Pasang Badan untuk Sekutu, Rusia Wanti-wanti AS Jangan Serang Iran
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2023). Pertemuan bilateral itu dilaksanakan di sela-sela ASEAN Ministerial Meeting/Post Ministerial Conference (AMM/PMC) yang berlangsung pada 11-14 Juli 2023.(Dok)
17:30
19 Februari 2026

Pasang Badan untuk Sekutu, Rusia Wanti-wanti AS Jangan Serang Iran

- Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) terkait potensi serangan militer terhadap Iran. 

Lavrov menegaskan, tindakan tersebut akan membawa konsekuensi berbahaya. Dia pun mendesak jalur diplomasi agar dikedepankan.

Dalam wawancara dengan saluran Al-Arabiya yang dirilis pada Rabu (18/2/2026), Lavrov menyoroti bahwa serangan-serangan sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran yang dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menciptakan risiko yang sangat serius.

Baca juga: Iran-Rusia Latihan Gabungan di Laut Oman, Sinyal Gertak AS?

"Konsekuensinya tidak baik. Ada risiko nyata terjadinya insiden nuklir. Semua orang memahami bahwa ini adalah tindakan bermain api," ujar Lavrov, sebagaimana dilansir TRT World.

Lavrov menambahkan bahwa Rusia terus menjalin kontak erat dengan para pemimpin Iran. 

Dia meyakini Teheran ingin menyelesaikan perselisihan dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

"Kesepakatan apa pun harus menghormati hak sah Iran sambil memastikan kegiatan pengayaan mereka tetap untuk tujuan damai," tegasnya.

Baca juga: Uni Eropa Curigai Pelabuhan Indonesia Tangani Minyak Rusia, Bakal Jatuhkan Sanksi

Pernyataan Lavrov muncul selang sehari setelah negosiator AS dan Iran mengadakan pembicaraan tidak langsung di Jenewa. 

Pertemuan tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan terbaru antara Teheran dan Washington.

Seorang pejabat senior AS menyebutkan, Teheran diharapkan segera menyerahkan proposal tertulis mengenai solusi penyelesaian sengketa kedua negara. 

Namun, di saat yang sama, pejabat keamanan nasional AS terus meninjau kesiapan militer di kawasan tersebut. 

Baca juga: Rusia Siaga Tempur, Kerahkan Kapal Perang Dobrak Blokade Laut Barat

Kekuatan militer AS diperkirakan akan terposisi penuh pada pertengahan Maret mendatang.

Di satu sisi, Washington sendiri tetap bersikeras agar Iran menghentikan program nuklirnya. 

Sebaliknya, Teheran membantah upaya pengembangan senjata nuklir dan menyatakan hak mereka untuk mengejar energi nuklir untuk tujuan damai.

Menurut Lavrov, aktor-aktor regional, terutama negara-negara Arab dan kerajaan Teluk—telah memberikan sinyal bahwa mereka tidak menginginkan adanya eskalasi. 

Dia memperingatkan bahwa konfrontasi baru dapat membalikkan kemajuan diplomatik yang telah dicapai, termasuk perbaikan hubungan Iran dengan negara tetangga seperti Arab Saudi.

Baca juga: Lukashenko Dukung Rusia Satukan Negara-negara yang Disanksi Barat

Tag:  #pasang #badan #untuk #sekutu #rusia #wanti #wanti #jangan #serang #iran

KOMENTAR