4 Tanda Hubungan Harus Diakhiri Akibat Judi Online
- Munculnya rasa dikhianati dan hancurnya perekonomian keluarga akibat judi online (judol) sering kali membuat pernikahan berada di ambang kehancuran.
Banyak yang menganggap, berpisah atau bercerai adalah satu-satunya cara yang tepat dilakukan. Namun, apakah pasangan tak boleh mendapat kesempatan kedua setelah ketahuan terlibat judol?
Psikolog Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., menegaskan bahwa perceraian bukanlah respons pertama yang tepat.
“Jadi, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian khusus ya karena ini red flag,” tutur psikolog klinis di RS Dr. Oen Solo Baru ini saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Baca juga: Pasangan Ketahuan Judi Online, Memaafkan atau Tinggalkan?
Kapan harus menceraikan pasangan yang terjerat judol?
1. Utang tidak terkontrol dan aset keluarga digadaikan
Indikator pertama adalah kondisi finansial yang semakin memburuk tanpa kontrol. Utang terus bertambah, bahkan sampai menggadaikan aset keluarga tanpa izin.
Dalam dinamika keluarga, tindakan menggadaikan aset tanpa persetujuan pasangan menunjukkan pelanggaran kepercayaan. Sebab, perilaku tersebut bukan hanya soal uang, tetapi soal transparansi dan tanggung jawab.
2. Berperilaku kasar saat ditegur
Tanda bahaya berikutnya adalah reaksi defensif yang berujung agresi saat ditegur.
“Saat ditegur, pasangan menjadi sensitif, bahkan terjadi kekerasan, baik emosional, verbal, atau bahkan bisa fisik, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga),” ungkap dosen Fakultas Psikologi di Universitas Setia Budi Surakarta ini.
Ketika kecanduan judol berubah menjadi KDRT, persoalannya sudah melampaui ranah finansial. Keamanan dan keselamatan pasangan dan anak menjadi prioritas utama.
Dalam kondisi seperti itu, mempertahankan rumah tangga justru berpotensi memperburuk dampak psikologis seluruh anggota keluarga, terutama anak.
Baca juga: Kesulitan Ekonomi Buat Suami Rentan Lakukan KDRT, Kenapa?
3. Kebutuhan dasar anak terdampak
Dampak terhadap anak menjadi pertimbangan krusial. Misalnya kebutuhan dasar seperti makan dan sekolah jadi terganggu karena keuangan keluarga berantakan.
“Nah, kalau sudah punya anak, anak bisa ikut terdampak dengan kebutuhan dasar. Misalnya makan, sekolah juga tidak terpenuhi,” kata Joko.
Jika kebutuhan pangan dan pendidikan terganggu akibat judol, situasinya sudah masuk kategori serius. Lagi-lagi, perlindungan psikologis anak harus menjadi prioritas.
“Jika hal tersebut (judol) berdampak sangat besar pada psikologis anak dan membahayakan anak secara psikis, maka barulah masalah cerai itu bisa dipertimbangkan,” sambung dia.
Baca juga: Mengapa Harga Diri Pria Begitu Terikat pada Nafkah? Psikolog Ungkap Alasannya
4. Tidak ada usaha nyata untuk berubah
Judol termasuk perilaku adiktif. Oleh karena itu, komitmen untuk berubah menjadi faktor penentu apakah pernikahan berujung pada perceraian atau tidak.
“Kalau dia berjanji tapi masih berulang-ulang terus, bahkan manipulatif, dan akhirnya berakibat merusak finansial keluarga, tidak ada transparansi,” tutur Joko.
Pola repetitif tanpa perubahan menunjukkan rendahnya kesiapan untuk pulih. Terlebih jika sudah disarankan rehabilitasi tetapi ditolak.
Tidak harus langsung cerai
Meski demikian, Joko tetap menekankan bahwa perceraian bukan keputusan impulsif. Ia kembali menekankan bahwa perceraian adalah opsi terakhir dalam konflik keluarga.
Namun, opsi serupa yang bisa diterapkan adalah berpisah untuk sementara waktu.
“Mungkin tidak harus langsung cerai, tetapi mungkin pisah tempat saja dulu ya sambil melihat apakah pasangan ada perubahan atau tidak,” ucap dia.
Baca juga: Bukan Sekadar Materi, Inilah 6 Bentuk Nafkah Batin yang Menjaga Keharmonisan Pernikahan
Langkah ini bisa menjadi fase evaluasi apakah ada perubahan perilaku dan komitmen rehabilitasi, sehingga kesempatan kedua diberikan, alih-alih perceraian.
“Kalau belum ada perubahan, atau mungkin dalam beberapa jangka waktu tertentu tidak ada perubahan, ya itu (cerai) menjadi opsi terakhir,” tutur Joko.
Jika mempertahankan pernikahan justru menghancurkan mental dan ekonomi keluarga, maka perceraian bisa menjadi langkah rasional terakhir.
Tag: #tanda #hubungan #harus #diakhiri #akibat #judi #online