Teka-teki Aksi Perampokan Bank Pakai Bor di Jerman yang Belum Terpecahkan
Foto yang diambil pada 29 Desember 2025 di Gelsenkirchen, Jerman barat, dan dibagikan oleh Kepolisian Gelsenkirchen, menunjukkan lubang besar di dinding brankas bank cabang Sparkasse setelah pelaku yang tidak dikenal membobolnya saat liburan Natal. Menurut laporan media pada 30 Desember 2025, nasabah bank yang khawatir berkumpul di depan bank untuk mencari tahu apa yang terjadi pada barang berharga mereka.(KEPOLISIAN GELSENKIRCHEN via AFP)
05:06
23 Februari 2026

Teka-teki Aksi Perampokan Bank Pakai Bor di Jerman yang Belum Terpecahkan

- Pada akhir pekan yang tenang setelah Natal, sekelompok orang merampok sebuah bank di jalan utama Kota Gelsenkirchen, Jerman, dengan mengebor dindingnya.

Mereka menjarah lebih dari 3.000 kotak penyimpanan dan membawa kabur jutaan euro. Lebih dari sebulan kemudian, polisi masih belum meringkus siapa pelakunya.

Para nasabah bank marah, kebingungan, serta syok. Beberapa di antara mereka mengaku kehilangan tabungan seumur hidup, perhiasan, serta barang berharga keluarga.

Peristiwa tersebut juga memunculkan rasa tidak percaya terhadap lembaga-lembaga resmi.

Kasus ini menimbulkan berbagai pertanyaan sulit, antara lain diajukan oleh Herbert Reul, Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Rhine-Westphalia Utara.

Baca juga: Duduk Perkara Perancis-Jerman Ribut soal Anggaran Pertahanan

Mengapa tidak ada yang menyadari atas apa yang terjadi? Apakah ini pekerjaan orang dalam?

Mengapa tidak ada yang mendengar suara mesin bor, dan bagaimana para pencuri tahu persis di mana brankas itu berada?

Apakah sistem keamanan bank terlalu lemah?

Kepolisian di Gelsenkirchen sejauh ini telah meminta masyarakat untuk memberikan kesaksian.

Penyelidik meyakini para pencuri kemungkinan memasuki bangunan Bank Sparkasse di Nienhofstrasse melalui tempat parkir bertingkat yang lokasinya memang berdekatan.

Baca juga: Jerman-Perancis Kisruh, Proyek Jet Tempur Generasi Ke-6 Terancam Gagal

Dalam keadaan normal, pintu tersebut tidak dapat dibuka dari luar, tetapi para pencuri memaksanya agar tetap terbuka.

Aksi inilah yang memungkinkan para pencuri dapat "mengakses gedung Sparkasse dari tempat parkir tanpa ada hambatan."

Dari sanalah, polisi meyakini orang-orang itu melewati beberapa sistem keamanan dan mengakses ruang arsip di sebelah brankas, di ruang bawah tanah bank.

Para pencuri mengebor lubang selebar 40cm di dinding yang mengarah ke brankas bank, tempat kotak penyimpanan.

Mereka percaya bahwa pelaku mungkin telah merusak pintu keluar di antara tempat parkir dan bank.

Baca juga: Indonesia Boyong Kapal Riset Kelautan dari Jerman

Pelaku disebut nyaris tertangkap

Perampokan itu terjadi antara Sabtu (27/12/2025) dan Senin (29/12/2025), menurut pihak berwenang. Para pencuri diyakini nyaris tertangkap sesaat sebelum mencapai brankas.

Tak lama setelah pukul 6.00 pagi pada 27 Desember, petugas pemadam kebakaran di Gelsenkirchen dan sebuah perusahaan keamanan swasta menerima peringatan kebakaran dari bank, yang mungkin dipicu oleh aksi kawanan pencuri.

Polisi dan 20 petugas pemadam kebakaran tiba di bank pada pukul 06.15 pagi, "tetapi tidak menemukan tanda-tanda kerusakan," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Alarm kebakaran berasal dari brankas, ungkap Herbert Reul.

Namun, petugas pemadam kebakaran tidak dapat masuk karena brankas tersebut tertutup rapat.

Reul mengatakan, mereka tidak melihat "asap, bau api, atau kerusakan," sehingga mereka menyimpulkan itu adalah alarm palsu, yang menurutnya bukanlah hal yang aneh.

Baca juga: Kanselir Jerman Sebut Rezim Iran Tinggal Menghitung Hari

Dia memberi tahu komite parlemen negara bagian bahwa polisi tidak berhak menggeledah bank pada saat itu.

Musababnya, bank tersebut berada di bawah yurisdiksi departemen pemadam kebakaran. Untuk menggeledah, mereka membutuhkan perintah pengadilan.

Setelah masuk ke dalam brankas, para pencuri membuka hampir semua dari total 3.250 kotak penyimpanan.

Mereka mengambil uang tunai, emas, serta perhiasan.

Reul menyatakan bahwa sistem komputer bank menunjukkan bahwa kotak penyimpanan pertama kali dibuka paksa pada pukul 10:45 pagi dan terakhir pukul 14:44 pada 27 Desember 2025.

Tidak jelas apakah mereka berhasil membuka sebagian besar kotak dalam waktu empat jam atau apakah teknologi tersebut berhenti merekam data.

