Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Ribuan Perusahaan Ajukan Refund
Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Jumat (21/2/2026) membatalkan tarif impor terbesar dan paling ambisius yang diberlakukan Presiden Donald Trump.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
19:16
21 Februari 2026

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Ribuan Perusahaan Ajukan Refund

- Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) pada Jumat (21/2/2026) membatalkan tarif impor terbesar dan paling ambisius yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

Putusan itu langsung disambut ribuan perusahaan di Amerika Serikat (AS) sebagai kemenangan hukum. Namun, pekerjaan besar kini menanti pemerintah: bagaimana mengembalikan dana tarif yang telah dipungut dan dinyatakan tidak sah?

Hingga pertengahan Desember 2025, otoritas bea cukai AS telah mengumpulkan 133 miliar dollar AS dari tarif yang diberlakukan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) 1977. Sementara itu, sejumlah analis memperkirakan potensi pengembalian tarif bisa mencapai 175 miliar dollar AS.

Baca juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Ini Alasannya

Dalam putusan 6-3, Mahkamah Agung AS menyatakan IEEPA tidak memberikan kewenangan kepada presiden untuk mengenakan pajak impor. Kewenangan tersebut berada di tangan Kongres. Dua dari tiga hakim yang ditunjuk Trump bergabung dengan mayoritas dalam membatalkan kebijakan tersebut.

Proses Refund Diperkirakan Panjang

Meski kemenangan hukum telah diraih, proses pengembalian dana diperkirakan berjalan lambat dan kompleks.

Perusahaan telah bersiap mengajukan pengembalian dana (refund), tetapi prosesnya diprediksi kompleks.

“Ini akan menjadi perjalanan yang bergelombang untuk sementara waktu,” ujar pengacara perdagangan Joyce Adetutu, mitra di Vinson & Elkins, dikutip dari AP News, Sabtu (21/2/2026).

Menurut firma hukum Clark Hill, mekanisme refund kemungkinan melibatkan Badan Bea dan Perlindungan Perbatasan AS, Pengadilan Perdagangan Internasional di New York, serta pengadilan tingkat bawah lainnya.

Baca juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Ekonom: Ancaman Tidak Berlaku Lagi

“Jumlah uangnya sangat besar. Pengadilan akan menghadapi kesulitan. Importir juga akan menghadapi kesulitan,” kata Adetutu.

Dalam opini berbeda, Hakim Brett Kavanaugh menyoroti belum adanya penjelasan soal mekanisme pengembalian dana.

“Pengadilan tidak mengatakan apa pun hari ini tentang apakah, dan jika ya bagaimana, pemerintah harus mengembalikan miliaran dollar yang telah dipungut dari importir,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa proses refund kemungkinan akan menjadi ‘kekacauan’.

Trump sendiri menyatakan kekecewaannya dan memperkirakan sengketa hukum dapat berlangsung bertahun-tahun.

Estimasi TD Securities menyebut proses refund bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan, bahkan berpotensi lebih lama.

Nabeel Yousef, partner Freshfields, menilai tantangan administratif menjadi hambatan utama.

“Perusahaan menghadapi tantangan besar dalam mengumpulkan data impor untuk menghitung tarif yang dibayar selama periode berbeda. Bahkan perusahaan multinasional pun belum tentu punya semua data rapi,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Trump Kecewa Tarif Dibatalkan, Kini Terapkan Tarif Global Baru 10 Persen

“Bukan berarti Senin besok perusahaan langsung menerima cek di pos,” tambahnya.

Sebagian perusahaan bahkan memilih menjual hak refund mereka ke investor eksternal dengan diskon 25–30 sen per dollar AS untuk mempercepat arus kas.

Gelombang Gugatan dan Sektor Terdampak

Tarif Trump sebelumnya diterapkan terhadap hampir seluruh negara, termasuk China, Vietnam, dan India. Sektor konsumer, otomotif, manufaktur, dan pakaian menjadi yang paling terdampak.

Sejak April 2025, lebih dari 1.800 gugatan diajukan ke Pengadilan Perdagangan Internasional AS, melonjak dibandingkan kurang dari dua lusin kasus sepanjang 2024.

Beberapa penggugat besar mencakup anak perusahaan Toyota Group, Costco, Goodyear, Alcoa, Kawasaki, EssilorLuxottica, serta perusahaan lain seperti Revlon dan Bumble Bee Foods.

Sejumlah perusahaan memilih menunggu putusan Mahkamah Agung AS sebelum mengajukan klaim untuk menghindari sorotan publik.

Baca juga: Apa Itu Tarif Global Trump dan Bagaimana Mekanisme Penerapannya?

Dampak ke Konsumen dan Ketidakpastian Lanjutan

Meski tarif dibatalkan, sebagian besar beban sudah ditanggung konsumen AS.

Federal Reserve Bank of New York mencatat 90 persen biaya tarif ditanggung warga dan perusahaan AS. Hingga November 2025, tarif efektif AS mencapai 11,7 persen, jauh di atas rata-rata 2,7 persen pada periode 2022–2024.

“Perusahaan pasti akan mengajukan refund, tapi saya ragu harga barang akan turun. Itu jarang terjadi,” kata Jason Cheung, CEO Huntar Co.

Di sisi lain, pemerintah AS masih memiliki opsi menggunakan dasar hukum lain untuk memberlakukan tarif, termasuk alasan praktik dagang tidak adil atau keamanan nasional.

Sebagai contoh, tarif kendaraan impor dari Meksiko dan Kanada tetap berlaku sebesar 25 persen.

“Tarif tidak hilang, hanya berada di payung hukum berbeda,” ujar Ted Murphy, co-leader Sidley Austin.

Perusahaan logistik seperti DHL menyatakan teknologi mereka akan membantu proses pengembalian dana berjalan dengan “akurasi dan efisien.”

Tag:  #mahkamah #agung #batalkan #tarif #trump #ribuan #perusahaan #ajukan #refund

KOMENTAR