Kejar Swasembada Energi, Bahlil Mau Intervensi Sumur Tua
Menteri ESDM, Bahlil saat menghadiri acara HIPMI di Makassar, Sulsel, Minggu (15/2/2026)(Kompas.com/ Atri Suryatri Abbas)
17:56
19 Februari 2026

Kejar Swasembada Energi, Bahlil Mau Intervensi Sumur Tua

 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menyatakan akan mengintervensi produksi sumur minyak tua dengan menggunakan teknologi.

Langkah itu ditempuh sebagai salah satu cara agar Indonesia bisa mencapai swasembada energi.

“Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi,” kata Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis (19/2/2026).

Menurut Bahlil, Indonesia tidak akan bisa  mencapai swasembada energi jika tidak melakukan terobosan.

Baca juga: Bahlil Ungkap 22.000 Sumur Minyak RI Nganggur, Pemerintah Siapkan Intervensi Teknologi

Saat ini, dari 39.000 sampai 40.000 sumur minyak di Indonesia, hanya 17.000 sampai 18.000 yang beroperasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu masalah utama di sektor energi yang mengakibatkan lifting (produksi) minyak dan gas atau migas di Indonesia tidak maksimal.

“Selebihnya idle wells (tidak aktif) karena sudah tua nah ini kita kerja samakan," ujar Bahlil.

Selain modernisasi sumur tua, terobosan lainnya adalah mempercepat proses eksplorasi pada sumur-sumur yang masuk dalam plan of development (POD) atau rencana pengembangan lapangan.

Kementerian ESDM juga akan menggelar lelang 110 blok migas untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri.

Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan, pemerintah dan pengusaha swasta harus bergandengan guna mempercepat eksekusi, investasi teknologi midas, dan membangun kemitraan strategis.

Langkah lainnya adalah meningkatkan kapasitas pengolahan migas dalam negeri sehingga ketergantungan impor bisa berkurang.

Menurutnya, kehadiran Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur menjadi contoh nyata upaya tersebut.

RDMP itu telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari lalu.

Revitalisasi kilang Pertamina tersebut bisa menghasilkan 5 juta kilo liter bensin dan 3,9 juta kilo liter solar.

“(Di tahun 2026) dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita," ujar Bahlil.

Tag:  #kejar #swasembada #energi #bahlil #intervensi #sumur

KOMENTAR