Sejumlah saksi kemudian memberi tahu polisi bahwa mereka melihat beberapa pria di tangga garasi parkir membawa tas besar pada 28 Desember malam.

Baca juga: Buru Pelaku Sabotase Listrik, Jerman Bakal Beri Hadiah Rp 20 M

Kerugian disebut capai Rp 2 T

Ilustrasi pembobolanFreepik. Ilustrasi pembobolan

Pihak berwenang tidak mengetahui jumlah pasti yang dicuri, tetapi beberapa media Jerman memperkirakan bahwa para pencuri membawa kabur hingga 100 juta Euro (sekitar Rp 2 triliun)

Kemudian, polisi merilis foto dan video dari kamera pengawas di tempat parkir yang menunjukkan pria bertopeng dan dua mobil, sebuah Audi RS 6 hitam dan sebuah Mercedes Citan putih. Keduanya menggunakan plat nomor palsu.

Perampokan itu baru terungkap pada 29 Desember, ketika alarm kebakaran lain berbunyi pada Senin pukul 03.58 pagi. Petugas pemadam kebakaran kembali ke bank dan menemukan situasi porak-poranda.

Herbert Reul mengatakan tempat itu tampak seperti tempat pembuangan sampah, dengan lebih dari 500.000 barang berserakan di lantai: isi kotak penyimpanan yang ditinggalkan para pencuri.

Polisi menyatakan bahwa banyak barang rusak setelah para pencuri menyiramnya dengan air dan bahan kimia.

Baca juga: Trump Ngotot Ingin Kuasai Greenland, Jerman Ancam Boikot Piala Dunia 2026 di AS

Mereka semenjak saat itu memeriksa puing-puing, mencari petunjuk dan mencoba menentukan siapa pemilik setiap barang.

Saat detail perampokan terungkap, sekitar 200 nasabah berkumpul di luar Sparkasse, menuntut untuk diizinkan masuk. Polisi tiba dengan beberapa mobil patroli dan mengamankan pintu masuk.

Joachim Alfred Wagner, 63 tahun, mengatakan dia tidak hanya kehilangan emas senilai puluhan ribu euro, tetapi juga perhiasan milik ayah dan kakek-neneknya.

Dia menyewa kotak penyimpanan setelah beberapa kali terjadi pencurian di apartemennya, dan dia berpikir bahwa barang-barang berharganya akan aman di sana.

"Dan sekarang saya menangis karena marah," ujarnya.

Pihak bank menyatakan bahwa isi kotak penyimpanan biasanya diasuransikan sebesar 10.300 Euro per kotak.

Baca juga: Pasukan Pengintai Jerman Cuma Bertahan 44 Jam di Greenland, Ada Apa?

Bank klaim keamanan gunakan teknologi canggih

Ilustrasi pencurian.KOMPAS.COM/Shutterstock Ilustrasi pencurian.

Wagner adalah salah satu orang pertama yang mengajukan gugatan terhadap bank tersebut, menuntut ganti rugi atas apa yang digambarkan oleh pengacaranya, Daniel Kuhlmann, sebagai minimnya pengamanan di bank tersebut.

Warga lainnya telah menyimpan uang tunai sebesar 400.000 euro dari penjualan sebuah apartemen, yang dimaksudkan untuk masa pensiunnya.

Pihak bank menyatakan bahwa mereka telah menjadi korban kejahatan dan bahwa fasilitas mereka "diamankan dengan teknologi canggih yang sudah diakui".

Walaupun sejumlah nasabah memiliki tanda terima resmi untuk isi kotak penyimpanan mereka, tetapi nasabah lainnya mengaku tidak memilikinya.

"Bahkan Bank Tabungan pun tidak tahu apa yang ada di dalam kotak-kotak itu, karena setiap orang dapat menyimpan apa pun yang mereka inginkan," kata Herbert Reul.

Dia menekankan bahwa dampak psikologis tidak boleh diremehkan.

Baca juga: Cuma Bertahan 44 Jam, Pasukan Jerman Mendadak Tinggalkan Greenland

"Kita perlu membantu para korban," ujarnya.

"Bagi banyak orang, ini melampaui sekadar kehilangan harta benda; ini juga dapat memengaruhi kepercayaan mereka terhadap keselamatan mereka sendiri dan... kepercayaan mereka terhadap hukum dan ketertiban kita," tambahnya.

Kepala Kepolisian Tim Frommeyer mengatakan bahwa ini adalah "salah satu kasus kriminal paling serius dalam sejarah negara bagian Rhine Utara-Westphalia."

"Departemen saya dan semua karyawannya menyadari besarnya kasus ini. Kerugian finansial, ketidakpastian, dan frustrasi sangat mendalam!"

Tak lama setelah perampokan ditemukan, partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) mengadakan demonstrasi di luar bank, yang menyebabkan beberapa pihak menuduh partai tersebut mencoba menghasut kerusuhan.

Majalah Jerman Der Spiegel menyatakan bahwa perampokan tersebut telah menjadi isu politik dan simbol dari sesuatu yang lebih besar daripada kejahatan itu sendiri:

"Perasaan bahwa janji-janji keamanan itu kosong, bahwa lembaga-lembaga gagal dan bahwa, pada akhirnya, tidak ada yang dimintai pertanggungjawaban."

Tag:  #teka #teki #aksi #perampokan #bank #pakai #jerman #yang #belum #terpecahkan

KOMENTAR