8 Kesalahan Fatal Saat Beli Mobil yang Masih Sering Terjadi, Jangan Sampai Menyesal di Kemudian Hari!
Ilustrasi menjual mobil bekas. (Freepik)
18:04
19 Februari 2026

8 Kesalahan Fatal Saat Beli Mobil yang Masih Sering Terjadi, Jangan Sampai Menyesal di Kemudian Hari!

Membeli mobil adalah keputusan finansial besar yang tidak bisa dilakukan secara impulsif. Namun faktanya, masih banyak konsumen melakukan kesalahan fatal saat beli mobil yang berujung pada penyesalan, kerugian finansial, hingga biaya perawatan membengkak.

Baik membeli mobil baru maupun mobil bekas, ada sejumlah jebakan yang sering tidak disadari. Berikut ulasan lengkap dan mendalam agar Anda tidak salah langkah saat membeli mobil.

1. Tidak Menyesuaikan Mobil dengan Kebutuhan

Salah satu kesalahan paling umum adalah membeli mobil karena tren atau gengsi. Misalnya, tergiur membeli SUV besar seperti Toyota Fortuner padahal kebutuhan harian hanya untuk perjalanan dalam kota dengan satu atau dua penumpang.

Sebelum membeli, pertimbangkan: jumlah anggota keluarga, kebutuhan bagasi, konsumsi BBM, medan yang sering dilalui dan biaya perawatan jangka panjang. Jika penggunaan lebih banyak di perkotaan, city car atau LMPV bisa jadi pilihan lebih rasional dibanding SUV ladder frame.

2. Tidak Menghitung Total Biaya Kepemilikan (Total Cost of Ownership)

Harga mobil bukan satu-satunya pengeluaran. Banyak pembeli hanya fokus pada cicilan ringan tanpa menghitung: Asuransi kendaraan, pajak tahunan, servis berkala, biaya BBM dan depresiasi nilai jual.

Sebagai contoh, mobil listrik seperti Hyundai Ioniq 5 memang menawarkan biaya operasional rendah, tetapi tetap perlu memperhitungkan asuransi dan potensi depresiasi. Kesalahan ini sering membuat keuangan bulanan terganggu setelah mobil dimiliki.

3. Terlalu Tergiur Promo dan Diskon

Pameran otomotif seperti Indonesia International Motor Show sering menghadirkan promo menarik. Namun, jangan sampai diskon besar membuat Anda mengabaikan kebutuhan utama.

Promo DP rendah atau bunga ringan memang menggoda, tetapi: cek tenor kredit, hitung total pembayaran akhir, bandingkan dengan penawaran dealer lain. Ingat, harga murah belum tentu paling menguntungkan dalam jangka panjang.

4. Tidak Melakukan Test Drive

Banyak pembeli melewatkan test drive karena merasa sudah yakin dengan spesifikasi di atas kertas. Padahal, pengalaman berkendara setiap orang berbeda. Misalnya, posisi duduk, visibilitas, hingga karakter suspensi bisa sangat terasa saat mencoba langsung.

MPV seperti Mitsubishi Xpander bisa terasa nyaman bagi sebagian orang, tetapi belum tentu cocok dengan gaya berkendara Anda. Test drive membantu memastikan: Respons mesin, kenyamanan suspensi, ergonomi kabin, kemudahan parkir.

5. Tidak Mengecek Riwayat Mobil Bekas

Untuk pembelian mobil bekas, kesalahan fatal adalah tidak memeriksa riwayat kendaraan. Jangan hanya tergiur harga murah. Pastikan: riwayat servis lengkap, tidak pernah tabrakan berat, nomor rangka dan mesin sesuai, tidak bekas banjir.

Model populer seperti Honda Brio memang memiliki resale value tinggi, tetapi tetap harus dicek kondisi unitnya secara detail.

6. Salah Memilih Skema Pembiayaan

Kesalahan lain saat beli mobil adalah asal pilih leasing. Perhatikan: Suku bunga flat vs efektif, Biaya administrasi, Penalti pelunasan dipercepat dan Asuransi wajib atau tidak DP kecil memang meringankan di awal, tetapi cicilan bisa lebih besar dalam jangka panjang.

Tips penting: pastikan total cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan agar kondisi keuangan tetap sehat.

7. Mengabaikan Nilai Jual Kembali

Depresiasi adalah faktor penting yang sering dilupakan. Beberapa merek memiliki nilai jual kembali yang lebih stabil dibanding lainnya.
Mobil dengan jaringan servis luas dan suku cadang mudah didapat biasanya lebih aman secara investasi jangka panjang.

8. Tidak Riset Perbandingan Kompetitor

Kesalahan fatal lainnya adalah tidak membandingkan produk sekelas. Dalam satu segmen, bisa ada beberapa pilihan dengan fitur dan harga kompetitif. Bandingkan dari sisi: Fitur keselamatan, Teknologi, Konsumsi BBM, Biaya servis, Garansi pabrikan. Sebaiknya lakukan riset mendalam bisa menghemat puluhan juta rupiah.

Maka jangan sampai salah langkah saat beli mobil. Kesalahan fatal saat beli mobil sering terjadi karena keputusan emosional dan kurang riset. Padahal, mobil adalah aset dengan depresiasi cepat dan komitmen finansial jangka panjang.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #kesalahan #fatal #saat #beli #mobil #yang #masih #sering #terjadi #jangan #sampai #menyesal #kemudian #hari

KOMENTAR