Reformasi Pasar Modal Beri Dampak Positif untuk Iklim Investasi Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
17:32
25 Februari 2026

Reformasi Pasar Modal Beri Dampak Positif untuk Iklim Investasi Indonesia

- Reformasi pasar modal kerap dipersepsikan sebagai kebijakan teknis yang hanya relevan bagi pelaku pasar.

Padahal, arah dan kualitas reformasi pasar modal memiliki implikasi yang jauh lebih luas karena menentukan seberapa kompetitif dan kredibel suatu negara di mata investor global.

Dalam konteks tersebut, langkah-langkah reformasi yang tengah ditempuh di pasar modal Indonesia patut diapresiasi sebagai upaya memperkuat fondasi iklim investasi jangka panjang.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat ke Level 8.322, Mayoritas Saham Hijau

Direktur Utama PT Kredit Rating Indonesia Syaiful Adrian mengatakan, salah satu isu krusial yang selama ini menjadi perhatian investor adalah tingkat free float saham.

Pasar dengan free float yang terbatas cenderung memiliki likuiditas rendah, volatilitas yang tidak mencerminkan fundamental, serta risiko konsentrasi kepemilikan yang tinggi.

Bagi investor institusional global, kondisi tersebut menurunkan tingkat investability suatu pasar karena menyulitkan proses masuk dan keluar investasi dalam skala besar.

“Kebijakan peningkatan free float merupakan langkah struktural yang sangat penting. Likuiditas yang lebih baik akan memperkuat mekanisme pembentukan harga yang sehat dan meningkatkan kepercayaan investor jangka panjang,” ujar dua dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).

Menurut dia, free float yang lebih memadai akan memperbaiki mekanisme price discovery, meningkatkan likuiditas, serta memperluas basis investor.

Dalam jangka panjang, pasar modal yang likuid dan efisien akan dinilai lebih menarik bagi dana pensiun, perusahaan asuransi, dan manajer investasi global yang memiliki mandat investasi jangka panjang dan berbasis risiko terukur.

Baca juga: Ketegangan AS dan Iran hingga Sentimen MSCI, Bagaimana Gerak IHSG Sepekan Ini?

Selain free float, Syaiful menyebut, transparansi Ultimate Beneficial Owner (UBO) merupakan aspek reformasi yang tidak kalah penting.

Investor global tidak hanya menilai potensi imbal hasil, tetapi juga memperhitungkan risiko non-finansial seperti tata kelola, kepatuhan, dan reputasi.

Ia bilang, struktur kepemilikan yang tidak jelas atau terlalu kompleks kerap dipersepsikan sebagai sumber risiko tambahan, bahkan ketika kinerja keuangan perusahaan terlihat baik.

“Transparansi kepemilikan adalah fondasi tata kelola yang kuat. Dengan kejelasan mengenai siapa pengendali sebenarnya dari suatu entitas, pasar menjadi lebih transparan dan risiko asimetri informasi dapat ditekan secara signifikan,” tambah Syaiful.

Reformasi ini juga perlu dipandang dalam kerangka yang lebih luas, yakni upaya membangun pasar modal yang sehat, dalam, dan berkelanjutan.

Ia berpandangan, pasar modal yang dangkal dan tidak transparan cenderung meningkatkan risk premium suatu negara karena investor menuntut kompensasi atas risiko yang sulit diukur.

Sebaliknya, pasar modal yang dalam dan kredibel akan menurunkan persepsi risiko secara keseluruhan, bukan hanya bagi investor pasar modal, tetapi juga bagi investor langsung dan pemberi pinjaman internasional

“Pasar modal yang kuat bukan hanya mendukung investor, tetapi juga memperkuat struktur pembiayaan nasional. Ketika akses pendanaan jangka panjang semakin luas dan efisien, dunia usaha dapat tumbuh lebih berkelanjutan tanpa ketergantungan berlebihan pada satu sumber pembiayaan,” jelas dia.

Syaiful menerangkan, reformasi pasar modal bukan tanpa tantangan. Implementasi yang konsisten, kepastian regulasi, serta komunikasi yang jelas kepada pelaku pasar akan menjadi faktor penentu keberhasilan.

Reformasi yang baik di atas kertas harus diikuti oleh eksekusi yang kredibel agar tidak menimbulkan ketidakpastian baru.

Pada akhirnya, pasar modal yang sehat bukanlah tujuan akhir, melainkan alat strategis untuk menurunkan risiko investasi, memperluas akses pembiayaan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Konsistensi implementasi menjadi kunci. Reformasi yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan akan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang semakin kompetitif di tingkat regional maupun global,” tutup Syaiful.

Tag:  #reformasi #pasar #modal #beri #dampak #positif #untuk #iklim #investasi #indonesia

KOMENTAR