Tunggal Putri Indonesia Minimalis di Tur Eropa, Putri KW Ujung Tombak
- Situasi kurang menyenangkan tengah melanda sektor tunggal putri Indonesia menjelang agenda padat bertajuk Tur Eropa dalam waktu dekat.
Tunggal putri mengalami krisis pemain yang memegang peringkat tinggi di ranking dunia BWF.
Praktis tinggal Putri Kusuma Wardani, sedangkan lainnya bahkan berada di luar Top 50.
Tadinya, masih ada Gregoria Mariska Tunjung yang menemani Putri Kusuma Wardani di Top 20. Faktor cedera dan sakit vertigo memaksa Jorji, sapaan akrabnya, absen dari turnamen BWF World Tour sejak akhir tahun lalu.
Di sisi lain, sejumlah junior di Pelatnas PBSI masih merintis jalan menuju Top 50, seperti Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Mutiara Ayu Puspitasari, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo.
Baca juga: Ganda Putri PBSI Kejar Setoran di Tur Eropa, Tiwi/Fadia Paling Sibuk
Mau tidak mau, Putri KW menjadi ujung tombak tunggal putri Indonesia di Tur Eropa nanti.
Dia didaftarkan bertanding di All England 2026 (3-8 Maret) dan Swiss Open 2026 (10-15 Maret).
Selain itu, PBSI mengirim Thalita Ramadhani Wiryawan ke Orleans Masters 2026 (17-22 Maret) untuk menambah jam terbang di level Super 300 usai debut di Thailand Masters bulan lalu.
Penjelasan Pelatih Tunggal Putri PBSI
Keputusan mendaftarkan Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan mengikuti Tur Eropa dibenarkan oleh pelatih tunggal putri PBSI, Imam Tohari, beberapa waktu lalu.
"Bagi Putri untuk tur Eropa, dua itu saja, All England dan Swiss Open. Di Orleans Masters kami menurunkan Thalita Ramadhani Wiryawan," kata Imam Tohari dikutip dari Djarum Badminton.
Baca juga: Ganda Putri Indonesia Sibuk, Rose/Febi Usung Misi Besar di Tur Eropa
Imam menyampaikan,, tunggal putri PBSI yang paling mendekati untuk bersaing berdasarkan ranking BWF saat ini adalah Thalita Ramadhani Wiryawan.
Sementara itu, Ester Nurumi Tri Wardoyo telah turun cukup jauh di daftar peringkat dunia, yakni berada di kisaran posisi 150 hingga 160 imbas absen lama menjalani pemulihan cedera.
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, menelan kekalahan di Kejuaraan Beregu Asia 2026, Kamis (5/2/2026).
"Ester itu di pertandingan level International Challenge saja harus melalui babak kualifikasi," ujar Imam Tohari.
"Untuk Thalita, saya berharap dia bisa mencuri poin sebanyak-banyaknya begitu ada kesempatan agar dapat tampil di babak utama level Super 300 dan 500," tandasnya.
Baca juga: Prestasi di SEA Games 2025, Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat di Kepolisian
Rekam Jejak Putri KW di Level Super 1000
Sebagai ujung tombak tunggal putri Indonesia, Putri KW berjuang seorang diri di All England 2026 dan Swiss Open 2026.
Dia diharapkan bisa menuai hasil bagus yang berpengaruh terhadap posisinya di Top 10 ranking dunia BWF.
Khusus di All England 2026 yang notabene level Super 1000, Putri KW berkesempatan memperbaiki rekornya saat menghadapi pemain-pemain papan atas.
Saat ini, Putri KW menempati ranking 7 dunia. All England 2026 merupakan turnamen level Super 1000 ke-10 bagi pebulu tangkis berusia 23 tahun tersebut.
Baca juga: Perunggu Kejuaraan Beregu Asia 2026 Modal Tim Putri untuk Piala Uber
Hasilnya, Putri KW lebih sering tersingkir di babak-babak awal. Langkah terjauhnya adalah menembus perempat final di Malaysia Open 2025, Indonesia Open 2025, dan Malaysia Open 2026.
Tag: #tunggal #putri #indonesia #minimalis #eropa #putri #ujung #tombak