Singapura Perketat Regulasi Blind Box, Dinilai Picu Risiko Perjudian Terselubung di Industri Mainan Bernilai Miliaran Dolar
Deretan koleksi mainan blind box dalam kemasan yang dipajang di etalase toko (The Guardian)
23:39
16 Februari 2026

Singapura Perketat Regulasi Blind Box, Dinilai Picu Risiko Perjudian Terselubung di Industri Mainan Bernilai Miliaran Dolar

- Pemerintah Singapura mengambil langkah tegas dengan menyiapkan regulasi khusus terhadap penjualan blind box, produk mainan dengan koleksi acak yang dinilai berpotensi memicu perilaku menyerupai perjudian

Kebijakan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian otoritas Singapura terhadap model bisnis berbasis probabilitas di tengah pertumbuhan pesat industri mainan global bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.

Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, pada Kamis (12/2/2026), menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri bersama Gambling Regulatory Authority (GRA) atau otoritas regulasi perjudian Singapura telah mengkaji fenomena ini dan memutuskan untuk memperkenalkan aturan baru. 

Melansir The Straits Times, Senin (16/2/2026), Shanmugam menyatakan bahwa pemerintah "telah mengkaji persoalan ini secara menyeluruh dan memutuskan untuk memperkenalkan regulasi," serta menegaskan bahwa aturan tersebut dirancang untuk "mengatur persyaratan penjualan blind box guna membatasi risiko yang dapat mendorong perilaku perjudian."

Lebih lanjut, ia menanggapi pertanyaan anggota parlemen Dennis Tan dari Hougang terkait kemungkinan penerapan kewajiban pengungkapan peluang atau kisaran probabilitas secara standar untuk produk blind box maupun gacha. Shanmugam menyatakan bahwa usulan tersebut "akan menjadi salah satu poin yang dipertimbangkan dalam perumusan regulasi." Pernyataan ini menunjukkan bahwa transparansi mengenai peluang memperoleh koleksi tertentu, terutama edisi langka, berpotensi diatur lebih jelas dalam aturan yang sedang disusun.

Dalam praktiknya, blind box merupakan produk koleksi yang dijual dalam kemasan tersegel dengan isi acak, seperti figur atau aksesori. Pembeli melakukan transaksi tanpa mengetahui varian yang akan diterima, sementara peluang untuk mendapatkan karakter tertentu, khususnya kategori langka, tidak selalu dijelaskan secara terbuka oleh produsen. Pola penjualan semacam ini dapat mendorong pembelian berulang karena konsumen berupaya mendapatkan edisi yang lebih jarang beredar.

Dari perspektif industri, nilai pasar blind box global pada 2021 mencapai sekitar USD 11,38 miliar atau setara Rp 191,4 triliun (dengan kurs Rp 16.830 per dolar AS). Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi USD 24,2 miliar pada 2033. Pertumbuhan ini mencerminkan kuatnya daya tarik model bisnis berbasis kejutan dan probabilitas dalam industri koleksi modern.

Salah satu pemain utama di sektor ini adalah Pop Mart, perusahaan mainan asal Tiongkok yang mempopulerkan berbagai karakter koleksi, termasuk Labubu. Karakter tersebut semakin dikenal luas setelah dipromosikan oleh anggota Blackpink, Lisa, pada 2024. Pop Mart kini mengoperasikan lebih dari 500 gerai di berbagai negara, termasuk sedikitnya enam di Singapura. Selain itu, produk koleksi asal Jepang seperti Mofusand dan Sonny Angel juga memiliki basis penggemar yang kuat.

Tren ini turut dimanfaatkan pelaku usaha lokal Singapura. Start-up Unigons, misalnya, menghadirkan koleksi Fortune Merlion edisi SG60 yang dibuat dari botol plastik daur ulang untuk memperingati ulang tahun ke-60 Singapura. Selain itu, pengusaha ritel besar seperti FairPrice dan jaringan restoran cepat saji KFC juga menawarkan blind box bertema Tahun Baru Imlek sebagai bagian dari strategi promosi mereka.

Namun, kekhawatiran terhadap potensi dampak adiktif model penjualan ini tidak hanya muncul di Singapura. Di Tiongkok, pelaku usaha dilarang menjual blind box kepada anak-anak di bawah usia delapan tahun menyusul kekhawatiran akan risiko kecanduan. Kebijakan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian regulator terhadap dampak psikologis mekanisme acak pada konsumen usia dini.

Sementara itu, Singapura sebelumnya telah mengambil tindakan terhadap praktik serupa. Produk mystery box tidak diperbolehkan beroperasi secara bebas dan direncanakan diatur melalui skema lisensi kelas oleh GRA. Pada 2018, kepolisian juga memerintahkan operator mesin penjual hadiah misteri untuk menghentikan operasionalnya karena dinilai menyerupai bentuk lotre publik.

Dengan latar belakang tersebut, regulasi blind box yang kini tengah disiapkan menegaskan bahwa pemerintah Singapura tidak lagi memandang fenomena ini semata sebagai tren koleksi. Isu ini telah bergeser menjadi persoalan kebijakan publik yang berkaitan dengan perlindungan konsumen dan pengawasan model bisnis berbasis probabilitas. 

Di tengah ekspansi pasar global yang agresif, langkah Singapura berpotensi menjadi referensi penting dalam merumuskan batas antara inovasi komersial dan risiko perjudian terselubung.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #singapura #perketat #regulasi #blind #dinilai #picu #risiko #perjudian #terselubung #industri #mainan #bernilai #miliaran #dolar

KOMENTAR