Menerka “Kartu AS” Kaesang di Balik Ambisi Jadikan Jateng Kandang Gajah pada Pemilu 2029
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) perdana Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah yang digelar di Kota Solo, Kamis (8/1/2025).(KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)
05:30
19 Januari 2026

Menerka “Kartu AS” Kaesang di Balik Ambisi Jadikan Jateng Kandang Gajah pada Pemilu 2029

Teriakan "kandang gajah" menggema dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) para kader Partai Solidaritas Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026).

Teriakan itu sebagai respons para kader yang saat itu diminta memenangkan PSI di Jawa Tengah oleh Ketua Umum mereka, Kaesang Pangarep.

Putra bungsu Presiden ketujuh RI, Joko Widodo itu berteriak ingin menggulingkan label "Kandang Banteng" di Jawa Tengah menjadi "Kandang Gajah".

"2029, pemilu selanjutnya, Jawa Tengah, (jadi) Kandang Gajah!" pekiknya disambut dengan tepuk tangan para PSI.

Angan-angan politisi muda yang diangkat jadi Ketua Umum PSI setelah dua hari jadi kader itu dikuatkan dengan posisi mereka yang semakin kuat di Jawa Tengah.

Pada 2019, saat PSI baru kali pertama ikut dalam pemilihan umum (Pemilu), partai yang dulunya berlambang kepalan tangan dengan mawar merah ini tak dapat kursi di DPRD sama sekali.

Namun setelah menjual nama Jokowi dan keluarga, PSI mendapat mandat yang cukup signifikan dari masyarakat Jateng.

Saat ini, PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jateng. Target berikutnya akan lebih besar lagi, yakni 17 kursi di tingkat provinsi, dan level pemerintah daerah tingkat dua, Kaesang ingin lebih dari 100 fraksi.

Angan Kaesang diperkuat dengan basis suara yang solid di Solo. Saat ini Wakil Wali Kota Solo dijabat oleh kader PSI.

"Saya berharap pada pemilu selanjutnya akan semakin banyak pemimpin yang lahir dari PSI," kata Kaesang.

Kekuatan Banteng di Jateng

Untuk perolehan suara Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, PDI-P mengungguli jauh para pesaingnya dengan memperoleh 33 kursi.

Hasil suara tersebut tertuang dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Nomor 41 Tahun 2024.

Sedangkan jumlah suara yang diperoleh secara keseluruhan mencapai 5,2 juta suara, menjadi yang tertinggi dari semua partai politik yang berkontestasi di wilayah tersebut.

Tempat kedua diduduki Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 3,03 juta suara, kemudian ada Gerindra 2,59 juta suara, dan Partai Golkar 2,2 juta suara.

Kemudian disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 1,6 juta suara, Partai Demokrat 1,1 juta suara, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1 juta suara, Partai Amanat Nasional (PAN) 840.817 suara, dan Partai Nasdem 775.889 suara.

Barulah PSI di urutan ke-8, dengan perolehan 478.063 suara.

Jajaran pengurus DPC PDIP dalam Forum Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP 35 kabupaten/kota yang digelar di Semarang, Sabtu (27/12/2025). Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas resmi menetapkan susunan pengurus masa bakti 2025 - 2030. Dok DPC PDIP Banyumas via Tribun Banyumas Jajaran pengurus DPC PDIP dalam Forum Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP 35 kabupaten/kota yang digelar di Semarang, Sabtu (27/12/2025). Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas resmi menetapkan susunan pengurus masa bakti 2025 - 2030.

Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan, perolehan suara PSI mengindikasikan bahwa angan-angan Kaesang masih sulit diwujudkan pada 2029.

Karena melihat komposisi suara, tak hanya PDI-P yang menjadi pesaing di Jateng, masih ada partai-partai besar seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gerindra, dan Golkar yang turut mengincar suara di wilayah tersebut.

"Tetapi kan yang bertarung kan bukan hanya mereka sama PDIP, tapi kan banyak partai-partai lain termasuk partainya Prabowo kan," kata Djayadi kepada Kompas.com, Selasa (13/1/2026).

