Rudal AS Nyaris Habis gegara Bela Israel, Sekutu Ketar-ketir Hadapi China dan Korut
Ilustrasi rudal AS.(AFP/DoD/SCOTT HOWE)
07:42
22 Mei 2026

Rudal AS Nyaris Habis gegara Bela Israel, Sekutu Ketar-ketir Hadapi China dan Korut

Amerika Serikat dilaporkan telah menghabiskan hampir separuh stok rudal pencegat anti-balistiknya untuk membantu mempertahankan Israel dari serangan Iran.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di Pentagon soal kemampuan militer AS menghadapi ancaman lain di berbagai kawasan dunia, termasuk dari China dan Korea Utara.

Dalam perang melawan Iran, sebagaimana dilansir The Telegraph pada Kamis (21/5/2026), AS disebut telah menembakkan sekitar 200 rudal atau setengah dari total persediaan rudal pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Baca juga: Malaysia Marah Norwegia Batal Kirim Rudal, padahal Sudah Bayar 95 Persen

Selain itu, militer AS juga disebut telah meluncurkan lebih dari 100 rudal Standard Missile-3 dan Standard Missile-6. Jumlah itu lebih besar dibandingkan Israel yang menggunakan sekitar 100 rudal Arrow dan 90 rudal David’s Sling.

“Secara total, AS menembakkan sekitar 120 rudal pencegat lebih banyak dan menghadapi dua kali lebih banyak rudal Iran,” kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Sekutu AS mulai cemas

Cepatnya penurunan stok pertahanan udara AS disebut membuat sejumlah sekutu Washington khawatir.

Jepang dan Korea Selatan dilaporkan menjadi negara yang paling mencemaskan dampaknya karena keduanya menghadapi ancaman keamanan dari China dan Korea Utara.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan kepada The Washington Post bahwa Israel dan AS telah berbagi beban pertahanan secara seimbang.

“Baik Israel maupun Amerika Serikat memikul beban pertahanan secara adil,” ujar Parnell.

Ia menambahkan bahwa rudal pencegat balistik hanyalah salah satu bagian dari jaringan pertahanan udara berlapis milik AS.

“Rudal pencegat balistik hanyalah satu alat dalam jaringan besar sistem dan kemampuan yang membentuk pertahanan udara terintegrasi dan berlapis,” katanya.

Israel sebut perang untungkan kedua negara

Pihak Kedutaan Besar Israel di Washington membela kerja sama militer tersebut.

Dalam pernyataannya kepada The Washington Post, perang melawan Iran disebut menguntungkan kedua negara beserta sekutunya.

“AS tidak memiliki mitra lain dengan kemauan militer, kesiapan, kepentingan bersama, dan kemampuan seperti Israel,” kata juru bicara Kedutaan Israel.

Baca juga: AS Mengira Iran Lumpuh, Ternyata Basis Rudal Teheran Sudah Aktif Lagi

Trump dikritik basis pendukungnya sendiri

Presiden AS Donald Trump mulai melancarkan serangan terhadap Iran sejak akhir Februari.

Langkah itu sempat memicu kritik dari basis pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA) yang menuduh Trump meninggalkan slogan “America First” karena dianggap terseret perang di Timur Tengah demi kepentingan Israel.

Beberapa hari setelah serangan pertama terjadi, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sempat menyatakan bahwa Washington bertindak setelah mendapat informasi Israel akan menyerang Iran. Namun, Rubio kemudian menarik kembali pernyataan tersebut.

Gencatan senjata masih rapuh

Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?Chat GPT Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?

Meski Trump berulang kali mengeklaim perang bisa segera berakhir, konflik tetap berlangsung selama berbulan-bulan.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran bahkan sempat mengguncang pasokan minyak global dan membuat harga energi melonjak tajam.

Saat ini gencatan senjata telah berlangsung selama beberapa pekan, sementara kedua negara masih berupaya mencari jalan mengakhiri perang.

Namun Trump menegaskan, AS siap kembali melanjutkan operasi militer bila perundingan damai gagal.

“Percayalah kepada saya, jika kami tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan bergerak sangat cepat. Kami semua siap bergerak,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu.

Trump menambahkan bahwa dirinya mungkin masih bersedia menunggu “beberapa hari” lagi sebelum mengambil keputusan berikutnya.

Baca juga: Belajar dari Perang Iran, Pentagon Kini Cari Rudal Murah Meriah

Tag:  #rudal #nyaris #habis #gegara #bela #israel #sekutu #ketar #ketir #hadapi #china #korut

KOMENTAR