3 Dampak Kurang Tidur yang Nyata pada Kulit Wajah
– Kurang tidur tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh, tetapi juga terlihat jelas pada kondisi kulit wajah.
Wajah bisa tampak lebih kusam, muncul lingkar hitam di bawah mata, hingga jerawat yang lebih mudah muncul.
Dokter spesialis kulit James Kilgour menyebut, saat tidur tubuh sebenarnya sedang melakukan proses perbaikan, termasuk pada kulit.
Baca juga: Olahraga Berlebihan Justru Bikin Kulit Lebih Cepat Menua, Ini Kata Ahli
“Tidur adalah salah satu faktor paling penting untuk kesehatan kulit, tetapi sering diabaikan,” ujar Kilgour, seperti dikutip dari Real Simple, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Kilgour, saat tidur nyenyak, tubuh meningkatkan aliran darah ke kulit, memproduksi kolagen, serta mempercepat proses regenerasi sel. Tanpa waktu istirahat yang cukup, proses ini tidak berjalan optimal.
Dampak Kurang Tidur bagi Kulit Wajah
1. Kulit menjadi lebih kusam dan kering
Kurang tidur membuat proses perbaikan kulit terganggu sehingga kulit tampak kusam dan kurang segar.
Menurut dokter spesialis kulit Ellen Marmur, kulit yang tidak mendapat waktu istirahat cukup akan lebih sulit memperbaiki diri.
Baca juga: Rahasia Kulit Glowing dan Sehat Selama Puasa Ramadhan
Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, mudah iritasi, dan lebih rentan mengalami garis halus.
Selain itu, fungsi skin barrier juga melemah sehingga kelembapan mudah hilang dan kulit menjadi lebih sensitif.
“Kita dapat melihat fungsi pelindung kulit yang terganggu dan penyembuhan peradangan atau jerawat yang lebih lambat,” imbuh Kilgour.
Baca juga: Waspada Kosmetik Ilegal, Mengandung Bahan Berbahaya dan Bisa Picu Kerusakan Kulit Permanen
Ilustrasi
2. Jerawat dan peradangan lebih mudah muncul
Kurang tidur dapat memicu peningkatan hormon stres atau kortisol yang berdampak pada kulit.
Dokter spesialis kulit Hallie McDonald menjelaskan, peningkatan kortisol dapat meningkatkan produksi minyak berlebih, yang kemudian memicu jerawat.
Senada dengan hal tersebut, Kilgour menyebut kondisi ini juga dapat memperparah peradangan kulit seperti eksim atau psoriasis. Menurutnya, kurang tidur dan stres menjadi pemicu yang paling umum terkait situasi ini.
Baca juga: Penyebab Kulit Siku Kering dan Gatal, serta Cara Mengatasinya
Selain itu, Marmur mencatat bahwa kurang tidur juga meningkatkan peradangan dalam tubuh yang bisa muncul sebagai kemerahan atau iritasi pada kulit.
Marmur menambahkan bahwa hubungan antara kualitas tidur dan kesehatan kulit begitu erat hingga memiliki istilah khusus, yaitu brain skin axis.
Istilah ini merujuk pada konsep dalam psikodermatologi yang menjelaskan bagaimana stres dan sistem saraf dapat memengaruhi kondisi kulit secara langsung.
Baca juga: 7 Penyebab Area Bawah Mata Hitam Menurut Dokter Kulit
3. Muncul lingkar hitam dan wajah tampak lelah
Kurang tidur membuat wajah tampak lebih lelah, termasuk munculnya lingkar hitam dan mata sembap.
Menurut Kilgour, hal ini terjadi karena perubahan sirkulasi darah dan penumpukan cairan di area bawah mata. Akibatnya, wajah terlihat lebih pucat, kusam, dan kurang segar.
Di sisi lain, Marmur juga mengatakan bahwa lingkaran hitam yang muncul terus-menerus dapat menandakan masalah mendasar seperti anemia sehingga ia menyarankan untuk memeriksakan diri ke dokter jika tidak kunjung membaik.
Baca juga: Kulit Sensitif Mudah Iritasi? Ini Pilihan Skincare yang Perlu Diperhatikan
Meskipun ada berbagai perawatan kulit yang bisa membantu memperbaiki tampilan wajah, para ahli menegaskan bahwa tidur tetap menjadi faktor utama yang tidak bisa digantikan.
Dengan tidur yang cukup, proses regenerasi kulit dapat berjalan optimal sehingga kulit tampak lebih sehat dan segar.
Tag: #dampak #kurang #tidur #yang #nyata #pada #kulit #wajah