Disebut Diktator, Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad Tak Peduli
Dalam pemilu Malaysia Sabtu (19/11/2022), para pengamat memperkirakan, peluang partai pimpinan Mahathir Mohamad tidak besar.(VINCENT THIAN/AP via DW INDONESIA)
20:30
14 Mei 2026

Disebut Diktator, Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad Tak Peduli

- Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengaku tidak gentar oleh sentimen publik sepanjang kariernya yang berlangsung selama beberapa dekade.

Termasuk ketika upayanya, yang ia sebut untuk kesejahteraan Malaysia, membuatnya mendapat label "diktator".

Dalam sebuah wawancara di film dokumenter, ia menceritakan kisah perjalanan kariernya hingga mencapai ke posisi politik tertinggi di Negeri Jiran.

Mahathir menceritakan perjalanan politiknya tersebut dalam sebuah film dokumenter Malaysia berjudul My Name is Mahathir mengenai kehidupan profesional hingga rumah tangganya.

Baca juga: Mahathir Mohamad Alami Patah Tulang Pinggul, tapi Tak Bisa Dioperasi


“Saya selalu ditanya apa warisan saya. Saya tidak peduli tentang itu. Mereka mungkin mengidentifikasi saya sebagai diktator, itu hak mereka,” kata pria berusia 100 tahun itu dalam film tersebut, dikutip dari SCMP, Kamis (14/5/2026).

“Sejak awal, saya memutuskan bahwa saya tidak peduli apa yang orang pikirkan tentang saya selama saya melakukan hal yang benar,” tambahnya

Seperti diketahui, Mahatir menjadi sosok yang mengubah Malaysia dari ekonomi berbasis pertanian menjadi kekuatan manufaktur.

Baca juga: Berusia 100 Tahun, Mahathir Cedera Serius Usai Jatuh di Rumah

Ketegangan Mahatir Mohamad dan wakilnya

Mahathir mengakui bahwa memberantas korupsi adalah hal yang mustahil. Ini jadi pemicu ketegangan antara dirinya dan wakilnya, Anwar Ibrahim, pada 1990-an dan berujung pada pemecatan politisi yang lebih muda itu.

“Dia mulai mengatakan kepada orang-orang bahwa saya adalah seorang diktator, saya korup, dan saya melakukan praktik kronisme dan sebagainya,” kata Mahathir dalam wawancara tersebut.

“Sangat sulit untuk memberantas korupsi sepenuhnya. Meskipun ada korupsi, skalanya sangat kecil. Karena itu, negara ini bisa terus berkembang. Saya sendiri tidak akan melakukan korupsi.” tegasnya.

Baca juga: Mahathir Patah Tulang Pinggul Setelah Jatuh di Rumah

Ex PM tersebut juga menyinggung pada penyelidikan korupsi yang lebih luas terhadap beberapa mantan dan elit negara saat ini oleh Anwar setelah ia menjadi perdana menteri pada 2022.

“Sekarang dia bilang saya telah mencuri uang. Tapi ketika saya meminta bukti, dia tidak bisa memberikannya,” ujar Mahathir.

Para kritikus juga disebut menuduh Anwar menggunakan lembaga anti-korupsi untuk melakukan balas dendam politik terhadap Mahathir dan keluarganya.

Baca juga: Kondisi Mahathir Usai Jatuh di Balkon Rumah, Langsung Dilarikan ke RS

Film dokumenter Mahathir dapat penghargaan

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. ANTARA FOTO/VIRNA P SETYORINI Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Film berdurasi 65 menit ini memenangkan medali perak untuk kategori dokumenter di festival media di Jerman pekan lalu.

Menurut produser eksekutif film dokumenter tersebut, Chan Tau Chou, tingkat energi Mahathir selama pembuatan film sangat tinggi.

“Gaya bicaranya yang lugas dan khas mampu menembus isu-isu kompleks dengan percaya diri. Humornya yang cerdas dan tanpa ekspresi menghasilkan cuplikan suara yang menarik,” kata Chan.

Baca juga: Mahathir Laporkan PM Malaysia, Tuding Jalin Kesepakatan Inkonstitusional dengan AS

Film ini juga menampilkan wawancara dengan Anwar, putrinya Nurul Izzah, aktivis Kua Kia Soong, dan pemimpin mahasiswa yang beralih menjadi politisi, Tian Chua.

Dua sosok terakhir ditahan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri sebagai bagian dari penggerebekan yang diklaim oleh lawan-lawan Mahathir bertujuan untuk membungkam para kritikusnya.

Chan mengatakan kru mengikuti negarawan senior itu secara berkala selama sembilan bulan mulai November 2024.

Mereka mendokumentasikan segala hal mulai dari kehadirannya di rapat umum politik hingga momen-momen pribadinya.

Tag:  #disebut #diktator #malaysia #mahathir #mohamad #peduli

KOMENTAR