Cuan Imlek 2026 Tembus Rp9 Triliun, Kadin Optimistis Ekonomi RI Melesat 5,5 Persen
Umat Konghucu beribadah malam perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Wihara Boen San Bio, Kota Tangerang, Banten, Senin (16/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
14:40
17 Februari 2026

Cuan Imlek 2026 Tembus Rp9 Triliun, Kadin Optimistis Ekonomi RI Melesat 5,5 Persen

Baca 10 detik
  • Perputaran uang libur Imlek 2026 diproyeksi tembus Rp9 triliun.
  • Mobilitas jutaan warga picu kenaikan penumpang pesawat, KA, dan Whoosh.
  • Kadin optimistis target pertumbuhan ekonomi 5,5% di Kuartal I tercapai.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 bukan sekadar ritual budaya, melainkan motor penggerak ekonomi nasional yang masif. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama libur panjang Imlek tahun ini bakal menyentuh angka fantastis, yakni lebih dari Rp9 triliun.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengungkapkan bahwa angka ini didorong oleh mobilitas masyarakat yang melonjak tajam, baik melalui jalur udara, laut, maupun darat.

"Perkiraan atau potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp9 triliun lebih," ujar Sarman dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026).

Data Kadin menunjukkan pergerakan manusia di berbagai moda transportasi meningkat signifikan dimana jalur udara mengangkut sebanyak 1.744.820 orang melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta, penumpang kereta api konvensional mencapai hampir 1 juta orang, Kereta Cepat Whoosh mencatat lonjakan 25 persen atau sekitar 25 ribu penumpang dan kendaraan pribadi sekitar 1,6 juta kendaraan bergerak, dengan 831.000 meninggalkan Jabodetabek dan sisanya masuk ke area ibu kota.

Potensi jumbo ini dihitung berdasarkan basis masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia yang mencapai 11,25 juta orang, di mana tradisi mudik dan belanja menjadi pemicu utama konsumsi.

Kadin meyakini konsumsi rumah tangga selama Imlek akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di awal tahun. Sarman optimistis momentum ini akan mengawal pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 di angka 5,5 persen.

"Target kuartal I sebesar 5,5 persen ini menjadi modal besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 di kisaran 5,4-5,6 persen," imbuhnya.

Optimisme ini kian menebal mengingat setelah Imlek, Indonesia akan memasuki masa Ramadan dan Idul Fitri. Sebagaimana diketahui, momen Lebaran merupakan puncak perputaran uang dan konsumsi rumah tangga terbesar di Tanah Air.

Dengan estafet momentum konsumsi ini, lantai ekonomi nasional diharapkan terus memanas sepanjang semester pertama 2026.

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #cuan #imlek #2026 #tembus #triliun #kadin #optimistis #ekonomi #melesat #persen

KOMENTAR