Kemenhaj Akan Bangun Klinik di Seluruh Asrama Haji, Pantau Kesehatan Jemaah
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak ketika ditemui dalam penutupan pembekalan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1, Halim Perdanakusuma, Jumat (30/1/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
16:14
17 Februari 2026

Kemenhaj Akan Bangun Klinik di Seluruh Asrama Haji, Pantau Kesehatan Jemaah

Kementerian Haji dan Umrah RI berencana membangun klinik di seluruh asrama haji, sebagai pusat layanan dan pemantauan kesehatan jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, klinik di asrama haji akan menjadi tempat konsultasi sekaligus pemantauan kondisi kesehatan jemaah secara berkelanjutan.

“Nanti para dokter-dokter haji akan mendorong semua asrama haji kita itu ada klinik permanen yang kemudian memantau, menjadi pusat konsultasi kesehatan haji,” ujar Dahnil dalam siniar Naratama di YouTube Kompas.com, Selasa (17/2/2026).

Menurut dia, pembangunan klinik tersebut adalah bagian dari penguatan layanan kesehatan haji yang kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah.

Baca juga: Calon Jemaah Haji Bakal Wajib Manasik Kesehatan, Pemeriksaan Sejak H-1 Tahun

Sebelumnya, urusan kesehatan haji menjadi kewenangan Kementerian Kesehatan.

“Sekarang sudah tidak ada urusan sehat haji lagi di Kementerian Kesehatan, sekarang di sini semuanya,” kata Dahnil.

Dia pun berharap keberadaan klinik tersebut dapat mendukung program manasik kesehatan bagi calon jemaah, sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

Menurut Dahnil, melalui klinik di asrama haji, calon jemaah diperiksa kondisi kesehatannya sejak satu tahun sebelum keberangkatan.

Baca juga: Indonesia Usul Standar Kelayakan Jemaah Haji Berbasis Kesehatan, Bukan Usia

Dengan pemantauan lebih awal, riwayat medis jemaah dapat diketahui dan pembinaan kesehatan bisa dilakukan secara lebih terarah.

“Karena saya sering menyebutkan 90 persen ibadah haji itu fisik pokoknya. Makanya satu tahun sebelum berangkat, sudah memulai kebiasaan-kebiasaan baru. Makanya misalnya jalan kaki, kalau yang mampu lari, kemudian menjaga makanan,” tutur Dahnil.

Rencana ini digulirkan berkaitan dengan upaya menekan angka kematian jemaah haji Indonesia yang masih tinggi.

Berdasarkan data musim haji 2025, sekitar 50 persen dari total 467 jemaah yang wafat di Arab Saudi merupakan jemaah asal Indonesia.

Baca juga: Dahnil Ungkap Perintah Prabowo: Kartel Haji Disikat Saja

Oleh karena itu, pemerintah memperketat penerapan istita’ah kesehatan melalui kewajiban pemeriksaan medis bagi seluruh calon jemaah, termasuk jemaah haji khusus.

“Karena memang pemerintah Saudi dan kita juga itu berkomitmen untuk bareng-bareng memastikan menekan jumlah kematian supaya kemudian yang berangkat ke sana itu benar-benar sehat, fit,” kata Dahnil.

Tag:  #kemenhaj #akan #bangun #klinik #seluruh #asrama #haji #pantau #kesehatan #jemaah

KOMENTAR