Apa Boleh Shalat Tahajud setelah Shalat Witir? Simak Panduan Lengkapnya
-
Shalat tahajud setelah witir hukumnya diperbolehkan menurut pandangan ulama mazhab Syafi'i.
-
Shalat witir tidak perlu diulang jika sudah dikerjakan setelah shalat tarawih.
-
Waktu utama shalat tahajud dan witir sama-sama dilakukan malam hari sebelum subuh.
Memasuki bulan Ramadan, pertanyaan tentang pelaksanaan shalat sunnah seperti tahajud dan witir sering muncul. Salah satunya "Bolehkah shalat tahajud dikerjakan setelah shalat witir?".
Apalagi, kedua shalat tersebut dikerjakan pada malam hari dan pelaksanaan shalat witir sering dilakukan setelah shalat tarawih, sehingga sebagian orang bertanya-tanya mana yang mesti didahulukan.
Lantas bagaimana urutan shalat sunnah yang tepat?
Menurut pandangan ulama madzhab Syafi'i, menunaikan shalat tahajud setelah shalat witir hukumnya diperbolehkan. Hal ini dikarenakan instruksi untuk menjadikan witir sebagai penutup malam berstatus sunnah (anjuran), bukan sebuah kewajiban yang bersifat mengikat.
Mengutip NU Online, seseorang yang berencana tahajud memang sebaiknya mengakhirkan witir sebagai pemungkas ibadahnya. Namun, jika witir sudah terlanjur dilaksanakan di awal malam (seperti usai tarawih), maka ia tidak perlu lagi mengulanginya setelah tahajud.
Bahkan, sebagian pendapat ulama menegaskan bahwa mengulang shalat witir dua kali dalam satu malam hukumnya tidak sah. Karena itu, pelaksanaan shalat tahajud setelah shalat witir tidak menjadi persoalan.
Tata Cara Shalat Tahajud dan Doanya
Shalat Tahajud boleh dilakukan sekurang-kurangnya dua rakaat dan tidak ada maksimal jumlah rakaatnya. Shalat ini dapat dikerjakan setelah isya, sesudah bangun tidur meski sebentar dan dilakukan sebelum memasuki waktu shubuh.
Paling utama, shalat tahajud dilakukan sepertiga malam terakhir dari pukul 01.30 hingga sebelum subuh dengan niat ibadah dan ikhlas karena Allah SWT.
Berikut tata cara shalat tahajud dua rakaat
- Membaca niat sholat tahajud dua rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَ
Latin: Ushallii sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta'ala."
- Membaca doa iftitah
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah pendek
- Rukuk dan tumakninah
- Iktidal dan tumakninah
- Sujud dengan tumakninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah
- Sujud kedua
- Berdiri dan melanjutkan rakaat kedua
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah pendek
- Rukuk dan tumakninah
- Iktidal dan tumakninah
- Sujud dengan tumakninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah
- Sujud kedua
- Tasyahud akhir
- Salam.
Setelah shalat tahajud dianjurkan untuk membaca doa berikut ini.
Latin: Allaahumma lakal-hamdu anta qayyimus-samaawaati wal-ardhi wa man fiihin, wa lakal-hamdu laka mulkus-samaawaati wal-ardhi wa amn fiihin, wa lakal-hamdu nuurus-samaawaati wal-ardhi.
Wa lakal-hamdu antal-haqqu wa wa'dukal-haqqu wa liqaa'uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan-naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallaahu 'alaihi wa sallama haqqun, was-saa'atu haqqun.
Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashmtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a'lantu antal muqaddimu wa antal-mu'akhkhiru laa ilaaha illaa anta au laa ilaaha gairuka wa laa haula wa laa quwwata illaa billah.
Artinya: "Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya. BagiMulah segala puji. Engkau raja penguasa langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, pemancar cahaya langit dan bumi."
"Bagi-Mu segala puji, Engkaulah yang hak, dan janjiMu adalah benar, dan perjumpaanMu itu adalah hak, dan firmanMu adalah benar, dan surga adalah hak, dan neraka adalah hak, dan nabi-nabi itu hak benar, dan Nabi Muhammad SAW adalah benar, dan saat hari kiamat itu benar."
"Ya Allah, hanya kepada-Mu kami berserah diri, kepada Engkau jugalah kami kembali, dan kepada-Mu kami rindu, dan kepada Engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan yang sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan."
"Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan yang terakhir. Tiada Tuhan melainkan engkau Allah Rabbil 'alamin. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah."
Tata Cara Shalat Witir dan Doanya
Shalat witir disebut sebagai penutup rangkaian shalat malam. Jumlah rakaatnya ganjil bisa satu, tiga, lima dan maksimal 11.
Waktu pelaksanaan shalat sunnah ini antara isya hingga terbit fajar. Bisa setelah shalat tarawih maupun shalat tahajud.
Berikut tata cara sholat witir tiga rakaat dengan satu kali salam.
- Membaca niat shalat witir tiga rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka'atin mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah sholat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."
- Takbiratul ihram lalu membaca niat di dalam hati
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat pendek (dianjurkan Al-A'la)
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangkit berdiri untuk rakaat kedua
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat pendek (dianjurkan Al-Kafirun)
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangkit berdiri untuk rakaat ketiga
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat pendek (dianjurkan surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas)
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam
Setelah melakukan shalat witir dianjurkan untuk membaca zikir "Subhanal Malikil Quddus (Mahasuci Allah Dzat Yang Maha Merajai dan Yang Maha Esa) sebanyak tiga kali, setelah itu dilajut doa.
Latin: Allaahumma innaa nas'aluka iimaanan daa'iman. Wa nas'aluka qalban khaasyi'an wa nas'aluka 'ilman naafi'an. Wa nas'aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas'aluka 'amalan shaalihan. Wa nas'aluka diinan qayyiman.
Wa nas'aluka khairan katsiiran. Wa nas'alukal- 'afwa wal- 'aafiyah. Wa nas'aluka tamaamal-aafiyah. Wa nas'alukasy-syukra alal-aafiyati wa nas'alukal-ghinaa'a anin-naas.
Allaahumma rannanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu'anaa wa tadharuu'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa allaah ya allaah ya allaah ya arhamar-raahimiin.
Wa shallallaahu alaa khairi khalqihi muhammadin wa alaa aalihii wa shahbihii ajma iina wal hamdullillaahi rabbil aalaamiin.
Artinya: "Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak."
"Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan. Kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia."
"Ya Allah, Tuhan kami terimalah dari kami: salat, puasa, ibadah, kekhusyukan, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih."
"Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam."
Tag: #boleh #shalat #tahajud #setelah #shalat #witir #simak #panduan #lengkapnya