
“Peningkatan volume ini salah salah satunya didorong oleh arus distribusi mendekati momentum strategis keagamaan yang memengaruhi peningkatan produksi di berbagai sektor industri. Peningkatan diprediksi masih akan terjadi hingga Maret 2026,” ujar Dwi dalam siaran pers, Kamis (19/2/2026).
Menurut dia, perseroan optimistis moda kereta api semakin diminati dan dipercaya oleh pelaku usaha. Hal itu seiring sejumlah keunggulan yang ditawarkan, termasuk aspek keberlanjutan yang kini menjadi perhatian industri.
Fokus pada keberlanjutan dan transparansi emisi
KAI Logistik menilai isu keberlanjutan semakin mendorong pelaku usaha memilih moda transportasi dengan emisi lebih rendah.
Baca juga: KAI Logistik Optimalkan Angkutan B3 via Kereta Api, Kantongi Izin 12 Jenis
Moda kereta api disebut memiliki tingkat emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan moda darat lainnya.
Angkutan kontainer yang dilayani oleh KAI Logistik.
Kini, pelanggan juga dapat mengetahui jumlah emisi yang dihasilkan dari pengiriman menggunakan moda KA. Informasi tersebut dicantumkan dalam setiap invoice pelanggan.
Perseroan juga menilai layanan KA Kontainer dapat menjadi salah satu alternatif moda dalam mempersiapkan transisi implementasi kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang direncanakan berlaku pada 2027.
Dwi menyebut, dalam mempersiapkan transisi implementasi kebijakan ODOL yang akan diterapkan pada tahun 2027, layanan KA Kontainer mampu menjadi salah satu alternatif opsi moda.
Baca juga: Volume Angkutan Kontainer KAI Logistik Naik 8 Persen Sepanjang 2025
"Selain kapasitas angkut yang besar, moda KA juga memiliki waktu tempuh yang cepat, dan perjalanan yang terjadwal sehingga mampu mendorong efisiensi pengelolaan rantai pasok secara menyeluruh,” lanjut Dwi.
Ragam layanan dan fasilitas untuk komoditas perishable
Layanan KA Kontainer menjadi salah satu layanan unggulan KAI Logistik. Layanan ini memungkinkan pengiriman menggunakan berbagai jenis kontainer, mulai dari ukuran 20 feet dan 40 feet, high cube container, hingga reefer container atau kontainer berpendingin untuk komoditas perishable.
Dalam memastikan keandalan pengiriman komoditas perishable, KAI Logistik menyediakan fasilitas plug in untuk suplai energi listrik. Fasilitas tersebut memungkinkan suhu pada reefer container tetap terjaga selama proses transit di terminal barang.
Selain itu, sertifikasi halal juga telah menjadi bagian dari layanan KA Kontainer. Sejumlah terminal barang telah tersertifikasi halal, yakni terminal Sungai Lagoa Jakarta, Klari Karawang, Ronggowarsito Semarang, dan Kalimas Surabaya.
Baca juga: KAI Logistik Angkut 22,9 Juta Ton Barang Sepanjang 2025
Sertifikasi ini menjadi nilai tambah untuk memastikan kepatuhan syariah bagi pelanggan, khususnya pada sektor industri halal seperti makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta produk fast-moving consumer goods (FMCG).
Penguatan kapasitas di Pulau Jawa
KAI Logistik menyatakan akan terus melakukan penyempurnaan layanan untuk meningkatkan daya saing moda kereta api sebagai moda angkutan ramah lingkungan.
“Perseroan akan terus melakukan penyempurnaan layanan guna meningkatkan daya saing moda KA sebagai moda andalan yang ramah lingkungan dan menjadi ekosistem utama dalam green logistics," terang Dwi.
Ke depan, KAI Logistik juga akan meningkatkan kapasitas layanan khususnya pada layanan KA Kontainer yang saat ini melayani berbagai relasi di Pulau Jawa,” imbuhnya.
Dengan pertumbuhan volume yang tercatat pada awal tahun dan proyeksi peningkatan hingga Maret 2026, layanan KA Kontainer menjadi salah satu pendorong kinerja logistik berbasis rel di tengah dinamika distribusi menjelang momentum keagamaan.
Tag: #jelang #ramadhan #lebaran #volume #kontainer #logistik #naik #persen #awal #2026