Jose Mourinho Tuding Vincius Junior Jadi Provokator Emosi Pemain Benfica
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, secara terbuka menuding bahwa selebrasi yang dilakukan pemain lawan menjadi pemicu utama ketegangan dalam laga leg pertama babak play-off Liga Champions 2025-2026.
Pertandingan panas yang digelar di Estadio da Luz tersebut berakhir dengan kemenangan tipis tim tamu melalui gol tunggal pada babak kedua.
Meskipun mengakui keindahan gol yang tercipta, Jose Mourinho meyakini bahwa perilaku Vinicius Junior setelah mencetak gol justru memancing emosi para pemain dan suporter Benfica.
Pelatih asal Portugal itu menilai tarian selebrasi di dekat bendera sudut yang dilakukan bintang Real Madrid tersebut tidak pada tempatnya.
Mourinho sebenarnya memuji kualitas gol Vinicius sebagai momen magis dalam sepak bola.
Baca juga: Kata-kata Alvaro Arbeloa Usai Hasil Benfica Vs Real Madrid 0-1
Namun, ia menyayangkan aksi lanjutan sang pemain yang dianggapnya kurang menghormati lawan dan publik tuan rumah dalam ajang UEFA Champions League tersebut.
“Seharusnya itu menjadi momen paling gila dalam pertandingan, gol luar biasa dalam pertandingan yang bagusm,” jelas Mourinho dikutip dari The Independent.
"Talenta-talenta ini mampu melakukan hal-hal indah seperti itu, tetapi sayangnya dia Vinicius Junior tidak hanya senang mencetak gol yang menakjubkan itu dan kemudian pertandingan berakhir."
Mourinho menambahkan bahwa pemain kelas dunia seharusnya bisa menjaga sikap setelah momen brilian.
"Ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang penuh hormat,” lanjutnya.
Bantah Tudingan Rasisme Klub
Laga sempat terhenti sekitar 11 menit akibat insiden adu mulut antara Vinicius dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang berujung pada laporan dugaan rasisme.
Baca juga: Hasil Lengkap Liga Champions 2025-2026: Juventus Kalah dari Galatasaray, PSG dan Real Madrid Menang
Mourinho mengaku berbicara langsung dengan Vinicius saat jeda tersebut untuk meluruskan persepsi sang pemain tentang klubnya.
Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.
“Saya mengatakan kepadanya bahwa ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda hanya perlu merayakan dan berjalan kembali,” tegas Mourinho.
Ia juga menegaskan sejarah panjang Benfica yang inklusif untuk membantah anggapan rasisme yang mungkin dirasakan Vinicius.
“Dan kemudian ketika dia berdebat tentang rasisme, saya mengatakan kepadanya bahwa orang terbesar dalam sejarah klub ini adalah orang kulit hitam. Klub ini, hal terakhir yang ada di dalamnya adalah rasis, jadi jika dalam pikirannya itu ada hubungannya dengan itu, ini adalah Benfica,” tambahnya.
Mengenai apa yang sebenarnya diucapkan oleh Prestianni, Mourinho memilih untuk tidak memihak.
“Ya, saya percaya begitu. Kata-kata yang mereka pertukarkan, Prestianni dengan Vinicius, saya ingin bersikap independen. Saya tidak berkomentar tentang itu,” kata pelatih berusia 63 tahun itu.
Soroti Pola Kejadian yang Berulang
The Special One juga menyoroti bahwa insiden keributan yang melibatkan Vinicius seolah menjadi pola yang terus berulang di mana pun Real Madrid bertanding.
Menurutnya, hal ini menandakan ada sesuatu yang salah dalam pendekatan sang pemain.
Baca juga: Vinicius Junior Kecam Aksi Rasisme di Markas Benfica: Mereka Penakut dan Lemah
"Ada yang salah karena hal itu terjadi di setiap stadion. Di setiap stadion tempat Vinicius bermain, selalu ada saja kejadian. Selalu.”
Mourinho menutup pernyataannya dengan penyesalan bahwa laga yang sebenarnya menarik harus ternoda oleh insiden tersebut.
“Yang saya katakan adalah itu adalah 50 menit pertandingan sepak bola yang bagus, jutaan orang menonton di seluruh dunia. Sebuah gol yang gila, gol yang benar-benar gila, dan kemudian pertandingan berakhir,” pungkasnya.
Tag: #jose #mourinho #tuding #vincius #junior #jadi #provokator #emosi #pemain #benfica