Kenyang karena Takjil Berisiko Picu Kekurangan Protein saat Puasa, Begini Penjelasan Ahli Gizi
Pedagang melayani pembeli di Pasar Takjil Ramadhan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Kamis (19/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
22:15
20 Februari 2026

Kenyang karena Takjil Berisiko Picu Kekurangan Protein saat Puasa, Begini Penjelasan Ahli Gizi

 

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan takjil sebagai sumber utama asupan saat berbuka puasa karena berisiko menyebabkan kekurangan zat gizi penting.

’’Biasanya takjil bahan utamanya karbohidrat, ada tambahan gula atau digoreng dengan minyak. Jadi kaya karbohidrat dan lemak saja, tapi rendah protein dan mikronutrien,” kata Rita yang merupakan Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga (ISNA), Jumat (20/2).

Ahli gizi yang memperoleh gelar Magister Gizi dan Kesehatan di Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menjelaskan takjil yang umum dikonsumsi masyarakat umumnya berbahan dasar tepung, gula, dan minyak sehingga lebih dominan mengandung karbohidrat dan lemak, tetapi rendah protein serta mikronutrien.

Dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan Serang itu menilai kondisi tersebut dapat berdampak pada kecukupan gizi apabila seseorang sudah merasa kenyang karena takjil lalu melewatkan makan utama.

’’Kalau seseorang hanya kenyang dengan takjil saja, berisiko kekurangan asupan protein yang merupakan zat gizi utama yang dibutuhkan tubuh, juga kekurangan serat dan beberapa mikronutrien,” ujarnya.

Protein sendiri memiliki peran penting dalam menjaga massa otot, memperbaiki jaringan tubuh, serta mendukung sistem kekebalan selama berpuasa.

Menurut dia, kebutuhan berbuka puasa sebenarnya bukan pada takjil, melainkan pada peningkatan kadar gula darah secara bertahap setelah seharian menurun. Hal itu dapat dipenuhi dengan konsumsi kurma atau buah serta cairan seperti air putih. ’’Takjil itu bukan kebutuhan, tapi keinginan. Kalau ingin konsumsi, cukup satu sampai dua potong saja,” katanya.

 

Ia menyarankan masyarakat tetap melanjutkan dengan makan utama yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam komposisi seimbang agar kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalani puasa tanpa mengorbankan kecukupan protein dan zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #kenyang #karena #takjil #berisiko #picu #kekurangan #protein #saat #puasa #begini #penjelasan #ahli #gizi

KOMENTAR