PKB menganggap Jateng juga lumbung suara karena basis Nahdlatul Ulama (NU) juga kuat di wilayah tersebut.

Sedangkan ideologi yang mengakar pada Keluarga Cendana juga masih kuat di Jateng, sehingga Partai Golkar juga turut meraup suara di provinsi ini.

Tak lupa partai penguasa saat ini, Gerindra yang harus menguatkan legitimasi pemimpin saat ini agar terpilih kembali dan kuat di dalam parlemen.

Kartu AS Kaesang

Djayadi menyebut, ada tiga faktor yang memungkinan PSI bisa mengalahkan PDI-P di Jateng.

Pertama adalah kehancuran infrastruktur sosial yang telah dibangun PDI-P sejak lama di Jawa Tengah.

"Dia (Kaesang) bisa menjadikan "Kandang Gajah" kalau infrastruktur basis sosial PDI-P sudah hancur atau sudah rapuh," katanya.

Menurut dia, basis sosial PDI-P ini sempat goyang ketika Pemilu 2024, hal ini terbukti dari kandidat gubernur Jateng yang mereka usung kalah.

Guncangan ini terjadi karena di menit akhir PDI-P ditelikung oleh manuver politik Jokowi.

Hal ini kemungkinan tidak terjadi sehingga PDI-P bisa mempersiapkan lebih matang kemenangan suara di Jateng.

Bahkan bisa jadi lebih kuat lagi, karena PDI-P kini memiliki tekad mengalahkan siapapun yang didukung oleh Jokowi dan keluarganya, termasuk PSI.

Kartu AS lainnya yang mungkin terjadi adalah dukungan penguasa kepada PSI di Jawa tengah.

"Jadi kalau misalnya nanti Prabowo mampu, mau habis-habisan bantu Kaesang dan Gibran di Jawa Tengah, bisa aja PSI bisa naik di situ. Tapi pertanyaannya, apa Prabowo mau? Sementara Gerindra sendiri kan ingin menang di Jawa Tengah," ucap Djayadi.

Terakhir adalah kekuatan logistik yang luar biasa. Djayadi tak ragu, jika PSI punya bohir yang mampu membelokkan para pemilih PDI-P yang berbasis pada idelogis, maka banteng dipastikan diinjak gajah di kandangnya sendiri.

"Kalau mereka punya kekuatan logistik yang luar biasa. Tapi sekali lagi, kekuatan logistik biasanya sulit berhadapan dengan kekuatan ideologis kan," tandasnya.

Tanggapan PDI-P

Partai berlambang banteng itu merespons angan Kaesang melalui Sekretaris Jenderalnya, Hasto Kristiyanto.

Ia mengatakan, kontestasi pemilu belum berlangsung dan keputusan terkait pemilu sepenuhnya di tangan rakyat.

"Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan ya. Rakyat yang menentukan, yang punya kedaulatan," kata Hasto ditemui di sela-sela Rakernas I PDI-P, Sabtu (10/1/2026) malam, di Ancol, Jakarta Utara.

Partai yang dipimpin Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri ini mengaku tak ambil pusing dengan teriakan Kaesang.

Karena PDI-P saat ini fokus melakukan pembenahan internal partai dan memperkuat ideologi serta soliditas organisasi.

"PDI Perjuangan melalui peringatan HUT ke-53 ini melakukan kritik otokritik, memperbaiki ke dalam, mempertajam faksis ideologi, dan kemudian ya seperti penanganan bencana," ungkap Hasto.

Ia menegaskan, seluruh kekuatan partai dikerahkan untuk membantu rakyat yang terdampak bencana tanpa mempertimbangkan pilihan politik masyarakat tersebut.

Selain konsolidasi internal, Hasto menekankan bahwa prioritas utama PDI-P saat ini adalah kerja-kerja kemanusiaan, terutama dalam merespons berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah.

“Seperti penanganan bencana. PDI Perjuangan bergerak maksimum, demi kemanusiaan, tanpa mempertimbangkan aspek-aspek mereka memilih siapa," terang Hasto.

Tag:  #menerka #kartu #kaesang #balik #ambisi #jadikan #jateng #kandang #gajah #pada #pemilu #2029

KOMENTAR