7 Fakta Hotel Borobudur yang Menjadi Lokasi Sidang Isbat, Berapa Biayanya?
Hotel Borobudur (hotelborobudur.com)
09:58
18 Februari 2026

7 Fakta Hotel Borobudur yang Menjadi Lokasi Sidang Isbat, Berapa Biayanya?

Polemik mengenai besarnya biaya operasional Sidang Isbat kembali mencuat setiap menjelang penetapan awal Ramadan. Publik kerap mempertanyakan berapa sebenarnya dana yang dikeluarkan negara hanya untuk menentukan satu tanggal penting dalam kalender hijriah.

Tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar Sidang Isbat pada Selasa (17/2/2026) di Hotel Borobudur, Jakarta. Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, sebelumnya menjelaskan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk sidang tersebut berkisar antara Rp140 juta hingga Rp160 juta.

Dana ratusan juta rupiah itu digunakan untuk membiayai transportasi dan konsumsi ratusan undangan. Mereka terdiri dari perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam, pakar astronomi, duta besar negara sahabat, hingga petugas rukyatul hilal di berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah beralasan bahwa anggaran tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum dan kepastian ibadah bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Dampak keputusan Sidang Isbat tidak hanya berkaitan dengan ibadah puasa, tetapi juga memengaruhi operasional perbankan, dunia usaha, hingga penetapan hari libur nasional.

Meski teknologi astronomi modern sudah sangat presisi dalam menghitung posisi bulan, tradisi Sidang Isbat tetap dipertahankan. Selain sebagai sarana edukasi publik, forum ini juga menjadi simbol musyawarah dan persatuan umat. Dengan demikian, proses yang tampak sederhana seperti “melihat bulan” sejatinya melibatkan mekanisme birokrasi, koordinasi nasional, dan tentu saja biaya operasional.

Lalu, seperti apa sebenarnya Hotel Borobudur yang menjadi lokasi penyelenggaraan Sidang Isbat tersebut? Berikut tujuh faktanya.

1. Hotel Bintang Lima Legendaris di Pusat Jakarta

Hotel Borobudur Jakarta dikenal sebagai salah satu hotel bintang lima legendaris di ibu kota. Berdiri di atas lahan hijau seluas 9,5 hektare, hotel ini menawarkan suasana asri di tengah padatnya kawasan pusat pemerintahan dan bisnis Jakarta.

Lokasinya sangat strategis karena berada tepat di jantung kota. Hanya sekitar lima menit berkendara dari Istana Kepresidenan, hotel ini juga berdekatan dengan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

2. Dekat dengan Pusat Pemerintahan dan Ikon Nasional

Posisi Hotel Borobudur sangat mendukung penyelenggaraan acara kenegaraan maupun forum resmi seperti Sidang Isbat. Selain dekat dengan Istana Negara, hotel ini juga berada tidak jauh dari berbagai kantor pemerintahan, pusat bisnis, serta perbankan.

Sejumlah objek wisata ikonik Jakarta juga berada di sekitarnya, seperti Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional, Museum Sumpah Pemuda, hingga Museum Fatahilah di kawasan Kota Tua. Akses menuju Stasiun Gambir hanya sekitar tiga menit berkendara, sementara perjalanan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta memakan waktu sekitar 35 menit.

3. Memiliki 695 Kamar dengan Fasilitas Lengkap

Hotel Borobudur menawarkan 695 kamar dengan berbagai tipe. Setiap kamar dilengkapi dengan brankas, sandal, ruang duduk terpisah, meja tulis, dan telepon. Tamu juga mendapatkan akses WiFi gratis dengan kecepatan internet 50+ Mbps.

Kamar mandi tersedia dalam pilihan bathtub atau shower. Layanan penggantian handuk dan seprai bisa dilakukan atas permintaan, sementara pembenahan kamar disediakan setiap hari. Fasilitas ini menjadikan hotel ini cocok untuk tamu bisnis maupun delegasi resmi.

4. Fasilitas Rekreasi Berkelas Internasional

Tak hanya unggul dari sisi lokasi dan kamar, Hotel Borobudur juga dikenal dengan fasilitas rekreasinya yang lengkap. Hotel ini memiliki dua kolam renang outdoor yang dapat digunakan tamu untuk bersantai.

Selain itu, tersedia enam lapangan tenis outdoor dan dua lapangan tenis indoor. Terdapat pula klub kesehatan dan pusat kebugaran yang mendukung gaya hidup aktif para tamu. Beberapa aktivitas rekreasi tambahan juga tersedia, meski mungkin dikenakan biaya tersendiri.

5. Menawarkan Empat Restoran dan Spa

Untuk urusan kuliner, Hotel Borobudur memiliki empat restoran yang menyajikan beragam pilihan hidangan. Tamu dapat menikmati pengalaman bersantap tanpa harus meninggalkan area hotel.

Fasilitas lain yang tersedia antara lain bar atau lounge untuk bersantai, serta layanan spa lengkap bagi tamu yang ingin menikmati relaksasi. WiFi gratis di area umum dan parkir mandiri tanpa biaya tambahan juga menjadi nilai plus.

6. Pilihan Harga Kamar yang Beragam

Sebagai hotel bintang lima, harga kamar di Hotel Borobudur cukup variatif, tergantung tipe dan fasilitas yang dipilih. Untuk kategori Superior Twin Bed, harga tercatat mulai dari Rp1.311.880, sedangkan Kamar Superior Twin sekitar Rp1.298.939.

Kamar Superior King dibanderol sekitar Rp1.317.513. Untuk tipe yang lebih tinggi seperti Premier Deluxe King, harganya sekitar Rp1.779.721 dan Premier Deluxe Twin sekitar Rp1.796.784.

Sementara itu, Deluxe Premier Double berada di kisaran Rp2.015.399 dan tipe Executive sekitar Rp2.117.668. Untuk pilihan Suite Club non-refundable, tarifnya mencapai Rp3.500.000 per malam.

7. Lokasi Ideal untuk Acara Berskala Nasional

Dengan kapasitas kamar yang besar, fasilitas lengkap, serta lokasi strategis di pusat pemerintahan, Hotel Borobudur kerap menjadi pilihan untuk berbagai acara berskala nasional maupun internasional.

Sidang Isbat yang melibatkan banyak unsur, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh ormas, akademisi, hingga perwakilan negara sahabat, membutuhkan tempat yang representatif dan mudah diakses. Hotel Borobudur memenuhi kriteria tersebut, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun fasilitas penunjang pertemuan.

Demikian itu informasi soal fakta-fakta Hotel Borobudur sebagai lokasi sidang isbat. Pada akhirnya, penyelenggaraan Sidang Isbat di hotel bintang lima seperti Hotel Borobudur seringkali memicu perdebatan publik soal anggaran. Namun di sisi lain, lokasi tersebut dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan forum resmi yang berdampak luas bagi kehidupan beragama dan sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Kontributor : Mutaya Saroh

Editor: Ruth Meliana

Tag:  #fakta #hotel #borobudur #yang #menjadi #lokasi #sidang #isbat #berapa #biayanya

KOMENTAR