Studi LPEM FEB UI Soroti Dampak Pinjaman Daring terhadap Konsumsi Rumah Tangga
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI memaparkan Hasil Studi Dampak Fintech Lending terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Indonesia, Rabu (25/2)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
16:24
25 Februari 2026

Studi LPEM FEB UI Soroti Dampak Pinjaman Daring terhadap Konsumsi Rumah Tangga

Platform pinjaman daring (pindar) berizin dinilai memberi kontribusi terhadap perekonomian melalui pembiayaan kepada masyarakat. Hal itu terungkap dalam riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengenai platform AdaKami.   Riset tersebut memperkirakan pada 2024 kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berada di kisaran Rp6,95 triliun hingga Rp10,96 triliun. Dampak muncul dari efek berganda penyaluran pinjaman yang meningkatkan aktivitas ekonomi lokal serta permintaan barang dan jasa.   Dalam periode penelitian, sedikitnya 185 sektor ekonomi memperoleh nilai tambah dari aktivitas tersebut. Tiga sektor dengan dampak terbesar ialah jasa lembaga keuangan lainnya (21,34%), jasa pendidikan pemerintah (10,03%), dan perdagangan selain mobil dan sepeda motor (9,30%).   Selain itu, penyaluran pinjaman juga diperkirakan membuka kesempatan kerja bagi sekitar 47–78 ribu orang di 17 sektor industri, di antaranya perdagangan besar dan eceran, jasa pendidikan, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.   Wakil Kepala LPEM FEB UI Mohamad Dian Revindo menjelaskan pembiayaan mendorong konsumsi rumah tangga sehingga menggerakkan berbagai sektor ekonomi.  

  "Dengan demikian, dukungan terhadap sektor ekonomi riil terjadi melalui penguatan permintaan barang dan jasa produktif yang memicu aktivitas ekonomi dan produksi, setidaknya dalam jangka pendek," ungkapnya, Rabu (25/2).   Chief of Public Affairs Adakami Karissa Sjawaldy mengatakan pihaknya berupaya menyediakan pembiayaan yang inklusif. Dengan komitmen pengelolaan secara kehati-hatian serta bertanggung jawab membawa manfaat luas bagi masyarakat.   "Kontribusi positif yang dihasilkan melalui aktivitas pembiayaan ini mendorong Adakami untuk terus menghadirkan layanan yang berkelanjutan serta meningkatkan literasi keuangan pengguna, Dengan demikian, pendanaan yang disalurkan dapat membantu masyarakat agar dapat bertahan, tumbuh, dan beradaptasi di tengah dinamika ekonomi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional," ujar Karissa.   Bantalan keuangan rumah tangga
Penelitian juga menemukan pinjaman berfungsi sebagai bantalan keuangan (financial buffer) untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan menjaga tingkat konsumsi. Pengguna memanfaatkannya saat menghadapi guncangan ekonomi seperti pemutusan hubungan kerja, sakit, atau kematian anggota keluarga.   Sebanyak 24,51% responden menyatakan tanpa pinjaman daring mereka harus memakai tabungan atau menjual aset. Rata-rata pengeluaran peminjam sekitar Rp4,8 juta per bulan dengan tabungan hampir Rp700 ribu, relatif lebih tinggi dibanding kelompok lain.   Selain kebutuhan rumah tangga, pembiayaan juga dipakai sebagai modal usaha. Sekitar 53,1% pengguna memanfaatkan pinjaman untuk menambah stok barang, sementara 28,1% melaporkan peningkatan omzet. Sektor yang paling banyak memanfaatkan ialah perdagangan, akomodasi dan makan minum, serta pertanian.   Survei turut mencatat 89,2% responden memahami bunga, biaya, dan tenor pinjaman, menunjukkan tingkat literasi keuangan relatif baik.    

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #studi #lpem #soroti #dampak #pinjaman #daring #terhadap #konsumsi #rumah #tangga

KOMENTAR