Pasca Penembakan Pilot dan Kopilot Smart Air, Jenderal Bintang Tiga TNI Turun Langsung ke Korowai, Ada Apa?
- Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi turun langsung ke Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Senin (16/2). Jenderal bintang tiga TNI tersebut mendatangi bandara tersebut pasca penembakan pilot dan kopilot pesawat milik maskapai Smart Air pada pekan lalu.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menyampaikan bahwa dalam kunjungan tersebut, Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) III Marsekal Muda TNI Azhar Aditama turut serta. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah penguatan unsur Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
”Guna memulihkan konektivitas udara atau jembatan udara di wilayah Papua,” terang Nyoman dalam keterangan resmi pada Rabu (18/2).
Diakui oleh Nyoman, peninjauan Bandara Korowai dilakukan menyusul peristiwa penembakan pilot dan kopilot maskapai Smart Air beberapa hari sebelumnya. Selain itu, belum pulihnya situasi keamanan akibat gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dalam pelaksanaan penerbangan menuju lokasi, pesawat sempat melakukan manuver sebelum akhirnya berhasil mendarat dengan aman.
Menurut Nyoman, langkah pengamanan telah dilakukan dengan penebalan pasukan Korpasgat. Selain itu, di lokasi juga telah tergelar personel Pasukan Rajawali serta unsur Brimob dari Satgas Operasi Damai Cartenz. Penguatan tersebut bertujuan menjamin keamanan kawasan bandara sekaligus memulihkan operasional penerbangan di wilayah tersebut.
”Bandara Korowai Batu memiliki fungsi strategis sebagai penghubung wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan,” jelasnya.
Pasca insiden penembakan pekan lalu, personel Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan pemandu lalu lintas udara mengungsi bersama masyarakat sekitar. Sehingga perlu dilakukan pengamanan oleh aparat TNI-Polri. Selain menjamin keamanan perimeter dan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), personel Korpasgat juga melaksanakan fungsi kebandarudaraan sebagai pengganti sementara unsur UPBU dan AirNav.
”Langkah itu merupakan bagian dari peran TNI sebagai pemulih, dimana secara bertahap kewenangan akan dikembalikan kepada otoritas sipil setelah situasi keamanan dinyatakan kondusif,” jelasnya.
Penguatan personel di Bandara Korowai Batu, lanjut Nyoman, merupakan tindak lanjut instruksi langsung Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Yakni untuk segera melaksanakan penebalan kekuatan pasukan serta menjamin keterhubungan lalu lintas udara sebagai urat nadi distribusi bahan makanan dan logistik di wilayah Papua.
”Diharapkan langkah itu dapat mempercepat pemulihan jembatan udara serta menjamin keberlanjutan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di kawasan pedalaman Papua,” jelasnya. (*)
Tag: #pasca #penembakan #pilot #kopilot #smart #jenderal #bintang #tiga #turun #langsung #korowai