Gandeng Perusahaan Asing, Perminas Mulai Misi Pencarian Mineral Kritis
Kerja sama antara PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (Perminas) dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) untuk menggali potensi mineral kritis di Indonesia. [Dokumentasi Danantara].
17:57
17 Februari 2026

Gandeng Perusahaan Asing, Perminas Mulai Misi Pencarian Mineral Kritis

Baca 10 detik
  • PT Perminas bekerja sama dengan New Energy Metals (UEA) untuk eksplorasi mineral kritis niobium dan REE.
  • Kerja sama fokus mengevaluasi potensi hilirisasi REE di Indonesia serta sumber daya di Gabon.
  • MoU ini membentuk Gugus Kerja Bersama untuk mengembangkan rantai pasok terintegrasi mineral tersebut.

PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (Perminas) mulai melakukan pencarian mineral kritis di Indonesia. Caranya dengan menggandeng, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) New Energy Metals Holdings Ltd (NEM).

Dalam kerja sama yang disahkan lewat Nota Kesepahaman (MoU) kedua perusahaan menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi potensi kolaborasi strategis terkait sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon dan potensi inisiatif rantai nilai hilir rare earth di Republik Indonesia.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan kerja sama ini sebagai upaya fase pertumbuhan industri Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis serta kemampuan untuk mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global.

"Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

Ilustrasi Pertambangan (pexels.com/Tom Fisk) PerbesarIlustrasi Pertambangan (pexels.com/Tom Fisk)

MoU ini menetapkan kerangka kerja bagi para pihak untuk mengevaluasi keterkaitan hulu–hilir, termasuk potensi Indonesia berperan sebagai platform pemrosesan hilir, manufaktur, dan integrasi industri, sejalan dengan mandat PERMINAS, prioritas industri nasional, serta ketentuan regulasi yang berlaku.

Sementara, President Director (CEO) Perminas, Gilarsi Wahju Setijono, mengatakan Perminas berkomitmen mendorong pencapaian tujuan strategis Indonesia di sektor mineral kritis dan industrialisasi hilir.

"MoU ini menciptakan jalur yang terstruktur untuk menilai peluang yang menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai hilir, selaras dengan tata kelola yang kuat dan prioritas nasional jangka panjang," imbuhnya.

Material kritis seperti niobium (Nb) dan rare earth elements termasuk neodymium (Nd) dan praseodymium (Pr), yang merupakan input utama untuk magnet permanen berkinerja tinggi, serta heavy rare earth elements seperti dysprosium dan terbium yang meningkatkan performa magnet pada suhu tinggi, semakin esensial bagi industri modern dan ketahanan nasional. 

Material-material ini menjadi komponen kunci bagi kendaraan listrik (EV) dan elektrifikasi yang lebih luas, energi terbarukan (termasuk turbin angin dan infrastruktur jaringan listrik), aplikasi kedirgantaraan dan pertahanan tingkat lanjut, serta berbagai penggunaan industri bernilai tinggi yang bergantung pada akses yang aman terhadap input kritis.

MoU ini membentuk Joint Working Group dengan mandat untuk menjalankan program kerja sama yang terstruktur dan dipercepat, termasuk pertukaran informasi secara segera, lokakarya teknis bersama, serta asesmen komersial yang terkoordinasi.

Para pihak akan mengembangkan jalur pengembangan hulu dan hilir di sepanjang rantai nilai rare earth, termasuk pemisahan, pemurnian, produksi logam/paduan, dan manufaktur magnet permanen, dengan tujuan bersama menciptakan rantai pasok yang terintegrasi dan kompetitif dari sumber daya hingga produk magnet jadi.

Seiring dengan jalur kerja teknis tersebut, para pihak akan memulai negosiasi jalur cepat terkait potensi pembiayaan dan investasi strategis, termasuk partisipasi ekuitas dan/atau utang oleh Perminas dan/atau Danantara Indonesia di tambang Maboumine dan entitas proyek terkait, untuk menangkap manfaat penuh dari integrasi vertikal.

Progres ini akan didukung oleh proses uji tuntas yang dipercepat serta tunduk pada persetujuan internal, ketentuan regulasi, dan negosiasi serta penandatanganan perjanjian definitif.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #gandeng #perusahaan #asing #perminas #mulai #misi #pencarian #mineral #kritis

KOMENTAR