Dua Madrasah di Sumbar Hanyut Tak Tersisa, Kegiatan Belajar Mengajar Digelar di Area Masjid
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof D. H Amien Suyitno, MAg.(Dok. Kemenag)
22:58
7 Januari 2026

Dua Madrasah di Sumbar Hanyut Tak Tersisa, Kegiatan Belajar Mengajar Digelar di Area Masjid

- Kementerian Agama menyampaikan, ada dua madrasah yakni MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang hanyut tak tersisa usai diterjang banjir.

Meski sudah tak ada lagi bangunannya, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) Madrasah terdampak bencana di Sumatera Barat tetap berjalan pasca banjir.

"Kedua MTs tersebut terdampak cukup berat dan MTs Selasar Air hanyut tak tersisa. Saat ini proses KBM dilaksanakan di area masjid," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno saat mengunjungi langsung ke MTs Selasar Air, Rabu (7/1/2026).

Di MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menyiapkan kelancaran proses belajar mengajar dengan baik.

"Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh menghadapi bencana. Negara hadir tidak hanya saat darurat, tetapi juga memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran," ungkapnya.

Suyitno menegaskan, keberlangsungan proses pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di satuan pendidikan yang terdampak cukup parah.

"Bantuan yang disalurkan Kemenag difokuskan untuk pemulihan sarana prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya," ujarnya.

Kemenag telah menyalurkan bantuan penanganan dampak bencana banjir pendidikan sebesar Rp 6,4 miliar untuk 64 madrasah dan RA di Sumatera Barat.

Rincian bantuan tersebut meliputi 22 Madrasah Negeri dengan total bantuan Rp 2,2 miliar; 29 Madrasah Swasta dengan total bantuan Rp 2,9 miliar, serta 13 RA dengan total bantuan Rp 1,3 miliar.

"Setiap lembaga penerima memperoleh Rp 100 juta, yang digunakan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, serta pemulihan lingkungan belajar," jelasnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat sekitar, wali murid, dan pihak terkait yang secara gotong royong membantu madrasah untuk bangkit kembali.

"Kami terus mendukung agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki melalui skema bantuan darurat maupun anggaran sarana prasarana," pungkasnya.

Tag:  #madrasah #sumbar #hanyut #tersisa #kegiatan #belajar #mengajar #digelar #area #masjid

KOMENTAR