Pentingnya Beasiswa untuk Buka Akses Pendidikan Global, Mimpi dari Padang kini Studi di Malaysia
Cerita Salma dari Padang raih beasiswa Amartha Cendekia.
22:40
16 Februari 2026

Pentingnya Beasiswa untuk Buka Akses Pendidikan Global, Mimpi dari Padang kini Studi di Malaysia

 

- Beasiswa memegang peran krusial dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi banyak keluarga, dukungan biaya pendidikan seringkali menjadi penentu apakah seorang siswa bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau harus berhenti di tengah jalan.

Lebih dari sekadar bantuan finansial, beasiswa juga menjadi bentuk pengakuan atas potensi dan kerja keras anak. Program beasiswa memberi dorongan moral, membangun rasa percaya diri, serta menghadirkan pendampingan yang membantu siswa merancang masa depan akademik dan kariernya dengan lebih terarah.

Hal ini juga dirasakan oleh sosok anak dari Kawasan Lubuk Kilangan, Padang, Sumatera Barat, Salma yang telah memupuk cita-cita menjadi peneliti di bidang neuroscience. Kini, Salma menjadi penerima Beasiswa Amartha Cendekia Batch 1 tengah melanjutkan studi di Universitas Albukhary, Malaysia.

Ia ingin berkontribusi dalam pengembangan riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berdampak langsung, terutama bagi anak-anak. Ketertarikannya muncul dari pengamatan terhadap lingkungan sekolah yang sering kali membentuk cara anak memandang dirinya sendiri.

“Aku melihat masih banyak orang menilai kemampuan hanya dari peringkat atau siapa yang jadi nomor satu. Padahal, cara kerja otam manusia jauh lebih luas dari itu. Otak kita sangat adaptif dan itu yang membuatku semakin tertarik mempelajarinya,” ujar Salma.

Melalui riset yang kelak ia tekuni, Salma berharap bisa membantu anak-anak tumbuh lebih sehat secara mental dan memiliki rasa percaya diri. Ia juga ingin mendorong para orang tua agar mendampingi anak tanpa menghakimi.

“Aku juga bersyukur karena keluargaku, terutama orangtuaku sangat supportif dalam proses ini,” tambahnya.

Bagi Salma, neuroscience membuka peluang untuk memahami manusia secara menyeluruh. “Aku pengen belajar hard skill yang benar-benar inti. Di neuroscience aku mau belajar bagaimana memahami otak manusia bekerja dan bagaimana otak memproses serta menghubungkan berbagai hal,” katanya.

Untuk memperkuat fondasi ilmunya, Salma memilih mendalami computer science. Ia melihat adanya keterkaitan erat antara ilmu komputer dan neuroscience, sekaligus pendekatan teknis yang relevan dengan arah studi yang ingin ia tekuni.

Perjalanan menuju cita-citanya tidak ditempuh dengan mudah. Salma aktif mencari berbagai peluang beasiswa sebagai bentuk kemandirian dalam merancang masa depan akademik dan kariernya. Ia juga terlibat dalam berbagai kompetisi, organisasi, proyek sosial yang ia gagas sendiri, hingga bergabung dengan LSM di bidang pendidikan.

Salma pertama kali mengetahui Beasiswa Amartha Cendekia dari keluarganya. Saat mendaftar, ia tidak terlalu berharap akan terpilih. Namun ketika dinyatakan lolos, ia menganggapnya sebagai salah satu momen penting dalam hidupnya.

“Aku sempat khawatir karena perjalanan akademikku kurang matang. Tapi ternyata Amartha dan kasih kesempatan,” tuturnya.

Program Beasiswa Amartha Cendekia sendiri memberikan dukungan bagi siswa kelas 11 SMA/SMK di seluruh Indonesia dalam bentuk bantuan dana pendidikan sebesar Rp3 juta serta program mentoring selama satu tahun. Para penerima dibimbing oleh Kakak Asuh dari kalangan profesional untuk mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi. Selain itu, tersedia tambahan dana Rp5 juta bagi penerima yang berhasil diterima di universitas.

Bagi Salma, nilai beasiswa ini tidak hanya terletak pada bantuan finansial, tetapi juga pada kehadiran Kakak Asuh yang memperluas wawasannya tentang pendidikan tinggi dan dunia kerja.

“Kehadiran kakak asuh di Beasiswa Amartha bagi aku sangat berharga. Selama ini aku hanya dapat perspektif dari ibu. Dengan adanya kakak asuh, wawasan aku terhadap kesempatan meraih pendidikan tinggi, memahami dunia kerja, dan cara menyusun prioritas hidup jadi semakin terbuka,” jelasnya.

Salma termasuk salah satu penerima beasiswa yang berhasil melanjutkan studi hingga perguruan tinggi, bahkan diterima di sejumlah universitas dalam dan luar negeri.

Di tengah proses seleksi, ia sempat merasa kecewa ketika beberapa beasiswa yang diincarnya tidak membuka pendaftaran. Namun ia tetap berusaha. Ia mendaftar ke puluhan universitas di berbagai negara seperti Kanada, Malaysia, dan Australia. Hasilnya, ia diterima di belasan kampus, termasuk universitas ternama seperti University of Melbourne dan University of Toronto.

Meski memiliki banyak pilihan, Salma akhirnya menjatuhkan pilihan pada Universitas Albukhary karena program studinya dinilai paling sesuai dengan minatnya serta lokasinya yang relatif dekat dengan Indonesia. Baginya, memiliki tujuan yang jelas menjadi fondasi utama dalam menempuh perjalanan panjang ini.

“Sejak awal orangtua transparan soal kondisi ekonomi keluarga. Aku nggak mau membebani orang tua. Dari awal aku pengen kuliah full scholarship dan belajar mandiri,” ujarnya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #pentingnya #beasiswa #untuk #buka #akses #pendidikan #global #mimpi #dari #padang #kini #studi #malaysia

KOMENTAR