Rugikan Barcelona, Komite Teknis Wasit Konfirmasi Adanya Kesalahan Fatal VAR di Markas Girona
Kekalahan tipis yang dialami Barcelona saat bertandang ke markas Girona, Estadi Montilivi, pada pekan ke-24 Liga Spanyol (LaLiga) 2025-2026 terus memicu perdebatan panas.
Meskipun sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Pau Cubarsi, Barcelona harus rela kehilangan poin karena kalah 1-2 dari Girona.
Hal tersebut dikarenakan gol yang diciptakan oleh Thomas Lemar (62') dan gol telat dari Fran Beltran (86').
Namun, kemenangan tersebut kini dibayangi oleh pernyataan resmi otoritas perwasitan terkait sah atau tidaknya gol penentu tersebut bagi Barcelona.
Pasalnya, proses gol yang dicetak Beltran diawali oleh insiden di mana striker Girona, Claudio Echeverri, terlihat jelas menginjak kaki Jules Kounde, sebuah pelanggaran yang luput dari pengamatan wasit Cesar Soto Grado maupun petugas VAR di ruang kontrol.
Baca juga: Barcelona Pernah Tolak Tawaran Luar Biasa PSG untuk Lamine Yamal
Setelah melakukan evaluasi mendalam melalui program 'Tiempo de Revision', Komite Teknis Wasit (CTA) akhirnya mengakui adanya kelalaian dalam laga tersebut.
CTA menegaskan bahwa insiden injakan Claudio Echeverri terhadap Jules Kounde seharusnya berbuah pelanggaran dan pembatalan gol.
Kendati demikian, David Galvez Rascon yang bertugas di VAR justru tidak memberikan intervensi.
Dalam penjelasannya, CTA menekankan bahwa pelanggaran tersebut terjadi dalam fase serangan yang sama sebelum gol tercipta.
Terkait hal ini, pihak komite memberikan pernyataan resmi sebagai berikut:
“VAR menganggap itu sebagai tindakan yang terbuka untuk interpretasi oleh wasit. Tetapi jika seorang pemain menginjak lawan dengan kekuatan yang tidak perlu, itu harus dihukum,” demikian penjelasan CTA dikutip dari Barca Universal.
“Menurut Komite Teknis Wasit (CTA), striker Girona itu dengan ceroboh menginjak lawannya, sehingga lawannya keluar dari permainan bertahan."
Baca juga: Barcelona Tidak Buru-Buru soal Beli Marcus Rashford dari Man United
“Pelanggaran ini harus dihukum dengan pelanggaran dan kartu kuning. VAR seharusnya turun tangan karena itu adalah kesalahan yang jelas, nyata, dan nyata,” lanjut penjelasan CTA.
Gerard Martin (18) melakukan duel udara dalam pertandingan Liga Champions FC Barcelona vs Eintracht Frankfurt di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 9 Desember 2025. (Foto oleh Lluis GENE / AFP)
Dinamika Persaingan di Klasemen LaLiga
Kesalahan perwasitan ini bukan satu-satunya insiden yang disorot oleh komite pekan ini.
CTA juga meninjau beberapa laga lain, termasuk keputusan sulit di pertandingan Real Betis vs Rayo Vallecano, serta tinjauan penalti di laga Athletic Bilbao melawan Elche.
Meski dirugikan dalam derby Catalan, posisi Blaugrana di puncak klasemen tetap terbantu oleh hasil minor tim pesaing.
Kekalahan mengejutkan Real Madrid dari Osasuna di pekan yang sama, ditambah dengan kemenangan krusial atas Levante, membuat skuad Hansi Flick berhasil kembali ke urutan teratas.
Kendati demikian, hilangnya poin di Montilivi tetap menjadi catatan serius bagi manajemen tim mengingat ketatnya persaingan memperebutkan gelar juara musim ini.
Respons Tegas dari Pihak Barcelona
Manajemen klub tidak tinggal diam menghadapi pengakuan dari komite wasit tersebut.
Baca juga: Barcelona Gusur Real Madrid dari Puncak LaLiga, Jalan Masih Panjang
Melalui kanal media sosial resminya, pihak klub mengunggah bukti visual terkait insiden injakan kaki yang menimpa bek mereka.
Selain membagikan bukti tersebut, pihak klub juga merilis pernyataan singkat namun penuh makna sebagai bentuk tekanan terhadap peningkatan kualitas perwasitan.
“Mengakui kesalahan adalah langkah besar. Menghindarinya adalah langkah selanjutnya,” tulis pihak klub dalam pernyataan resminya.
Tag: #rugikan #barcelona #komite #teknis #wasit #konfirmasi #adanya #kesalahan #fatal #markas #girona