Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Menjaga kebersihan mulut selama bulan Ramadan sering menimbulkan pertanyaan: apakah sikat gigi saat berpuasa bisa membatalkan puasa? Kebiasaan sederhana ini kerap membuat sebagian orang ragu karena takut tanpa sengaja menelan air atau pasta gigi.
Padahal, menjaga kebersihan diri tetap menjadi bagian penting dalam ajaran Islam, termasuk ketika sedang berpuasa. Lantas bagaimana hukum soal sikat gigi saat puasa? Simak penjelasan berikut ini.
Hukum Menyikat Gigi Saat Puasa Menurut Ulama
PerbesarIlustrasi wanita mau gosok gigi [freepik.com]Secara umum, para ulama sepakat bahwa menyikat gigi tidak membatalkan puasa selama tidak ada air, pasta gigi, atau zat lain yang sengaja tertelan hingga masuk ke tenggorokan. Artinya, aktivitas ini tetap diperbolehkan selama dilakukan dengan hati-hati. Dalam praktik sehari-hari, banyak orang memilih menyikat gigi setelah sahur atau sebelum imsak agar lebih aman dan nyaman sepanjang hari.
Menurut hukum dasar puasa, yang membatalkan ibadah ini adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja melalui rongga terbuka, termasuk mulut. Oleh karena itu, sikat gigi sendiri tidak otomatis membuat puasa batal. Aktivitas ini justru sejalan dengan anjuran menjaga kebersihan, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui praktik bersiwak.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersiwak ketika berwudu. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan mulut merupakan kebiasaan yang dianjurkan, termasuk saat berpuasa.
Namun, menurut pandangan mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia, menyikat gigi setelah waktu Zuhur hingga menjelang Maghrib dihukumi makruh. Alasannya, bau mulut orang berpuasa dianggap memiliki nilai keutamaan di sisi Allah. Meski begitu, makruh bukan berarti haram atau membatalkan puasa, melainkan lebih baik dihindari jika memungkinkan.
Kapan Sikat Gigi Bisa Batalkan Puasa?
PerbesarIlustrasi wanita gosok gigi [freepik.com]Penjelasan para ulama menegaskan bahwa puasa baru dianggap batal jika ada sesuatu yang masuk ke tenggorokan secara sengaja. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan bahwa jika air atau bagian dari siwak tertelan, maka puasanya batal.
Dari sini, dapat dipahami bahwa yang menjadi masalah bukan aktivitas menyikat giginya, melainkan risiko tertelan air atau pasta gigi. Bila hal itu terjadi secara tidak sengaja dan dalam jumlah sangat kecil, mayoritas ulama masih menganggap puasa tetap sah. Namun, jika dilakukan dengan sengaja atau secara berlebihan hingga mudah tertelan, puasa bisa batal.
Beberapa hal yang perlu diwaspadai antara lain:
- Menggunakan pasta gigi terlalu banyak sehingga sulit dikontrol.
- Berkumur dengan air berlebihan.
- Menyikat gigi secara tergesa-gesa hingga air masuk ke tenggorokan.
Oleh karena itu, kunci utamanya adalah kehati-hatian.
Waktu Terbaik untuk Menyikat Gigi Saat Puasa
Agar lebih aman, waktu yang disarankan untuk menyikat gigi adalah:
- Setelah sahur sebelum imsak.
- Setelah berbuka puasa.
- Sebelum tidur di malam hari.
Waktu-waktu tersebut membantu menjaga kebersihan mulut sekaligus meminimalkan kekhawatiran tentang batalnya puasa.
Mengapa Bau Mulut Saat Puasa Itu Normal?
Bau mulut selama puasa sering menjadi alasan orang ingin sering menyikat gigi. Menurut penjelasan praktisi kesehatan gigi, kondisi ini merupakan proses fisiologis yang normal. Saat perut kosong, produksi air liur menurun dan asam lambung dapat naik, sehingga menimbulkan aroma yang kurang segar dari mulut.
Selain itu, faktor lain seperti kebersihan mulut yang kurang terjaga, kebiasaan merokok, atau kurang minum air saat sahur dan berbuka juga dapat memperparah bau mulut.
Tips Aman Jaga Kebersihan Mulut Selama Ramadan
PerbesarIlustrasi wanita sedang gosok gigi [freepik.com]Agar puasa tetap nyaman sekaligus menjaga kesehatan gigi, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Sikat gigi secara rutin setelah sahur dan sebelum tidur. Hal ini membantu membersihkan sisa makanan dan mencegah plak.
2. Gunakan pasta gigi secukupnya. Tidak perlu banyak agar lebih mudah dikontrol.
3. Bersihkan lidah. Bakteri penyebab aroma tidak sedap pada napas banyak berkembang di permukaan lidah.
4. Gunakan benang gigi (flossing). Membersihkan sela gigi yang tidak terjangkau sikat.
5. Perbanyak minum air putih saat berbuka hingga sahur. Cairan yang cukup menjaga kelembapan mulut.
6. Hindari makanan beraroma tajam dan konsumsi berlebihan kafein. Keduanya bisa memperburuk bau mulut.
Apa Kata Riset?
Sejumlah penelitian dalam jurnal kedokteran gigi menunjukkan bahwa menjaga kebersihan mulut selama puasa tetap penting untuk mencegah plak dan masalah gusi.
Peneliti juga menyarankan menyikat gigi setelah sahur dan berbuka sebagai waktu paling efektif, serta menghindari cairan berkafein atau obat kumur beralkohol yang dapat menyebabkan mulut kering.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Tag: #apakah #sikat #gigi #membatalkan #puasa #penjelasan #ulama