Istri Jenderal Hoegeng Wafat, Kapolri: Kami Turut Berduka, Beliau Pelita Keteladanan Kami
- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mewakili seluruh jajaran Polri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Meriyati Roeslani, istri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, pada Selasa siang (3/2). Menurut Jenderal Sigit, Meriyati bukan hanya saksi sejarah perjalan pengabdian Jenderal Hoegeng, melainkan sudah menjadi pelita keteladanan bagi insan Bhayangkara.
”Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya selaku kapolri beserta ketua umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari Almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso,” ungkap Sigit.
Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu mengakui bahwa pihaknya sangat kehilangan sosok Meriyati. Semasa hidupnya, Meriyati menjadi inspirasi nyata generasi penerus Polri sepeninggal Jenderal Hoegeng. Tidak hanya itu, bagi istri-istri personel Polri yang tergabung dalam organisasi Bhayangkari, Meriyati juga menjadi teladan.
”Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi,” imbuhnya.
Atas berpulangnya Meriyati, Sigit dan jajaran mendoakan Meriyati mendapatkan tempat paling mulia di sisi Allah SWT. Dia juga berharap agar seluruh keluarga besar Jenderal Hoegeng yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.
Berdasar informasi yang disampaikan oleh Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol Prima Heru, Meryati meninggal dunia karena sakit. Perempuan berusia 100 tahun itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada pukul 13.24 WIB.
”Berita Duka Cita. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un. Telah Meninggal Dunia Ibu Meryati pada hari Selasa, 3 februari 2026, pukul 13.24 WIB dikarenakan sakit,” kata dia saat dikonfirmasi oleh awak media.
Rencananya pihak keluarga akan memakamkan Meryati di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Bogor, Jawa Barat (Jabar), pada Rabu siang (4/2). Persisnya setelah ibadah salat Zuhur.
TPBU Giri Tama merupakan tempat peristirahatan terakhir Jenderal Hoegeng. Setiap tahunnya, jajaran pimpinan Polri melaksanakan ziarah ke makam salah seorang tokoh kepolisian Indonesia tersebut.
Meriyati yang lahir pada 23 Juni 1925 merupakan istri Jenderal Hoegeng. Keduanya menikah di Yogyakarta pada 31 Oktober 1946. Meriyati yang kerap dipanggil Eyang Merry menjadi ibu bagi seluruh insan Bhayangkara.
Sebagai istri, Eyang Merry dikenal sangat setia. Dia terus mengikuti Jenderal Hoegeng hingga tutup usia pada 2004 silam. Merry menghabiskan masa tua di wilayah Depok.
Tag: #istri #jenderal #hoegeng #wafat #kapolri #kami #turut #berduka #beliau #pelita #keteladanan #kami