Waspadai Bakteri H.pylori Pemicu Kanker Lambung, Deteksi Dini jadi Kunci
Ilustrasi Kanker Lambung. (geelongmedicalgroup.com.au)
21:49
16 Februari 2026

Waspadai Bakteri H.pylori Pemicu Kanker Lambung, Deteksi Dini jadi Kunci

 

- Secara global, lebih dari separuh populasi terinfeksi bakteri Helicobacter pylori (H.pylori). H.pylori ini dapat memicu gangguan lambung hingga kanker. Deteksi dini menjadi penting karena risiko kanker lambung lebih tinggi pada pasien yang terinfeksi dibandingkan yang tidak.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. David Reinhard Sumantri Samosir, SpPD-KGEH menjelaskan bahwa diagnosis infeksi H.pylori dapat dilakukan dengan pemeriksaan non-invasif yaitu Urea Breath Test (UBT) atau pemeriksaan invasif yaitu prosedur endoskopi dan biopsi lambung.

"UBT menjadi pilihan utama dari berbagai pemeriksaan non-invasif untuk mendeteksi infeksi H.pylori dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Selain berfungsi untuk mendeteksi ada atau tidaknya infeksi H.pylori pada pasien dengan keluhan lambung, UBT juga berperan dalam mengevaluasi keberhasilan terapi eradikasi atau terjadinya kekambuhan infeksi H.pylori," ujarnya, Senin (16/2).

Ia menambahkan bahwa penelitian terbaru menunjukkan bahwa infeksi bakteri H. pylori dapat meningkatkan risiko terbentuknya polip di usus besar, termasuk jenis polip tertentu yang bisa menjadi awal kanker lambung. Oleh karena itu, deteksi dan pengobatan dini sangat penting karena bisa membantu mencegah polip usus besar pada orang dewasa.

“Pemeriksaan endoskopi di Siloam Hospitals TB Simatupang tersedia dengan lengkap, seperti untuk saluran cerna atas (gastroskopi) dan bawah (kolonoskopi), serta prosedur khusus seperti kapsul endoskopi (tanpa bius/selang) dan nasal endoskopi," tutur dr David.

Untuk kasus tertentu seperti kanker kolorektal, Dokter Spesialis Bedah Subspesial Digestif Siloam Hospitals TB Simatupang dr. Mudatsir, SpB Subsp. BD(K), mengatakan bahwa penanganan dilakukan melalui tindakan operasi oleh dokter subspesialis.

“Penanganan kanker saluran cerna bersifat sangat individual. Pada kasus tertentu, dokter akan menentukan strategi terapi berdasarkan kondisi pasien, ukuran tumor, serta luas penyebarannya apakah hanya ada tumor primer atau sudah terjadi penyebaran ke organ lain (metastasis)," tuturnya.

Selama penyebaran belum mengenai organ lain secara luas, ia menyebut bahwa operasi dapat dilakukan secara kuratif termasuk pengangkatan jaringan tumor beserta usus yang terlibat dan cabang pangkal dari pembuluh darahnya sehingga dapat menurunkan risiko kekambuhan.

"Di sisi lain, deteksi dini berperan besar dalam meningkatkan keberhasilan terapi. Seperti contoh pada Pada kanker lambung, pemeriksaan Urea Breath Test (UBT) membantu mendeteksi keberadaan bakteri Helicobacter pylori dimana menjadi salah satu faktor risiko terbentuknya lesi pre kanker," ungkapnya

Pada kasus lain seperti kanker kolon, skrining dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah samar pada feses (fecal occult blood test), dan penanda tumor CEA.

"Bila ditemukan kecurigaan keganasan dapat dilanjutkan dengan salah satu prosedur endoskopi yaitu kolonoskopi agar kondisi saluran cerna dapat terlihat jelas sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat," tegas dr. Mudatsir.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit, Dr Dewi Wiguna menegaskan kesiapan layanan terpadu di rumah sakit tersebut.

“Khusus untuk pemeriksaan Kanker Lambung & Kanker Kolorektal Siloam Hospitals TB Simatupang menyediakan layanan komprehensif yang mengkombinasikan pemeriksaan UBT, endoskopi, dan tumor marker saluran cerna seperti CEA dan CA 72-4," tandasnya.

Selain layanan, prosedur UBT tergolong mudah dilakukan dengan persiapan puasa minimal 4 jam serta penghentian obat tertentu sebelum pemeriksaan. Prosesnya melibatkan pengambilan sampel napas sebelum dan sesudah konsumsi urea untuk dianalisis di laboratorium. Sementara itu, endoskopi dilakukan dengan persiapan seperti puasa, konsultasi kondisi medis, serta pemantauan pasca tindakan.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #waspadai #bakteri #hpylori #pemicu #kanker #lambung #deteksi #dini #jadi #kunci

KOMENTAR