BEI: 8 Calon Emiten Antre Masuk Bursa, 5 Perusahaan Punya Aset Besar
- Minat perusahaan untuk menghimpun dana di pasar modal masih terjaga pada awal 2026. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada delapan perusahaan yang masuk dalam antrean Initial Public Offering (IPO).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan hingga 20 Februari 2026 ada delapan perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham.
“Sampai dengan 20 Februari 2026 telah tercatat nol perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Hingga saat ini, terdapat delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).
Baca juga: BEI Catat 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen
Dari sisi skala aset, ada lima calon emiten yang mengantre merupakan perusahaan beraset besar atau di atas Rp 250 miliar, dan tiga beraset menengah atau antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar.
Secara sektoral, ada dua perusahaan di bidang basic materials, dua di sektor financials, selebihnya berasal dari sektor consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, energy, industrials, serta transportation and logistic.
Lebih jauh, PT Mandiri Sekuritas Indonesia mengungkap rencananya membawa empat hingga lima super lighthouse company atau perusahaan super mercusuar untuk mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal.
Aksi korporasi berskala besar itu diproyeksikan akan digelar pada 2026. Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, mengatakan minat perusahaan untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terus meningkat dan mulai terlihat jelas untuk tahun depan.
Mandiri Sekuritas saat ini tengah memantau empat hingga lima perusahaan yang berpotensi melakukan IPO. Bahkan seluruh perusahaan tersebut kemungkinan besar akan masuk ke pasar modal di tahun depan.
“Ya tahun depan sih saya baru lihat IPO ya. Right issue saya belum lihat, tapi banyak yang benar-benar mau ke capital market sih banyak tahun depan. Saya sih, at least ada empat hingga lima yang kita lagi liatin, itu seharusnya akan masuk ke capital market tahun depan semua,” ujar Oki saat gelaran Economic and Market Outlook 2026, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
Baca juga: OJK Bongkar Pelanggaran IPO, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi
Empat hingga lima calon emiten yang sedang dipantau Mandiri Sekuritas baru merupakan tahap awal dari pipeline IPO tahun depan.
Oki menyebut pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan tersebut masih akan berlanjut. Bahkan ia yakin jumlah perusahaan yang akan melantai di pasar modal akan bertambah.
Keyakinannya semakin besar karena daftar itu baru berasal dari Mandiri Sekuritas saja, belum termasuk pipeline yang dimiliki para underwriter lain. Menurutnya, jika seluruh potensi tersebut digabungkan, pasar IPO tahun depan akan jauh lebih ramai dan lebih menarik dibanding tahun sebelumnya.
“IPO kira-kira segitu. Itu baru itu awal ya, belum ngobrol lebih panjang lagi. Jadi menurut saya sih confident. Lagipula itu baru kita ya, belum underwriter yang lain. Jadi seharusnya sih lebih marah, lebih menarik,” paparnya.
Ketika ditanya mengapa prospek IPO tahun depan diyakini lebih menarik, Oki menilai narasi besar tentang perekonomian Indonesia semakin terbuka dan terlihat jelas.
Tahun sebelumnya dianggap sebagai masa transisi, dan kini pasar mulai memahami arah kebijakan pemerintahan baru.
Kondisi tersebut membuat investor, baik domestik maupun global, semakin nyaman dalam mengambil keputusan.
Meski tantangan geopolitik dan ketidakpastian global masih ada, ia menilai pasar modal Indonesia tetap bergerak maju dengan fundamental ekonomi yang kuat.
“Ya sekarang seharusnya story-nya pada Indonesia tuh makin lama makin ke-revealed gitu ya. Jadi berarti yang kemarin baru transisi, kemudian kita kan baru ngelihat, ‘oh ini pemerintahan baru seperti apa’, kemudian everyone investors udah mulai comfortable, dan ya geopolitik masih challenging, masih ada uncertainty-nya, tapi kalau kita lihat di pasar modal kita kan maju terus. Fundamental kita bagus semua. Jadi bagus banget,” beber Oki.
Tag: #calon #emiten #antre #masuk #bursa #perusahaan #punya #aset #besar