Tingkatkan Aspek Non Akademik Pesantren, FPTP Minta Ada Tes Kesehatan saat Penerimaan Santri Baru
- Penguatan kapasitas pondok pesantren terus dilakukan. Melalui langkah ini diharapkan mampu menjadikan pesantren tidak hanya menjadi pusat keilmuan, melainkan berkembang ke aspek non akademik.
Terkait hal itu, Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan pesantren bertajuk Empower Pesantren, One Day Real Impact. Kegiatan digelar di Pondok Pesantren Labibah Muawanah MALNU, Menes, Pandeglang.
Berbagai program dihadirkan, antara lain Edukasi Program Jaminan Sosial, Edukasi Kesehatan Lingkungan, Edukasi Kesehatan Mental, Edukasi Literasi Keuangan, serta sosialisasi Program Miskin Ekstrem Pasti Kerja. Selain itu, tersedia Pemeriksaan Kesehatan Dasar, Pemeriksaan Psikologis, dan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional bagi santri dan masyarakat sekitar.
“Salah satu yang dihadapi pesantren adalah isu non-keilmuan yang perlu difasilitasi negara. Misalnya tentang kesehatan, finansial, sanitasi pesantren, kesehatan mental, dan lainnya. Kami FPTP menyambut baik inisiasi Kemenko PM dalam merespons kebutuhan pemberdayaan pesantren, baik bagi santri, guru, pengasuh, maupun masyarakat sekitar,” ujar Direktur FPTP, Saifullah Ma’shum, Rabu (18/2).
Oleh karena itu, Saifullah mendorong agar ada upaya preventif atau pencegahan dini saat proses penerimaan santri baru. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan santri sebelum menempuh pendidikan.
“Ke depan, jika menerima santri baru, mohon ditambahkan persyaratan kesehatan sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan santri,” imbuhnya.
Sejumlah mitra strategis turut ambil bagian, di antaranya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai lembaga keuangan non-bank di bawah naungan BRI.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Nunung Nuryartono, menekankan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni satu hari. Upaya pemberdayaan masyarakat perlu terus dilakukan.
“Harus berkelanjutan. Setiap kegiatan harus mengandung unsur pemberdayaan masyarakat. Pesantren adalah pilar penting dalam pemberdayaan ekonomi. Alumni pesantren harus bekerja. Karena itu, kami menghadirkan PNM untuk membuka peluang rekrutmen. Masyarakat harus diberdayakan melalui akses kerja,” kata Nunung.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Labibah Muawanah Nyai Eneng Romdon Farihah, TB Uuf Zaki Ghufron Ma’ani, Mohammad Ishak, Asisten I Pemerintahan Kabupaten Pandeglang Donny Hermawan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Ahmad Fauzi, serta Deputi Nunung Nuryartono.
Hadir pula Nawawi Nurhadi dan Lukman Nulhakim (Anggota DPRD Provinsi Banten), sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, jajaran Asisten Deputi Kemenko PM RI, Camat Menes, Kepala Desa Purwaraja, serta ratusan santri dan masyarakat Menes yang berpartisipasi aktif.
Tag: #tingkatkan #aspek #akademik #pesantren #fptp #minta #kesehatan #saat #penerimaan #santri #baru