Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Suguhkan Nuansa Timur Tengah Tanpa Meninggalkan Budaya Asli Indonesia
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang megah dan menjadi salah satu destinasi religi di Jawa Tengah. (Dok Pemprov Jateng. )
16:48
15 Maret 2024

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Suguhkan Nuansa Timur Tengah Tanpa Meninggalkan Budaya Asli Indonesia

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo masih menjadi daya tarik wisata (DTW) yang paling diminati. Tidak hanya masyarakat lokal di sekitar Jawa Tengah, tetapi dari berbagai daerah. Bahkan, saat Ramadhan tahun ini setiap hari destinasi anyar ini selalu menarik wisatawan. Menjadi salah satu andalan wisata Jawa Tengah.

Data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah mencatat saat libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, masjid tersebut dikunjungi lebih dari 250 ribu wisatawan.

Terlebih saat baru dibuka. Setiap hari, ribuan orang berkunjung ke Masjid Sheikh Zayed untuk melaksanakan ibadah salat. Selain itu, mereka juga datang untuk swafoto. Mengabadikan momen dan di-upload di sosial media mereka.

Masjid itudiresmikan Presiden Joko Widodo dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada 14 November 2022. Terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 128, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Masjid dengan luas 8000 meter persegi itu merupakan replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Bangunan bernuansa emas dan putih tersebut terbagi menjadi dua lantai. Dilengkapi dengan empat menara serta satu kubah utama. Total, ada 82 kubah yang dihiasi dengan batu pualam putih.

Secara keseluruhan masjid dapat menampung 10 ribu jemaah. Sedangkan bangunan inti bisa menampung 4.000 jemaah. Destinasi religi yang terus ramai dan salah satu andalan wisata Jawa Tengah.

Menariknya meski memiliki ornamen khas Timur Tengah. Masjid itu tetap memiliki sentuhan budaya asli Indonesia. Bisa dilihat di beberapa bagian lantai Masjid Sheikh Zayed terdapat hiasan motif batik, yaitu batik Kawung.

Saat memasuki dalam masjid, pengunjung dibuat terpesona dengan keindahan ruangan yang luas dan indah. Lantai marmer berkilauan dengan dinding yang dihiasi ukiran kaligrafi Arab memberikan nuansa yang elegan. Menariknya lagi masjid tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas yang modern. Seperti sistem tata suara yang canggih dan pendingin udara yang nyaman. Sehingga diharapkan para jamaah bisa beribadah dengan khusyuk.

Salah satu pengunjung Luluk bahkan rela datang jauh-jauh dari Semarang untuk ke Solo. Gadis itu bahkan meluangkan waktunya agar bisa berkunjung ke Masjid Sheikh Zayed. Bersama dengan seorang temannya. Luluk menunggu waktu Ashar tiba. Saat itu kondisi cuaca cukup bersahabat. Mendung tapi tidak hujan. Sehingga ia bisa duduk bersantai di Pelataran masjid sambil bercengkrama dan menunggu waktu azan. Tak lupa juga mengabadikan beberapa momen di akun Instagram.  ”Masjidnya bagus, sudah rencana dari lama mau ke sini. Mirip-mirip masjid di Dubai nuansanya putih jadi lebih tenang,” aku Luluk.

Kepala Disporapar Jawa Tengah Agung Hariyadi mengatakan, pada saat libur Natal 2023, Masjid Sheikh Zayed menjadi daya tarik wisata yang paling banyak diminati di Jateng. Jumlah kunjungannya bahkan mengalahkan Candi Borobudur. 

”Yang paling banyak dikunjungi wisatawan lokal adalah Masjid Sheikh Zayed Solo di Surakarta,” ungkap Agung Hariyadi.

Saat ini, Disporapar Jateng Tengah fokus menggenjot kunjungan wisatawan agar sesuai target sebanyak 60 juta. Salah satunya dengan menggarap sport tourism di Jateng. Selain itu juga meningkatkan fasilitas DTW yang sedang diminati masyarakat. (kap/fth)

Editor: Latu Ratri Mubyarsah

Tag:  #masjid #raya #sheikh #zayed #solo #suguhkan #nuansa #timur #tengah #tanpa #meninggalkan #budaya #asli #indonesia

KOMENTAR