Kemhan Ungkap Skema Hibah Kapal Induk dari Italia G toG, Penyiapan Awak Kapal Sudah Berlangsung
- Hibah kapal induk dari Angkatan Laut Italia kepada TNI AL dilakukan melalui mekanisme G to G atau pemerintah ke pemerintah. Menurut Kementerian Pertahanan (Kemhan) keputusan itu diambil sebagai bagian dari kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Italia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa skema hibah tersebut sudah disepakati oleh kedua pihak. Dia memastikan tidak ada skema lain di luar kesepakatan itu.
”Skemanya hibah G to G sebagai bagian dari kerja sama pertahanan bilateral, tidak ada skema feedback spesifik di luar mekanisme resmi yang berlaku,” ungkap dia saat dikonfirmasi oleh awak media di Jakarta pada Rabu (18/2).
Sejauh ini, proses hibah kapal induk yang sebelumnya bernama Giuseppe Garibaldi itu masih dibahas bersama-sama. Untuk itu, Kemhan belum bisa memastikan waktu persis kedatangan kapal induk tersebut. Sebab, ada beberapa proses yang harus dituntaskan lebih dulu.
”Jadwal kedatangan Giuseppe Garibaldi masih dibahas karena bergantung kesiapan teknis kapal dan penyelesaian administrasi hibah, termasuk proses dismantling peralatan tertentu oleh pihak Italia,” terang Rico.
Meski begitu, Kemhan bersama TNI sudah memulai penyiapan awak kapal induk tersebut. Penyiapan itu dilakukan bersama oleh TNI AL. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kerja sama dengan matra lain di TNI. Mengingat operasional kapal induk bisa jadi melibatkan prajurit dari luar Angkatan Laut.
”Kemhan dan TNI sudah menyiapkan pembinaan calon awak, sementara pola penugasan dan kemungkinan keterlibatan matra lain masih dimatangkan oleh TNI AL sesuai kebutuhan operasi,” jelasnya.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali optimistis kapal induk pertama untuk TNI AL tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI tahun ini. Kapal induk yang dia maksud adalah eks armada tempur Angkatan Laut Italia. Yakni Giuseppe Garibaldi.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Ali saat ditanyai oleh awak media usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Komando Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis (12/2). Menurut dia, pengadaan kapal induk tersebut masih dalam proses.
”Kemudian untuk (Kapal Induk Giuseppe) Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ucap Ali.
Menurut Ali, negosiasi pengadaan kapal induk tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI AL dengan Angkatan Laut Indonesia dan Fincantieri sebagai pabrikan kapal induk tersebut. Keinginan kuat Indonesia mendatangkan kapal induk sejalan dengan visi menjadi TNI AL sebagai blue water navy.
”Jadi, masih proses negosiasi antara TNI AL dengan Angkatan Laut Italia dengan Fincantieri, dan Kemhan,” ungkap dia.
Sebelumnya, Indonesia sudah membeli dua unit kapal perang baru dari Italia. Yakni KRI Prabu Siliwang-321 dan KRI Brawijaya-320. Kedua kapal tersebut juga dibeli dari Fincantieri. KRI Brawijaya-320 sudah berada di Indonesia. Sementara KRI Prabu Siliwangi-321 akan menyusul pada awal April mendatang.
”KRI Prabu Siliwangi sudah berangkat kemarin ya (11/2)/ Karena melalui jalur Afrika, mengelilingi Afrika, jadi mungkin sampai di Indonesia awal April. Mudah-mudahan bisa langsung bergabung dengan jajaran (TNI AL),” jelasnya.
Tag: #kemhan #ungkap #skema #hibah #kapal #induk #dari #italia #penyiapan #awak #kapal #sudah #berlangsung