Gula Darah Sangat Tinggi? Penderita Diabetes Sebaiknya Tunda Puasa
Ilustrasi diabetes. Kapan waktu terbaik untuk berolahraga jika menderita diabetes?(Freepik/xb100)
16:05
19 Februari 2026

Gula Darah Sangat Tinggi? Penderita Diabetes Sebaiknya Tunda Puasa

Tidak semua penderita diabetes aman menjalani puasa, terutama jika kadar gula darah masih berada dalam kondisi kritis.

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi-Imunologi dr. Bramantya Wicaksana, Sp.PD, K-AI, menegaskan bahwa pasien dengan gula darah yang sangat tinggi sebaiknya menunda puasa sampai kondisinya benar-benar terkendali.

“Persiapan yang paling diperlukan adalah mengetahui status gula darahnya, apakah sudah terkontrol atau belum,” ujar dr. Bramantya saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, istilah kategori kritis merujuk pada kondisi ketika gula darah berada pada tingkat yang sangat tinggi dan belum stabil.

“Jika gula darahnya termasuk kategori kritis, maka sebaiknya tunda dahulu puasanya. Setelah sudah terkendali, maka dapat berpuasa,” jelas  dokter dari RSU Hasanah Graha Afiah Depok ini.

Baca juga: Sakit Diabetes Boleh Puasa? Dokter Ungkap Syarat dan Risiko yang Wajib Diwaspadai

Apa yang dimaksud gula darah kritis?

Gula darah kritis bukan sekadar naik sedikit dari batas normal. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jika tidak segera dikendalikan.

Dalam situasi seperti ini, tubuh sudah berada dalam kondisi tidak stabil. Perubahan pola makan dan jadwal minum obat saat puasa dapat memperburuk keadaan.

Bramantya menekankan bahwa pasien tidak boleh hanya mengandalkan perasaan tubuh untuk menilai apakah gula darahnya aman. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan kondisinya.

Baca juga: Pentingnya Cek Gula Darah Sebelum Puasa bagi Penderita Diabetes

Mengapa puasa berisiko saat gula darah masih tinggi?

Ilustrasi terkena diabetes sebelum usia 40 tahun. Penderita diabetes sebaiknya tidak memaksakan diri berpuasa jika gula darah masih berada dalam kategori kritis dan belum terkontrol dengan baik.Shutterstock/Suriyawut Suriya Ilustrasi terkena diabetes sebelum usia 40 tahun. Penderita diabetes sebaiknya tidak memaksakan diri berpuasa jika gula darah masih berada dalam kategori kritis dan belum terkontrol dengan baik.

Puasa menyebabkan perubahan besar pada pola makan dan waktu konsumsi obat.

Bagi pasien dengan gula darah yang belum stabil, perubahan ini bisa membuat kadar gula semakin sulit dikontrol. Kondisi tersebut berpotensi memicu kelelahan berat dan gangguan aktivitas sehari-hari.

Menurut dr.Bramantya, komunikasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum memutuskan berpuasa.

“Pada umumnya, orang dengan diabetes dapat berpuasa dan wajib mengomunikasikan hal ini kepada dokter. Selama dia tidak masuk dalam kategori kritis, dia masih bisa berpuasa,” katanya.

Artinya, keputusan puasa tidak bisa disamaratakan untuk semua penderita diabetes.

Baca juga: Pola Makan Sehat yang Dianjurkan Kemenkes agar Puasa Tetap Bertenaga

Jangan memaksakan diri

Banyak penderita diabetes tetap ingin berpuasa karena alasan ibadah. Namun, kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama.

Menunda puasa saat gula darah masih kritis bukan berarti gagal menjalankan ibadah, melainkan bentuk menjaga keselamatan diri.

Setelah gula darah berhasil dikendalikan melalui pengobatan dan pengawasan dokter, peluang untuk berpuasa tetap terbuka.

Pentingnya evaluasi sebelum Ramadhan

Menjelang bulan puasa, pemeriksaan gula darah menjadi langkah penting yang sebaiknya tidak diabaikan.

Evaluasi ini membantu dokter menentukan apakah pasien berada dalam kondisi aman atau masih masuk kategori kritis.

Dengan kondisi yang sudah terkontrol, puasa dapat dijalani dengan lebih tenang dan minim risiko. Sebaliknya, jika gula darah masih sangat tinggi, penundaan menjadi pilihan yang lebih bijak.

Dokter Bramantya mengingatkan bahwa setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda. Penilaian medis yang tepat membantu mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan tetap stabil selama menjalankan ibadah.

Baca juga: Tetap Bugar Saat Puasa, Ini Waktu dan Intensitas Olahraga yang Disarankan Dokter

Tag:  #gula #darah #sangat #tinggi #penderita #diabetes #sebaiknya #tunda #puasa

KOMENTAR