Jawa Tengah Rajai Produksi Cumi dan Layang, Tongkol Kuat di Kalimantan Barat
Ilustrasi ikan bandeng(Getty Images)
14:12
19 Februari 2026

Jawa Tengah Rajai Produksi Cumi dan Layang, Tongkol Kuat di Kalimantan Barat

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap Jawa Tengah menjadi pemain utama untuk komoditas cumi dan layang, sementara tongkol terkonsentrasi di Kalimantan Barat dan wilayah barat Indonesia.

Direktur Kepelabuhanan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Ady Candra, menyebut produksi cumi terbesar tercatat di Jawa Tengah dengan volume 3.363 ton. DKI Jakarta menyusul dengan 2.730 ton, diikuti Jawa Timur sebesar 632 ton, Maluku 471 ton, dan Jawa Barat 383 ton.

“Ini berdasarkan produksinya cumi ini dominan di Jawa Tengah, selanjutnya Jakarta, Jawa Timur dan Maluku,” ujar Ary saat konferensi pers di gedung KKP, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).

Baca juga: Ekspor Ikan Hidup Natuna Tembus Hong Kong Awal 2026

Untuk komoditas ikan layang, Jawa Tengah kembali mencatat volume tertinggi dengan persentase 3.957 ton. Produksi berikutnya berasal dari Sulawesi Utara 1.509 ton, Sulawesi Tenggara 1.389 ton, Sumatera Utara 1.193 ton, dan DKI Jakarta 1.124 ton.

Sementara itu, produksi tongkol relatif lebih tersebar. Kalimantan Barat mencatat volume tertinggi sebanyak 1.139 ton, disusul Jawa Barat 1.083 ton dan Jawa Timur 1.060 ton. Jawa Tengah membukukan 912 ton, sedangkan Aceh 869 ton.

Untuk komoditas ikan kerapu, Jawa Timur menjadi produsen terbesar dengan 493 ton. Produksi di daerah lain terpaut cukup jauh, yakni DKI Jakarta 74 ton, Jawa Tengah 69 ton, Kepulauan Bangka Belitung 39 ton, dan Sumatera Utara 25 ton.

Pemerintah memang memastikan ketersediaan ikan secara nasional dalam kondisi aman sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Meski produksi sempat tertekan cuaca ekstrem pada awal tahun, KKP memproyeksikan stok perikanan tangkap tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Ekspor Tuna Indonesia ke Jepang Bebas Tarif, Ini Syaratnya

Ady menyebut secara prognosis produksi perikanan tangkap hingga Maret 2026 mencapai 7,3 juta ton. Angka ini sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya akibat faktor musim.

Menurutnya, periode Januari-Maret 2026 bertepatan dengan musim barat yang ditandai curah hujan tinggi, angin kencang, serta gelombang besar. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas penangkapan ikan yang menjadi lebih terbatas. Namun pola itu bersifat musiman dan terjadi setiap tahun.

“Terkait dengan ketersediaan stok di sektor hulu di perikanan tangkap sampai dengan Maret 2026 ini prognosis kita ada sekitar 7,3 juta ton produksi hingga Maret 2026 ini. Ini sedikit agak turun memang karena pola musim dan juga pola penangkapan yang memang sangat terganggu dengan faktor cuaca,” paparnya.

KKP memperkirakan produksi akan kembali meningkat pada awal Maret seiring membaiknya kondisi cuaca. Selain itu, menjelang Idul Fitri, kapal-kapal nelayan, terutama di wilayah pantai utara Jawa (Pantura), biasanya kembali melaut secara intensif, sehingga mendorong kenaikan produksi perikanan tangkap.

“Jadi diproyeksikan nanti di awal Maret juga akan mulai meningkat. Dan biasanya menjelang Idul fitri juga akan banyak kapal-kapal yang nanti akan kembali, terutama di pantura sehingga ini juga akan mendorong peningkatan produksi dari sektor perikanan tangkap. Jadi ini pola musim yang terjadi setiap tahunnya,” beber Ady.

Dari sisi harga, KKP mencatat pergerakan relatif stabil untuk sebagian besar komoditas utama. Ikan cakalang memang mengalami kenaikan harga di sejumlah wilayah Sulawesi, tetapi secara nasional masih terkendali. Hal serupa terjadi pada cumi yang mengalami kenaikan harga di Jakarta dan Jawa Tengah, sementara daerah lain relatif stabil.

Komoditas ikan kakap juga tercatat dominan stabil, dengan kenaikan harga terbatas di Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Jakarta. Ikan tongkol mengalami kenaikan di beberapa daerah di Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Sedangkan tuna relatif stabil secara nasional, dengan kenaikan harga di Sulawesi Utara, yang konsumsi lokalnya cukup tinggi.

Tag:  #jawa #tengah #rajai #produksi #cumi #layang #tongkol #kuat #kalimantan #barat

KOMENTAR