



5 Alasan Mengapa Seseorang Harus Selektif dalam Memilih Pasangan, Salah Satunya Berpikir Jangka Panjang
- Banyak orang lajang dianggap terlalu pilih-pilih, namun menjadi selektif tidak selalu buruk. Di sini, pilih-pilih berarti berhati-hati dalam memilih pasangan, bukan sekadar mencari kriteria fisik atau materi tertentu.
Dalam dunia kencan daring saat ini, sangat penting untuk tetap cermat dan fokus, mengingat aplikasi kencan bisa memicu impulsivitas.
Meski penting untuk terbuka, kamu juga perlu tahu apa yang dicari dalam hubungan dan pasangan. Kamu juga berhak menentukan apa yang dibutuhkan dan hal-hal yang tidak dapat kamu kompromikan, tanpa dianggap terlalu menuntut.
Merangkum psychologytoday.com, berikut ini berbagai alasan seseorang harus selektif ketika memilih pasangan, salah satunya berpikir jangka panjang.
1. Intuisi bisa menjadi kekuatan
Kamu paling tahu apa yang terasa benar atau tidak bagi dirimu sendiri. Seperti pepatah "Di mana ada asap, di situ ada api," percayalah pada instingmu. Jika sesuatu terasa aneh atau tidak tepat, kamu berhak untuk mengakhiri hubungan atau situasi tersebut kapan saja.
Kamu tidak perlu alasan apapun apabila sesuatu atau seseorang membuat dirimu merasa tidak nyaman atau buruk dalam memandang diri sendiri. Keputusan dalam menjaga kesejahteraanmu sepenuhnya ada di tanganmu sendiri.
2. Tidak harus merasa puas
Apabila kamu sudah lama berpacaran atau merasa tekanan untuk menikah, kamu mungkin tergoda agar tetap bersama seseorang hanya demi punya hubungan, walau pasangan tersebut tidak benar-benar memberi kebahagiaan. Terkadang, rasa takut akan kesendirian atau keyakinan bahwa ini menjadi hal terbaik yang bisa didapatkan dan membuatmu bertahan dalam hubungan yang kurang memuaskan.
Ini bukan situasi yang sehat. Jika kamu merasa terjebak dalam hubungan karena rasa nyaman atau takut, ingatlah bahwa dirimu layak mendapatkan yang lebih baik. Ada masa depan yang lebih cerah menantimu, dan kamu berhak berada dalam hubungan yang membuatmu merasa dihargai dan bahagia.
3. Nilai dan preferensi itu penting
Meskipun telah menerima penolakan, kamu perlu tetap menekankan pentingnya memiliki nilai yang sama dengan pasangan. Jangan ragu untuk bertanya dan memastikan apakah nilai-nilaimu sejalan dengan calon pasangan. Misalnya, kamu berhak menginginkan pasangan dengan keyakinan politik atau agama yang serupa.
Apabila hal tersebut penting bagimu, maka hal ini sepenuhnya wajar. Akan tetapi, jika tidak, mungkin itu bukan pertimbangan utama. Nilai lain yang perlu dipertimbangkan bisa mencakup keluarga, keinginan memiliki anak, atau tujuan karier. Intinya, dalam hubungan yang sehat, penting untuk berbagi atau mendukung nilai dan keyakinan satu sama lain.
4. Menjadi pilihan yang harus dijalani
Jika kami lajang atau mencari pasangan, mungkin kamu pernah menerima saran yang tidak diminta dari teman atau keluarga, bahkan biasanya dari mereka yang sudah berpasangan. Seringkali saran tersebut berbentuk perintah seperti "Jangan terlalu pilih-pilih" atau "Bersikaplah lebih terbuka."
Meskipun niat mereka baik, namun kamu berhak menentukan pilihan dan memutuskan apa yang tepat bagimu. Penting supaya tetap fokus pada apa yang penting untukmu, bukan pada apa yang dianggap penting oleh orang lain. Akhirnya, kamu harus jujur pada diri sendiri tentang apa yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan.
5. Berpikir jangka panjang
Saat berkencan dengan harapan hubungan jangka panjang, cobalah supaya mempertimbangkan implikasi jangka panjang. Kamu mungkin mempunyai chemistry yang hebat, tetapi juga perlu memikirkan apakah kalian memiliki harapan dan tujuan yang sejalan.
Pertimbangkan apakah pasangan akan menjadi orang tua yang baik, mendukung saat sulit, dan apakah rencana pribadi serta karier kalian cocok atau saling mengganggu. Meski perubahan dan kompromi mungkin terjadi, ada batasan di mana seseorang mungkin tidak mampu atau tidak ingin berubah.
Tag: #alasan #mengapa #seseorang #harus #selektif #dalam #memilih #pasangan #salah #satunya #berpikir #jangka #panjang