6 Cara Tambah Air Aki Mobil yang Benar Biar Nggak Cepat Soak, Jangan Asal Isi
- Banyak pemilik mobil menganggap menambah air aki adalah hal sepele yang bisa dilakukan kapan saja tanpa prosedur khusus.
Padahal, kalau kamu melakukannya dengan cara yang salah, bukan cuma usia aki yang jadi lebih pendek, tapi juga bisa mengganggu kinerja sistem kelistrikan mobil secara keseluruhan.
Supaya aki mobil kamu tetap awet dan mampu menyuplai listrik secara optimal, proses penambahan air aki harus dilakukan dengan benar dan aman.
Nah, berikut panduan lengkap yang bisa kamu ikuti agar aki tidak cepat rusak atau soak seperti dirangkum dari laman Wuling Indonesia.
1. Siapkan Alat dan Bahan Sebelum Mulai
Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
Beberapa peralatan seperti obeng minus berukuran sedang, kunci pas nomor 10, serta air aki biru berkualitas harus sudah tersedia sebelum kamu mulai proses pengisian.
Selain itu, jangan lupa gunakan sarung tangan karet dan kacamata pelindung untuk menjaga keamanan. Cairan dalam aki mengandung zat kimia yang cukup berbahaya jika terkena kulit atau mata.
Pastikan juga kamu bekerja di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar proses pengisian berjalan aman.
2. Matikan Mesin dan Lepaskan Kabel Aki
Sebelum menambah air aki, pastikan kamu sudah mematikan mesin kendaraan dan mencabut kunci kontak. Langkah ini penting untuk menghindari risiko korsleting saat kamu membuka bagian aki.
Setelah itu, lepaskan kabel aki bagian negatif menggunakan kunci pas. Prosedur ini wajib dilakukan karena aki mengandung asam sulfat yang bisa berbahaya jika terjadi percikan listrik.
Dengan memutus arus listrik terlebih dahulu, kamu bisa bekerja dengan lebih aman selama proses pengisian.
3. Buka Tutup Sel Aki Secara Perlahan
Selanjutnya, kamu bisa mulai membuka tutup sel aki menggunakan obeng minus. Umumnya, aki mobil memiliki enam sel yang harus dibuka satu per satu dengan cara diputar berlawanan arah jarum jam.
Sebelum membuka tutupnya, bersihkan terlebih dahulu area sekitar sel aki agar tidak ada debu atau kotoran yang masuk ke dalam.
Jika kotoran sampai masuk, bisa mempengaruhi kualitas cairan di dalam aki dan mengganggu performanya.
4. Periksa Level Air di Setiap Sel
Setelah semua tutup sel terbuka, kamu perlu memeriksa ketinggian air aki pada masing-masing sel.
Di dalam aki biasanya terdapat batas minimum dan maksimum yang menjadi patokan level cairan.
Pastikan air aki tidak berada di bawah garis minimum karena bisa menyebabkan sel aki cepat rusak. Namun, jangan juga mengisi hingga melebihi batas maksimum karena dapat memicu kebocoran saat mobil digunakan.
5. Tambahkan Air Aki Biru Secukupnya
Gunakan air aki biru atau air suling yang sudah melalui proses demineralisasi untuk menambah cairan pada setiap sel. Tuangkan secara perlahan hingga mencapai batas ideal yang ditentukan.
Agar lebih rapi, kamu bisa menggunakan corong kecil saat menuangkan air aki. Hal ini bertujuan untuk menghindari tumpahan cairan yang dapat menyebabkan korosi pada bagian sekitar aki atau komponen mobil lainnya.
6. Tutup Kembali Sel Aki dengan Rapat
Setelah semua sel terisi sesuai batas yang dianjurkan, langkah terakhir adalah menutup kembali setiap tutup aki dengan rapat.
Pastikan tidak ada tutup yang longgar agar cairan di dalamnya tidak bocor saat mobil digunakan.
Terakhir, bersihkan permukaan aki dari sisa cairan yang mungkin menempel menggunakan lap kering.
Setelah itu, pasang kembali kabel aki seperti semula dan pastikan terhubung dengan kuat agar sistem kelistrikan mobil kamu kembali bekerja normal.
Tag: #cara #tambah #mobil #yang #benar #biar #nggak #cepat #soak #jangan #asal