Presiden Inter Milan Ungkap Penyebab Klub Italia Melempem di Kompetisi Eropa
- Performa klub-klub Liga Italia di kompetisi Eropa musim 2025-2026 menjadi sorotan, khususnya di Liga Champions.
Juara bertahan Serie A, Napoli, gagal melaju setelah finis di posisi ke-30 dari 36 peserta pada fase liga Liga Champions.
Tiga wakil lain, Inter Milan, Juventus, dan Atalanta, harus melalui babak play-off untuk mengamankan tiket ke 16 besar. Namun, hasil leg pertama tidak berjalan mulus.
Juventus kalah 2-5 dari Galatasaray. Atalanta tumbang 0-2 saat menghadapi Borussia Dortmund. Inter Milan juga takluk 1-3 dari Bodo/Glimt, meski tampil konsisten di kompetisi domestik.
Situasi itu membuka peluang wakil Liga Italia tersingkir lebih awal dari Liga Champions. Kondisi tersebut memicu perhatian publik terhadap daya saing klub Italia di level Eropa.
Baca juga: Bodo/Glimt vs Inter: Cristian Chivu Akui Skuad I Nerazzurri Kewalahan Hadapi Serangan Balik
Giuseppe Marotta Soroti Masalah Pendanaan
Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, memaparkan alasan di balik kondisi tersebut. Ia mengakui sepak bola Italia mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir.
"Sepak bola kita telah mengalami penurunan selama satu dekade, dan dana yang masuk datang pada saat yang sulit," ujarnya.
Menurut Marotta, faktor utama terletak pada keterbatasan dana. Klub-klub dari Inggris, Spanyol, Prancis, dan Jerman mendapat dukungan finansial besar dari swasta.
CEO Inter Milan, Beppe Marotta, kala menghadiri laga Liga Italia Torino vs Inter Milan pada 21 Oktober 2023. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)
Baca juga: Hasil Bodo/Glimt Vs Inter 3-1, Cristian Chivu Singgung soal Kondisi Lapangan
Sementara itu, banyak klub Liga Italia menghadapi tekanan anggaran.
Ia mencontohkan Inter dan AC Milan kini berada di bawah kepemilikan asing. Tanpa dukungan tersebut, situasi finansial dua klub itu bisa lebih berat.
"Jika kita mempertimbangkan bahwa kedua klub Milan tersebut dimiliki oleh pihak asing, itu berarti bahwa tanpa mereka, situasinya akan jauh lebih buruk," pungkasnya.
Dampak ke Bursa Transfer dan Daya Saing
Keterbatasan dana berdampak langsung pada aktivitas transfer. Klub-klub Liga Italia sulit bersaing saat harus menebus pemain dengan nilai tinggi.
Di liga lain, klub mampu menggelontorkan dana besar untuk satu nama. Sementara di Italia, skema pinjaman lebih sering dipakai sebagai solusi.
Baca juga: Analisis Alessandro Del Piero Usai Juventus dan Atalanta Tumbang: Tak Ada Peluang untuk Comeback
Masalah juga terlihat dalam struktur gaji. Klub Italia tidak mudah menandingi tawaran dari Inggris, Spanyol, atau Jerman. Kondisi ini memengaruhi minat pemain top untuk bergabung.
Persoalan finansial tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penurunan performa wakil Liga Italia di kompetisi Eropa musim ini.
Tag: #presiden #inter #milan #ungkap #penyebab #klub #italia #melempem #kompetisi #eropa