Penampakan Pengerjaan Kereta Mewah Luxury Milik KAI, Bakal Rilis Pertengahan Tahun Ini
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad di Surabaya, Rabu (18/2/2026)(KOMPAS.COM /KIKI SAFITRI)
15:12
18 Februari 2026

Penampakan Pengerjaan Kereta Mewah Luxury Milik KAI, Bakal Rilis Pertengahan Tahun Ini

- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan peluncuran kereta mewah bertema Luxury, Experience, dan Heritage pada pertengahan tahun ini. Proyek tersebut saat ini tengah dalam tahap konstruksi di Balai Yasa Gubeng, Surabaya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan kunjungan ke Balai Yasa dilakukan untuk meninjau langsung sejumlah produk terbaru KAI, baik yang siap diluncurkan maupun yang masih dalam tahap pengerjaan.

“Pagi hari ini kita mengunjungi Balai Yasa Gubeng Surabaya yang merupakan bengkel pusat milik PT KAI untuk memperlihatkan beberapa produk, baik yang sudah siap diluncurkan maupun yang masih dalam progres,” ujar Bobby di Balai Yasa Gubeng Surabaya, Selasa (18/2/2026)

Baca juga: 622.784 Tiket KAI untuk Libur Panjang Imlek Ludes Terjual

Ia menjelaskan, progres pembangunan kereta saat ini telah mencapai sekitar 38 persen. KAI menargetkan uji coba dilakukan pada Juni 2026 sebelum resmi dioperasikan.

“Target kita bulan Juni uji coba, setelah itu langsung kita luncurkan dan operasional,” katanya.

Menurut Bobby, segmen yang dibidik adalah pariwisata. KAI tidak lagi sekadar menjual moda transportasi, melainkan pengalaman perjalanan.

“Kita sekarang mengeksplor nature experience. Jadi bukan hanya alat transportasi, tapi experience dalam keretanya, experience layanannya, dan experience sightseeing-nya. Nanti kita pilihkan rute-rute yang sangat indah supaya wisatawan bisa mengeksplor Indonesia dari sisi lain, bukan hanya Bali,” jelasnya.Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad (kiri) dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin (kanan)KOMPAS.COM /KIKI SAFITRI Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad (kiri) dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin (kanan)

Ia menambahkan, karena merupakan produk wisata, perjalanan kereta ini tidak akan beroperasi setiap hari. Jadwal akan disesuaikan dengan momen, cuaca, serta atraksi terbaik di destinasi tujuan. Target pasarnya bukan hanya wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi konsep revitalisasi kereta-kereta lawas yang dihidupkan kembali menjadi kereta heritage.

“Kereta ini bukan hanya sekadar kendaraan, tapi bisa menjadi sebuah seni. Seni melihat pemandangan, seni menikmati keindahan alam, dan seni merasakan suasana klasik di masa sekarang. Ini akan unik dan bisa jadi ikon,” ujarnya.

Baca juga: Janji Prabowo ke Anker: Rp 5 Triliun untuk Tambah Gerbong KRL-Whoosh Sampai Banyuwangi

Raffi menilai tren generasi muda yang kembali menyukai konsep klasik dan heritage menjadi peluang besar. Menurutnya, jika dikelola dengan baik dan viral hingga mancanegara, kereta ini berpotensi menarik wisatawan asing untuk menikmati perjalanan darat dengan panorama alam Indonesia.

“Kalau ini viral sampai luar negeri, orang pasti ingin datang. Mereka bisa menikmati keindahan Indonesia lewat kereta yang tidak kalah dengan negara lain,” katanya.

Konsep dan Fasilitas

Kereta ini mengusung desain baru Luxury, Sleeper, dan Heritage yang dirancang khusus untuk operasional wisata premium. Dalam satu rangkaian terdapat tiga kelas layanan, yakni first class, second class, dan third class.

“Kereta api melintasi berbagai wilayah dengan panorama yang kuat secara visual dan historis. Melalui konsep experience, luxury, dan heritage ini, KAI menghadirkan perjalanan yang memadukan kenyamanan premium dengan nilai historis dalam satu rangkaian layanan,” ujar Bobby.

First class terdiri dari dua kamar dalam satu unit, dengan masing-masing luasan sekitar 17,5 meter persegi. Fasilitasnya mencakup tempat tidur, sofa, ruang duduk privat, meja kerja, serta area televisi.

Second class memiliki fasilitas tempat tidur, meja, dan kamar mandi dalam. Sementara third class terdiri dari enam kamar dengan konsep sofa dan kamar mandi berbagi.

Secara keseluruhan, satu rangkaian dilengkapi 12 kamar mandi dengan kapasitas total 72 penumpang. Tersedia pula dua lounge yang dilengkapi mini bar dan piano sebagai ruang relaksasi.

Kereta juga memiliki ruang khusus kru lengkap dengan dapur dan penyimpanan, sehingga makanan dapat dimasak langsung di dalam kereta untuk menjaga kesegaran.

Revitalisasi Kereta Bersejarah

Proyek ini turut merevitalisasi dua kereta produksi 1938–1940. Kereta ini memiliki konsep perpaduan heritage dan kemewahan modern. Sejumlah komponen diperbarui, termasuk penggantian bogie demi memenuhi standar keselamatan terkini.

Menariknya, struktur utama atau carbody masih asli dan terbukti sangat tahan korosi. Material baja karbon yang digunakan sejak era 1930-an masih dalam kondisi utuh tanpa karat signifikan. Interior menggunakan kayu asli dengan tata cahaya hangat untuk menghadirkan kesan mewah dan klasik.

“Kami merancang ulang kereta heritage dengan sentuhan modern agar tetap mempertahankan nilai sejarahnya dan menghadirkan standar layanan yang semakin meningkat. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata berbasis kereta api di Indonesia,” tegas Bobby.

Tag:  #penampakan #pengerjaan #kereta #mewah #luxury #milik #bakal #rilis #pertengahan #tahun

KOMENTAR