Dari AI hingga Chip: Indonesia dan India Sepakat Bangun Ekosistem Digital Berdaulat
Pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, dan Sekretaris Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India (MeitY), S. Krishnan. (Istimewa)
16:20
19 Februari 2026

Dari AI hingga Chip: Indonesia dan India Sepakat Bangun Ekosistem Digital Berdaulat

- Indonesia dan India kembali menegaskan komitmen untuk mempererat kemitraan strategis di berbagai bidang digital. Pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, dan Sekretaris Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India (MeitY), S. Krishnan, menjadi langkah penting dalam mendorong terciptanya ekosistem digital yang inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan bagi kedua negara.

Dalam pertemuan yang berlangsung di sela AI Impact Summit tersebut, Wamen Nezar Patria menekankan urgensi kolaborasi Indonesia dan India untuk menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era transformasi digital.

“Kemitraan strategis ini akan menjadi fondasi kuat bagi kedua negara untuk bersama-sama membentuk masa depan digital Asia yang lebih cerah, di mana teknologi menjadi kekuatan pendorong kesetaraan dan pertumbuhan inklusif,” ujar Wamen Nezar di New Delhi, Rabu (18/2).

Lima fokus kerja sama yang dibahas dalam pertemuan itu mencerminkan visi bersama dalam memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital demi kepentingan publik:

1. Kecerdasan Artifisial (AI) dan Teknologi Baru

Indonesia menunjukkan minat untuk mempelajari pendekatan India dalam mendemokratisasi pemanfaatan AI, agar teknologi ini tidak hanya dikuasai oleh kelompok tertentu, tetapi juga dapat diakses oleh startup serta masyarakat luas. Kolaborasi juga akan diarahkan pada pengembangan AI berdaulat yang kontekstual secara budaya, aman, serta mampu melindungi data nasional dan selaras dengan regulasi dalam negeri.

2. Infrastruktur Publik Digital (DPI)

Indonesia sedang mempertimbangkan penerapan model Aadhaar milik India guna meningkatkan transparansi serta efisiensi layanan publik melalui sistem identitas digital. Kerja sama juga mencakup pengembangan GovTech untuk memperkuat koordinasi antarlembaga pemerintah melalui platform digital terpadu. Selain itu, akan dilakukan pertukaran pengetahuan terkait platform seperti e-Sanjeevani untuk layanan telemedicine dan BISAG-N dalam pemetaan geospasial bagi perencanaan logistik serta infrastruktur.

3. Desain Chip dan Rantai Pasok Semikonduktor

Kekayaan mineral Indonesia yang berpotensi menjadi bahan baku penting dinilai dapat melengkapi ambisi India dalam Misi Semikonduktor melalui kolaborasi di sektor hulu. India juga menawarkan dukungan dalam desain chip melalui fasilitas dukungan desain terbesar di dunia yang saat ini telah membantu lebih dari 300 institusi akademik dan 100 startup, sehingga membuka peluang berbagi infrastruktur bagi Indonesia.

4. Keamanan Siber dan Respons Darurat

Pembentukan jalur pertukaran informasi antara CERT-In India dan lembaga terkait di Indonesia menjadi prioritas guna mendeteksi serta mengantisipasi ancaman siber lintas negara melalui koordinasi CERT. Indonesia juga akan mengeksplorasi adaptasi Sistem Dukungan Tanggap Darurat (ERSS) milik India yang mengintegrasikan layanan medis, kepolisian, hingga bantuan jalan raya dalam satu platform teknologi.

5. Peningkatan Kapasitas dan Pertukaran Talenta

Pemanfaatan National Institute of Electronics & Information Technology (NIELIT) India diharapkan dapat mendukung program peningkatan keterampilan, termasuk pelatihan dan literasi digital. Di samping itu, inisiatif seperti Startup Tours serta pertukaran inovator akan dirancang agar startup dari kedua negara dapat menjajaki pasar satu sama lain sekaligus berkolaborasi dalam pengembangan teknologi untuk kepentingan publik.

 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #dari #hingga #chip #indonesia #india #sepakat #bangun #ekosistem #digital #berdaulat

KOMENTAR