



Orang yang Sering Gonta-Ganti Pasangan dalam Hubungan Romantis Cenderung Punya 8 Ciri Kepribadian Ini, Menurut Psikologi
- Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa orang cenderung sering gonta-ganti pasangan dalam hubungan romantis?
Menurut psikologi, ada berbagai faktor yang memengaruhi pola ini, yang tidak hanya berhubungan dengan ketidakcocokan antara pasangan.
Orang yang sering berganti pasangan umumnya memiliki ciri kepribadian tertentu yang memengaruhi cara mereka menjalani hubungan.
Artikel ini akan membahas beberapa ciri kepribadian yang sering kali ditemukan pada orang yang cenderung menggonta-ganti pasangan, serta bagaimana hal tersebut berhubungan dengan kebiasaan mereka dalam hubungan romantis.
Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Sabtu (30/11), berikut merupakan 8 ciri kepribadian yang dimiliki oleh orang yang sering gonta-ganti pasangan dalam hubungan romantis, menurut psikologi.
1. Impulsivitas Tinggi
Orang dengan impulsivitas yang tinggi cenderung membuat keputusan cepat tanpa pertimbangan matang.
Dalam hal hubungan, mereka sering kali terjebak dalam godaan untuk mencoba hal-hal baru atau memulai hubungan baru hanya karena dorongan sesaat.
Mereka lebih tertarik pada perasaan seru dan kepuasan yang datang dengan memulai hubungan baru daripada berpikir panjang tentang apakah hubungan tersebut akan bertahan lama.
Orang-orang seperti ini cenderung tidak mempertimbangkan nilai kedalaman hubungan atau apakah pasangan tersebut benar-benar cocok, dan inilah yang membuat mereka sering kali berpindah atau berganti pasangan.
2. Mencari Kebaruan dan Kegembiraan
Kebanyakan orang yang sering ganti pasangan cenderung merasa terstimulasi oleh kebaruan dan kegembiraan yang datang dengan hubungan baru.
Setiap kali mereka bertemu orang baru dan merasakan perasaan jatuh cinta, mereka merasa hidup lebih berwarna.
Meski mereka mungkin peduli pada pasangan mereka, mereka cenderung cepat bosan ketika hubungan mulai terasa seperti rutinitas.
Kebaruan inilah yang menjadi daya tarik yang kuat, dan saat hubungan mulai stabil dan nyaman, mereka merasa kehilangan kegembiraan dan mulai mencari pasangan baru untuk merasakan sensasi yang sama lagi.
3. Rendahnya Harga Diri
Orang dengan harga diri rendah sering kali mencari pengakuan eksternal, salah satunya melalui hubungan romantis.
Di awal hubungan, perhatian dan kasih sayang dari pasangan cenderung memberikan mereka rasa dihargai yang bisa meningkatkan harga diri mereka.
Namun, seiring berjalannya waktu dan kebaruan hubungan telah hilang, mereka kembali merasa tidak cukup dihargai.
Hal inilah yang mendorong mereka untuk mencari pasangan baru yang bisa memberikan perhatian dan validasi yang mereka butuhkan.
Pola ini akan terus berulang karena mereka bergantung pada pengakuan dari luar untuk merasa berharga.
4. Kesulitan dengan Kedekatan Emosional
Bagi sebagian orang, kedekatan emosional dalam hubungan bisa terasa sangat menakutkan. Mereka merasa cemas jika harus membuka diri sepenuhnya kepada pasangan dan menunjukkan sisi rentan mereka.
Takut akan penolakan atau diekspos dengan kekurangannya, membuat mereka menjaga jarak dalam hubungan.
Ketika pasangan mulai menunjukkan keinginan untuk mendekat atau berbagi perasaan yang lebih dalam, orang ini akan merasa tidak nyaman dan memilih untuk mengakhiri hubungan atau berpindah ke pasangan lain yang memberi mereka ruang lebih.
Mereka lebih suka hubungan yang lebih dangkal dan tidak terlalu menuntut keterbukaan emosional.
5. Kepercayaan Diri Tinggi
Orang dengan kepercayaan diri yang tinggi cenderung merasa yakin bahwa mereka pantas mendapatkan hubungan yang terbaik.
Mereka percaya bahwa jika hubungan yang ada tidak lagi memuaskan atau tidak sesuai dengan harapan mereka, mereka bisa dengan mudah berpindah ke pasangan baru yang lebih memenuhi keinginan mereka.
Mereka merasa bahwa mereka bisa menarik pasangan baru kapan saja dan tidak takut untuk mencari hubungan yang lebih cocok dengan diri mereka.
Kepercayaan diri inilah yang sering kali membuat mereka tidak bertahan dalam hubungan yang dianggap tidak memuaskan, karena mereka yakin ada lebih banyak pilihan yang bisa mereka coba.
6. Kesulitan dengan Penyelesaian Konflik
Orang yang sering mengganti pasangan cenderung menghindari konflik atau perbedaan pendapat dalam hubungan.
Daripada berusaha menyelesaikan masalah yang muncul, mereka lebih memilih untuk mengakhiri hubungan dan memulai hubungan yang baru dengan orang lain.
Mereka merasa bahwa menghindari konfrontasi atau perbedaan lebih mudah daripada mencoba memperbaiki masalah yang ada.
Hal ini menciptakan pola hubungan yang tidak berkembang, karena setiap kali ada ketegangan, mereka memilih untuk pergi daripada menghadapi masalah dan mencari solusi.
7. Ketakutan terhadap Komitmen
Ketakutan terhadap komitmen sering kali muncul karena seseorang merasa takut kehilangan kebebasan atau merasa terjebak dalam hubungan yang satu.
Ketakutan ini menyebabkan mereka terus mencari pasangan baru, agar tetap memiliki opsi terbuka dan tidak merasa terikat secara emosional.
Meskipun mereka mungkin ingin hubungan yang serius, ketakutan untuk berkomitmen sepenuhnya membuat mereka sulit untuk menetap dalam hubungan jangka panjang.
8. Trauma Masa Lalu
Trauma dari hubungan sebelumnya, seperti pengkhianatan atau perasaan ditinggalkan, dapat meninggalkan bekas yang mendalam.
Ketakutan akan rasa sakit yang sama di masa lalu membuat mereka enggan untuk membuka hati dan sepenuhnya percaya pada pasangan.
Mereka lebih memilih untuk mengakhiri hubungan begitu ada tanda-tanda kerentanannya muncul, karena mereka merasa lebih aman dengan menjaga jarak emosional.
Hal inilah yang sering kali mencegah mereka untuk membangun hubungan yang lebih dalam dan bertahan lama, karena trauma masa lalu yang terus menghalangi mereka untuk berkomitmen sepenuhnya.
Tag: #orang #yang #sering #gonta #ganti #pasangan #dalam #hubungan #romantis #cenderung #punya #ciri #kepribadian #menurut #psikologi