Keindahan Danau Jenewa Jadi Saksi Penikaman Ratu Austria
Papan memorial penikaman Ratu Austria S.M. Elisabeth yang terjadi pada 1898 di pesisir Danau Jenewa, Selasa (24/2/2026).(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)
22:02
24 Februari 2026

Keindahan Danau Jenewa Jadi Saksi Penikaman Ratu Austria

- The Peace of Capital atau Kota Perdamaian menjadi julukan dari kota terbesar kedua di Swiss, Jenewa.

Namun di balik julukan itu, ada sejarah kelam yang masih terpahat di tengah-tengah Kota Jenewa.

Pahatan kelam tersebut tak lantas hilang, tapi menjadi monumen pengingat peristiwa yang dilakukan penganut anarkisme yang menghilangkan nyawa seorang elite kerajaan Austria.

"Ici Fut assassinee le 10 Septembre 1898 S.M. Elisabeth, Imperatrice d' Autriche" tulisan bahasa Perancis papan yang berada di pesisir danau Jenewa.

Arti tulisan ini adalah, "Dia dibunuh di sini pada tanggal 10 September 1898. S.M. Elisabeth, Ratu Austria."

Baca juga: Air Mancur di Jenewa yang Jadi Objek Wisata: Berawal dari Ulah Tukang Ledeng

Papan ini berdampingan dengan keindahan danau dan air mancur Jenewa yang menjadi ikon wisata kota.

Cerita kelam ini juga diabadikan dalam Sisi Museum. Mereka menulis perjalanan Elisabeth yang saat itu melakukan perjalanan ke Jenewa, Swiss.

Kunjungan tersebut bukan acara kenegaraan resmi, sehingga penjagaan tak begitu ketat.

Dikutip dari laman resmi Museum Sisi Hofburg, Selasa (24/2/2026), saat kunjungan itu Elisabeth menginap di Hotel Beau Rivage, dekat dengan pesisir danau Jenewa.

Baca juga: Menengok Hangatnya Buka Puasa di Tengah Dinginnya Swiss...

Sehari sebelum penikaman, Elisabeth pergi ke kota bersama pendampingnya, Countess Irma Sztayar untuk mengunjungi toko kue favoritnya.

Kue-kue itu rencananya akan dijadikan hadiah untuk cucu-cucunya.

Kehadiran Elisabeth di tengah kota mengundang perhatian jurnalis setempat. Kemudian berita terbit keesokan harinya, bahwa Sang Ratu Austria sedang berada di Jenewa.

Air mancur Jenewa, menjadi ikon wisata Kota Jenewa dengan semburan air mencapai 140 meter. Gambar semburan air mancur diambil dalam sesi operasional musim dingin, Selasa (24/2/2026).KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO Air mancur Jenewa, menjadi ikon wisata Kota Jenewa dengan semburan air mencapai 140 meter. Gambar semburan air mancur diambil dalam sesi operasional musim dingin, Selasa (24/2/2026).

Peristiwa penikaman

Seorang anarkis asal Italia, Luigi Lucheni, saat itu kebetulan berada di Jenewa dengan menargetkan pembunuhan Pangeran Perancis, Henri Philippe Marie d'Orleans.

Tapi sang pangeran dikabarkan batal mengujungi Jenewa. Luigi kesal dan mendapat mangsa baru saat membaca surat kabar.

Rencananya membunuh pangeran Henri berbelok menjadi rencana pembunuhan Elisabeth.

Baca juga: Arti Kata Anarki dan Anarkisme

Hari itu, dia terus mengintai gerak-gerik Elisabeth. Tinggal menunggu waktu, Luigi sudah bersiap dengan kikir segi tiga yang diasah tajam.

Ketika Elisabeth keluar dari hotel yang saat itu hendak naik kapal uap untuk menikmati pemandangan danau Jenewa, tibalah Luigi dengan aksinya.

Kikir tajam yang disiapkan untuk menikam itu ditancapkan ke dada kiri Elisabeth.

Elisabeth terjatuh, orang-orang disekitar menolong bangsawan tersebut. Serangan itu tak langsung membuat Elisabeth sadar bahwa jantungnya telah tertembus besi tajam.

Dia tetap mengejar kapal uap dan akhirnya pingsan di tengah perjalanan.

Pendampingnya, Irma Sztaray, kemudian membuka baju dan korset tebal Elisabeth. Dia terkejut melihat noda darah kecil.

Kapal uap tersebut kemudian langsung kembali ke dermaga, Elisabeth dibawa ke hotel, dokter di kota itu kemudian dipanggil dengan segera.

Baca juga: Austria Akan Mengubah Rumah Kelahiran Hitler Jadi Kantor Polisi

Namun nyawa Elisabeth tak tertolong, ia dinyatakan meninggal dunia karena pendarahan internal, tikaman kecil yang melubangi jantungnya.

Hari itu Elisabeth ditikam, hari itu juga dia kehilangan nyawa. Ratu Rumania yang juga putri bungsu Elisabeth, Marie Valerie bahkan menyebut kematian inilah yang diinginkan ibunya.

"Kini semuanya telah terjadi seperti yang selalu ia harapkan; dengan cepat, tanpa rasa sakit, tanpa konsultasi medis, tanpa hari-hari panjang penuh kecemasan dan kekhawatiran akan orang yang dicintainya." dalam tulisan Marie.

Baca juga: Keindahan Jenewa dari Puncak Gunung Saleve, The Balcony of Geneva...

Jenazah Elisabeth dimakamkan di ruang bawah tanah kekaisaran di Gereja Biarawan Kapusin, Wina, Austria.

Sedangkan Luigi Lucheni tersenyum gembira mendengar aksinya berhasil membunuh Elisabeth.

Dia diadili dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Pada 19 Oktober 1910, Luigi memilih menghakhiri hidupnya di sel dengan gantung diri.

Tag:  #keindahan #danau #jenewa #jadi #saksi #penikaman #ratu #austria

KOMENTAR