7 Kesalahan Memilih Prodi SNBP yang Paling Sering Disesali, Jangan sampai Kamu Mengulanginya!
Ilustrasi mahasiswa mendaftar SNBP. (Dokumentasi Jawa Pos)
13:24
6 Februari 2026

7 Kesalahan Memilih Prodi SNBP yang Paling Sering Disesali, Jangan sampai Kamu Mengulanginya!

 

- Banyak peserta SNBP merasa sudah belajar keras dan memenuhi syarat nilai, tapi tetap gagal lolos. Setelah ditelusuri, penyebabnya sering bukan pada akademik, melainkan kesalahan dalam memilih program studi (prodi). Ironisnya, kesalahan ini baru disadari setelah hasil pengumuman keluar.

SNBP bukan sekadar soal pintar atau tidak, tapi juga soal strategi dan pemahaman diri. Supaya perjuanganmu tidak berakhir dengan penyesalan, berikut 7 kesalahan memilih prodi SNBP yang paling sering disesali peserta!

1. Memilih Prodi hanya karena Ikut-ikutan Teman

Salah satu kesalahan klasik adalah memilih prodi karena teman sekelas atau sahabat juga mendaftar di sana. Padahal, setiap orang punya rekam jejak nilai, prestasi, dan peluang yang berbeda. Apa yang cocok untuk temanmu belum tentu cocok untuk kamu.

SNBP menilai siswa secara individual, bukan rombongan. Kalau kamu ikut-ikutan tanpa menghitung peluang sendiri, risiko tidak lolos jadi jauh lebih besar. Setelah gagal, penyesalan biasanya datang karena merasa keputusan itu bukan sepenuhnya pilihanmu sendiri.

2. Terlalu Memaksakan Prodi Favorit yang Super Ketat

Bermimpi itu penting, tapi SNBP menuntut realisme. Banyak peserta menyesal karena memaksakan diri memilih prodi dengan tingkat keketatan ekstrem, sementara nilai rapor dan prestasinya belum cukup kompetitif.

Bukan berarti kamu tidak boleh ambisius, tapi kamu tetap perlu membandingkan nilai rata-rata prodi, daya tampung, dan profil siswa yang biasanya lolos. Kesalahan ini sering berujung pada satu kalimat pahit yakni "Harusnya kemarin lebih realistis".

3. Tidak Memahami Minat dan Bakat Diri Sendiri

Sebagian peserta memilih prodi hanya karena terlihat keren, bergengsi, atau dianggap punya masa depan cerah. Masalahnya, tanpa minat dan bakat yang sejalan, kamu akan kesulitan bertahan jika nanti benar-benar diterima.

Banyak yang menyesal karena baru sadar bahwa prodi pilihannya penuh hitungan, hafalan, atau praktik lapangan yang sebenarnya tidak mereka sukai. SNBP seharusnya jadi pintu masuk ke masa depan yang kamu nikmati, bukan sekadar label jurusan.

4. Mengabaikan Nilai Rapor yang Paling Kuat

Kesalahan fatal lainnya adalah tidak menyesuaikan prodi dengan mata pelajaran unggulan di rapormu. Padahal, SNBP sangat mempertimbangkan konsistensi nilai sesuai rumpun prodi.

Misalnya, nilai IPA kamu biasa saja tapi nilai IPS atau Bahasa justru kuat, namun kamu tetap memaksakan prodi sains murni. Setelah gagal, baru muncul penyesalan karena sebenarnya peluangmu lebih besar di prodi lain yang sejalan dengan nilai terbaikmu.

5. Tidak Mempelajari Rekam Jejak Prodi dan Kampus

Banyak peserta SNBP menyesal karena memilih prodi tanpa riset. Mereka tidak mengecek daya tampung, jumlah peminat, hingga rasio kelolosan tahun sebelumnya.

Padahal, data ini sangat membantu untuk mengukur peluang. Tanpa riset, pilihan prodi jadi seperti berjudi. Saat hasilnya tidak sesuai harapan, rasa kecewa pun terasa lebih berat karena kamu sadar seharusnya bisa lebih teliti.

6. Salah Strategi dalam Menentukan Pilihan 1 dan 2

SNBP memberi kesempatan memilih lebih dari satu prodi, tapi banyak peserta salah menempatkan prioritas. Ada yang menaruh prodi paling ambisius di pilihan pertama dan pilihan kedua yang sama-sama ketat, tanpa opsi aman.

Kesalahan strategi ini sering disesali karena sebenarnya kamu punya peluang lebih besar jika menyusun pilihan secara bertahap, ambisius tapi tetap masuk akal. Bukan soal minder, tapi soal cerdas membaca peluang.

7. Terlalu Percaya Diri Tanpa Evaluasi Objektif

Percaya diri itu bagus, tapi terlalu yakin tanpa evaluasi bisa jadi bumerang. Beberapa peserta menyesal karena merasa 'pasti lolos' hanya berdasarkan peringkat kelas atau pujian guru, tanpa membandingkan dengan standar nasional.

SNBP adalah seleksi tingkat nasional dengan persaingan ketat. Tanpa evaluasi objektif, baik dari nilai, prestasi, maupun riwayat kelulusan sekolah, keputusan memilih prodi bisa jadi kurang matang dan berujung penyesalan.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #kesalahan #memilih #prodi #snbp #yang #paling #sering #disesali #jangan #sampai #kamu #mengulanginya

KOMENTAR