Pemerintah Ungkap Alasan Tetap Impor Jagung dari AS
–Pemerintah buka suara soal kebijakan tetap membuka keran impor jagung dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini ditegaskan bukan tanpa alasan, melainkan untuk memastikan pasokan bahan baku industri makanan dan minuman (MaMin) tetap terjaga.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari ketentuan dalam Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang memberikan akses impor jagung asal AS dengan volume tertentu setiap tahun.
”Ketentuan ini mengatur bahwa Indonesia memberikan akses impor jagung asal AS untuk peruntukan bahan baku industri makanan dan minuman dengan volume tertentu per tahun,” ujar Haryo dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2).
Menurut dia, kebutuhan impor jagung untuk industri MaMin pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta ton. Angka tersebut disesuaikan dengan kebutuhan produksi dalam negeri yang terus meningkat seiring pertumbuhan industri.
Haryo menegaskan, jagung asal AS dipilih karena memiliki spesifikasi dan standar mutu yang sesuai dengan kebutuhan industri makanan dan minuman nasional. Itu artinya, impor dilakukan bukan semata-mata untuk menggantikan produksi dalam negeri, tetapi untuk memenuhi standar kualitas tertentu yang dibutuhkan pelaku industri.
Lebih jauh, dia menekankan pentingnya kebijakan ini bagi keberlanjutan sektor MaMin yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Industri makanan dan minuman tercatat berkontribusi sebesar 7,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Tak hanya itu, sektor ini juga menyumbang sekitar 21 persen dari total ekspor industri non migas, atau setara USD 48 miliar. Dari sisi ketenagakerjaan, industri MaMin diproyeksikan mampu menyerap hingga 6,7 juta tenaga kerja pada 2025.
”Ketentuan ini penting untuk Indonesia dalam rangka memastikan kecukupan bahan baku utama pada industri makanan dan minuman,” tukas Haryo.
Tag: #pemerintah #ungkap #alasan #tetap #impor #jagung #dari