Naturalisasi Bukan Jalur Instan! Mauricio Souza Tegaskan Pemain Anyar Persija Harus Adu Kualitas
- Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyatakan status naturalisasi tidak otomatis menjamin posisi utama tim.
- Persija Jakarta telah merekrut Jordi Amat dan Shayne Pattynama, serta mengincar Mauro Zijlstra.
- Pemain naturalisasi memperkuat skuad tanpa menggunakan kuota pemain asing sesuai regulasi liga.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan bahwa status pemain naturalisasi tidak menjamin tempat di starting Eleven.
Setiap pemain, tanpa kecuali, wajib bersaing dan membuktikan kualitasnya di lapangan latihan.
Pada bursa transfer paruh musim ini, Persija Jakarta resmi mendatangkan Shayne Pattynama dari Buriram United. Kehadiran bek kiri naturalisasi Timnas Indonesia itu menambah kedalaman skuad Macan Kemayoran.
Tak hanya itu, Persija juga dikabarkan tinggal selangkah lagi mengamankan jasa Mauro Zijlstra, penyerang naturalisasi Timnas Indonesia yang berusia 21 tahun. Jika transfer ini rampung, Persija akan semakin dipenuhi pemain berstatus WNI berdarah Eropa.
Sebelumnya, Persija sudah lebih dulu merekrut Jordi Amat di awal musim. Bek yang didatangkan dari Johor Darul Ta'zim (JDT) tersebut langsung menjelma menjadi andalan di jantung pertahanan bersama Rizky Ridho dan Thales Lira .
Jordi Amat pun sukses membuktikan dirinya mampu bersaing di Persija. Hingga kini, pemain berpengalaman tersebut sudah mencatatkan 17 penampilan di semua musim ini.
Berbeda dengan Jordi, Shayne Pattynama harus menghadapi persaingan ketat di sektor pertahanan kiri. Ia dituntut bersaing dengan Dony Tri Pamungkas, yang performanya dikenal konsisten dan solid sepanjang musim.
Sementara itu, jika Mauro Zijlstra benar-benar bergabung, ia akan bersaing langsung dengan Gustavo Almeida dan Eksel Runtukahu untuk mengisi posisi ujung tombak dalam skema tiga pemain depan Persija.
Mauricio Souza menegaskan bahwa keputusan memainkan pemain sepenuhnya ditentukan oleh performa mereka di sesi latihan.
"Mereka juga belum tentu bisa menjadi pemain inti. Tapi mereka akan berusaha untuk bisa ada di tim inti. Pemain yang bagus di latihan, dia yang akan bermain," kata Mauricio Souza.
Meski begitu, Mauricio Souza tidak menampik bahwa kehadiran para pemain naturalisasi memberikan dampak positif bagi Persija Jakarta.
Menurutnya, langkah merekrut pemain naturalisasi adalah keputusan yang wajar dan sah secara regulasi.
Ia juga menyoroti di media sosial terkait masuknya pemain naturalisasi ke kompetisi Indonesia.
"Saya lihat di media sosial banyak orang berkomentar soal pemain naturalisasi datang ke Indonesia (Super League) buat main di sini."
"Dan sebenarnya, seperti yang saya katakan, mereka pemain bagus, dan pasti itu ada potensi bermain untuk Timnas," ujar Souza.
Mauricio Souza menegaskan bahwa pemain naturalisasi tidak melanggar aturan kuota asing. Justru, keberadaan mereka dinilai dapat memperkuat tim tanpa kehilangan slot pemain asing.
"Kita juga harus mengerti bagaimana itu peraturan dari Liga. Liga ini mengizinkan 11 pemain asing didaftarkan. Jadi banyak pemain naturalisasi yang kamu punya, mereka itu ada di Timnas. Dan dia bisa lebih kuat tim kita, lebih baik. Jadi seperti itu kita lihat kejadiannya."
“Mereka (pemain naturalisasi) kenapa datang, karena mereka tidak mengambil tempat (kuota) dari pemain asing,” pungkas pelatih asal Brasil tersebut.
Tag: #naturalisasi #bukan #jalur #instan #mauricio #souza #tegaskan #pemain #anyar #persija #harus #kualitas