Seberapa Sering Harus Mengganti Sikat Gigi? Ini Kata Dokter
Ilustrasi sikat gigi.(Unsplash/superkitina)
07:06
22 Mei 2026

Seberapa Sering Harus Mengganti Sikat Gigi? Ini Kata Dokter

- Penggunaan sikat gigi yang terlalu lama dapat membuat kebersihan mulut terganggu. Bulu sikat yang mulai rusak juga membuat proses membersihkan gigi menjadi kurang maksimal.

Dokter gigi mengatakan bahwa mengganti sikat gigi secara rutin penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi. 

Selain membantu membersihkan plak dengan optimal, kebiasaan ini juga dapat mengurangi risiko infeksi bakteri di mulut.

Baca juga: Sudah Rajin Sikat Gigi, Mengapa Tetap Bau Mulut?

Seberapa sering sikat gigi harus diganti?

Idealnya sikat gigi diganti setiap tiga bulan sekali

Dokter gigi spesialis ortodonti bersertifikat, Marina Gonchar, D.M.D., mengatakan bahwa sikat gigi idealnya diganti setiap tiga bulan sekali.

“Kamu sebaiknya mengganti sikat gigi setiap tiga bulan,” kata Gonchar, seperti disadur Prevention, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, setelah digunakan selama tiga bulan, bulu sikat biasanya mulai rusak dan melebar sehingga tidak lagi efektif membersihkan plak di sela-sela gigi.

“Setelah tiga bulan, bulu sikat biasanya mulai patah dan mekar. Hal ini membuat sikat gigi kurang efektif menghilangkan plak dan bahkan bisa menyebabkan iritasi pada gusi,” ujar Gonchar.

Tak hanya itu, penggunaan terlalu lama juga meningkatkan risiko penumpukan bakteri pada sikat gigi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mulut apabila sikat tetap digunakan terus-menerus.

Aturan ini berlaku baik untuk sikat gigi manual maupun kepala sikat pada sikat gigi elektrik.

Juru bicara konsumen dari American Dental Association (ADA), Matthew J. Messina, D.D.S., mengatakan kepala sikat gigi elektrik juga perlu diganti setiap tiga hingga empat bulan.

“Kepala sikat gigi elektrik sebaiknya diganti setiap tiga hingga empat bulan, atau lebih cepat jika bulu sikat mulai rusak,” kata Messina.

Baca juga: Sikat Gigi Saat Pagi, Baiknya Sebelum atau Sesudah Sarapan?

Kenali tanda-tanda sikat gigi sudah harus diganti

Selain menghitung usia pemakaian, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa sikat gigi sudah waktunya dibuang.

Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah bulu sikat yang mulai mekar, bengkok, atau berubah warna. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan sikat untuk membersihkan plak sudah menurun.

Gonchar menjelaskan, bahwa sikat gigi yang sudah lama dipakai biasanya juga menimbulkan rasa kurang bersih setelah digunakan.

“Pertimbangan lain adalah jika Anda merasa gigi tidak lagi terasa bersih setelah menyikat gigi atau muncul bau tidak sedap dari sikat gigi,” ujar Gonchar.

Banyak orang tetap memakai sikat gigi meski bentuk bulunya sudah melebar karena merasa sayang untuk mengganti. Padahal, sikat yang rusak justru dapat melukai gusi dan membuat proses menyikat gigi menjadi tidak nyaman.

Karena itu, penting memperhatikan kondisi fisik sikat gigi, bukan hanya berdasarkan lamanya penggunaan.

Sikat gigi juga perlu diganti setelah sakit

Kebiasaan yang sering dilupakan banyak orang adalah mengganti sikat gigi setelah sembuh dari flu, batuk, atau infeksi lainnya.

Menurut Gonchar, bakteri dan virus bisa saja masih menempel pada bulu sikat sehingga meningkatkan risiko kontaminasi ulang.

“Disarankan mengganti sikat gigi setelah flu atau pilek untuk mencegah kontaminasi ulang bakteri berbahaya di mulut,” kata Gonchar.

Hal ini penting terutama jika seseorang baru sembuh dari sakit tenggorokan, infeksi mulut, atau flu berat. Mengganti sikat gigi baru dapat membantu menjaga kebersihan mulut tetap optimal.

Selain itu, penyimpanan sikat gigi juga perlu diperhatikan. Sikat gigi sebaiknya disimpan di tempat terbuka agar cepat kering dan tidak lembap, karena kondisi lembap memudahkan bakteri berkembang.

Terlalu lama memakai sikat gigi bisa memicu masalah mulut

Menggunakan sikat gigi terlalu lama bukan hanya membuat gigi terasa kurang bersih, tetapi juga meningkatkan risiko masalah kesehatan mulut.

Messina mengatakan bahwa efektivitas sikat gigi akan menurun seiring waktu karena bulu sikat mulai aus.

Baca juga: Mengapa Harus Langsung Sikat Gigi Setelah Minum Manis? Ini Kata Dokter

“Tidak mengganti sikat gigi secara rutin dapat memengaruhi seberapa baik gigi dibersihkan,” ujar Messina.

Sementara itu, Gonchar menambahkan bahwa bulu sikat yang rusak bisa melukai gusi dan menyebabkan gusi turun atau resesi gusi.

“Bulu sikat yang patah dapat menyebabkan kerusakan pada gusi dan meningkatkan risiko infeksi mulut serta bau mulut,” kata Gonchar.

Tak hanya itu, bulu sikat yang kasar juga bisa merusak enamel atau lapisan luar gigi. Jika enamel terus terkikis, gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan panas, dingin, atau manis.

Karena itu, mengganti sikat gigi secara rutin menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk menjaga kesehatan mulut dalam jangka panjang.

Tag:  #seberapa #sering #harus #mengganti #sikat #gigi #kata #dokter

KOMENTAR