3 Kerugian Ivar Jenner jika Pilih Berkarier di Super League usai Tinggalkan FC Utrecht
- Pindah ke Indonesia berisiko menurunkan kualitas teknis dan taktis Ivar Jenner karena perbedaan intensitas kompetisi yang signifikan dibanding Eropa.
- Meninggalkan Eropa akan menutup peluang Ivar Jenner dipantau oleh pemandu bakat klub elite, menyulitkannya untuk kembali berkarier di level tertinggi.
- Fasilitas latihan dan sports science di Indonesia yang belum setara Eropa dikhawatirkan menghambat pengembangan fisik dan performa jangka panjang sang pemain.
Kabar perpisahan Ivar Jenner dengan FC Utrecht memunculkan spekulasi liar mengenai pelabuhan karier selanjutnya bagi gelandang andalan Timnas Indonesia tersebut.
Meski tawaran dari klub Liga 1 mungkin menggiurkan secara finansial, kepindahan ke tanah air saat ini dinilai terlalu berisiko bagi perkembangan karier pemain yang masih berusia sangat muda.
Terdapat sederet kerugian fundamental yang bisa menghambat potensi maksimal sang 'Jenderal Lapangan Tengah' jika ia memutuskan meninggalkan Eropa demi kompetisi domestik Indonesia.
Kerugian pertama yang paling nyata adalah penurunan drastis level kompetisi dan intensitas pertandingan yang akan dihadapi setiap pekannya.
Atmosfer kompetitif di Belanda, bahkan di kasta kedua sekalipun, menuntut kecepatan berpikir dan pengambilan keputusan taktis yang jauh lebih tinggi dibandingkan tempo permainan di Liga 1.
Jika Ivar Jenner bermain di Indonesia, ia berisiko mengalami stagnasi kemampuan karena tidak lagi terbiasa menghadapi tekanan high-pressing dan struktur taktik disiplin ala Eropa.
Kerugian kedua berkaitan dengan tertutupnya akses pantauan dari para pemandu bakat atau scout klub-klub elite Eropa.
Benua Biru masih menjadi kiblat sepak bola dunia, dan meninggalkan ekosistem tersebut akan membuat nama Ivar Jenner perlahan menghilang dari radar transfer internasional.
Sejarah mencatat bahwa sangat sedikit pemain yang mampu kembali menembus level tertinggi Eropa setelah memutuskan berkarier di liga Asia Tenggara pada usia emas.
Kerugian ketiga menyangkut standar fasilitas penunjang latihan dan sports science yang belum sepenuhnya setara dengan apa yang dimiliki klub-klub Belanda.
Di Eropa, Ivar terbiasa dengan nutrisi, pemulihan fisik, dan teknologi latihan kelas wahid yang sangat krusial untuk menjaga lonjakan performa di usia 20-an awal.
Pindah ke Indonesia dikhawatirkan akan memengaruhi ketahanan fisik jangka panjangnya yang selama ini menjadi aset vital bagi Timnas Indonesia.
Oleh karena itu, bertahan di Eropa, entah itu di klub Belanda lain atau liga tetangga seperti Belgia, tetap menjadi opsi paling logis demi menyelamatkan masa depan kariernya.
Tag: #kerugian #ivar #jenner #jika #pilih #berkarier #super #league #usai #tinggalkan #utrecht