PDI-P Serukan Cegah Lahirnya Pemerintahan Otoriter, Jaga Cita-Cita Reformasi
PDI-P mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mencegah lahirnya pemerintahan otoriter serta menjaga cita-cita Reformasi yang telah diperjuangkan sejak 1998.
Ajakan tersebut menjadi salah satu poin hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026) yang dibacakan oleh Ketua DPD PDI-P Aceh Jamaluddin Idham.
“Rakernas I Partai mendorong seluruh elemen bangsa untuk mencegah lahirnya otoriter populis dengan menjaga cita-cita Reformasi,” kata Jamaluddin dalam acara penutupan Rakernas PDI-P di Ancol, Jakarta, Senin.
Dia menuturkan, upaya menjaga cita-cita Reformasi itu dilakukan melalui pelembagaan kedaulatan rakyat serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Selain itu, PDI-P juga menekankan pentingnya penguatan peran pers yang bebas dan perlindungan terhadap suara-suara kritis masyarakat sipil dari kriminalisasi politik hukum.
Rakernas I PDI-P turut menegaskan komitmen partai terhadap penegakan supremasi hukum, termasuk penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat masa lalu secara adil dan bermartabat.
“Penegakan supremasi hukum termasuk penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu secara adil dan bermartabat,” ujar Jamaluddin.
Selain itu, Rakernas I PDI-P mendorong penguatan pelembagaan partai politik serta penyelenggaraan pemilihan umum yang jujur dan adil sebagai bagian penting dari demokrasi.
PDI-P juga menegaskan pentingnya penataan peran aparat negara agar tetap sesuai dengan konstitusi.
Jamaluddin menyampaikan, Rakernas menekankan agar TNI ditempatkan sebagai alat pertahanan negara dari ancaman luar, sedangkan Polri menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban dalam negeri.
“Menempatkan TNI sebagai alat pertahanan negara dari ancaman luar dan Polri sebagai alat negara yang menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban dalam negeri, sesuai dengan marwah dan sejarah pembentukannya, serta menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangannya berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Jamaluddin.
Tag: #serukan #cegah #lahirnya #pemerintahan #otoriter #jaga #cita #cita #reformasi