Marc Marquez Tak Ingin Anaknya Ikuti Jejak di MotoGP
Pebalap asal Spanyol, Marc Marquez, menegaskan bahwa ia tidak berniat mewariskan legasi MotoGP kepada anaknya kelak.
Marc Marquez lebih memilih apabila buah hatinya menekuni cabang olahraga lain apabila kelak menjadi atlet profesional.
Bagi Marc Marquez, pengalaman hidup berdampingan dengan nama besar membuatnya memahami betul konsekuensi yang harus ditanggung seseorang ketika memiliki hubungan darah dengan figur terkenal di MotoGP.
Bukan tanpa alasan Marc Marquez memiliki pandangan tersebut.
Ia berkaca pada perjalanan karier sang adik, Alex Marquez, yang kerap kali masih dilekatkan dengan status sebagai adik Marc.
Meskipun Alex telah menyabet dua gelar juara dunia dan mencatatkan kemenangan di kelas MotoGP.
Situasi itu membuat Marc memiliki gambaran tersendiri tentang tekanan yang mungkin akan dihadapi anaknya di masa depan.
Dalam wawancara bersama La Sexta, pebalap berusia 32 tahun tersebut dengan tegas menolak gagasan agar anaknya mengikuti jejaknya sebagai pebalap.
"Saya tidak menginginkannya karena saya hanya berpikir kasihan dia," ucap pembalap berusia 32 tahun tersebut.
"Saya tidak tahu bagaimana protektifnya saya nanti karena saya ingin benar-benar melindungi dia, tetapi legasi, nama belakang, tidak akan membantunya sama sekali."
Tak Ingin Anak Terus Dibandingkan
Marc Marquez juga mengaku khawatir anaknya kelak akan terus dihubungkan dengan nama besarnya, sebagaimana yang kerap dialami Alex Marquez sepanjang kariernya.
"Orang-orang akan mengatakan bahwa dia adalah anaknya (Marquez)," imbuh sang Juara Dunia sembilan kali.
"Mungkin dia akan memiliki beberapa keuntungan, finansial dalam hal ini, tetapi kalau mereka tidak kekurangan apapun, mereka tidak punya rasa haus yang sama."
Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengendarai motornya dalam sesi Practice MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 3 Oktober 2025. (Foto oleh SONNY TUMBELAKA / AFP)
Prestasi Keluarga di MotoGP Bukan Hal Baru
Meski demikian, prestasi lintas generasi dalam satu keluarga bukan hal asing di dunia MotoGP.
Sejarah mencatat keberhasilan Kenny Roberts dan putranya, Kenny Roberts Jr, yang sama-sama menjadi juara dunia di kelas 500cc, kasta tertinggi sebelum era MotoGP.
Kenny Roberts tercatat meraih tiga gelar juara dunia pada akhir 1970-an, sementara Kenny Roberts Jr menyusul kesuksesan tersebut dengan satu gelar juara dunia pada tahun 2000.
Namun, kisah sukses tersebut tidak mengubah pandangan Marc Marquez. Ia tetap lebih menyukai apabila anaknya kelak memilih jalur olahraga lain di luar balap motor.
Lebih Pilih Sepak Bola atau Olahraga Raket
"Tidak, tidak, tidak, tidak. Itu tidak mungkin. Sepak bola, raket, atau apapun," katanya sambil tertawa soal anaknya kelak.
Pilihan tersebut sejalan dengan budaya olahraga di Spanyol. Sepak bola dan olahraga raket memiliki tempat istimewa di Negeri Matador, termasuk dalam kehidupan Marc Marquez sendiri.
Ia dikenal sebagai penggemar FC Barcelona dan mengidolakan legenda tenis Rafael Nadal.
Selain tenis dan padel, Spanyol juga memiliki prestasi membanggakan di cabang bulu tangkis melalui Carolina Marin, tunggal putri yang pernah meraih emas Olimpiade, tiga gelar juara dunia, serta status nomor satu dunia.
Marc Marquez bahkan pernah mencoba bermain bulu tangkis bersama Jorge Lorenzo dalam agenda promosi GP Malaysia 2017. Aktivitas tersebut sempat menarik perhatian Carolina Marin.
"Kalian masih punya waktu untuk beralih ke olahraga lain," tulisnya diikuti emotikon tertawa di X.