Dituduh Rasis oleh Vinicius Jr, Gianluca Prestianni Terima Ancaman dari Pemain Real Madrid
Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)
11:48
18 Februari 2026

Dituduh Rasis oleh Vinicius Jr, Gianluca Prestianni Terima Ancaman dari Pemain Real Madrid

Ketegangan hebat mewarnai laga leg pertama babak play-off Liga Champions 2025-2026 yang mempertemukan Benfica dan Real Madrid.

Bintang tim tamu, Vinicius Junior, melaporkan adanya dugaan pelecehan rasis secara verbal yang membuat pertandingan di Estadio da Luz, Portugal, pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, sempat terhenti selama 10 menit.

Insiden memprihatinkan ini menimpa Vinicius Junior sesaat setelah dirinya mencetak gol semata wayang pada menit ke-50 melalui tendangan melengkung yang indah.

Namun, suasana kemenangan berubah menjadi kekacauan setelah pemain asal Brasil itu terlibat adu mulut dengan winger tuan rumah, Gianluca Prestianni, yang berujung pada pengaktifan protokol anti-rasisme oleh wasit Francois Letexier.

Menanggapi tuduhan serius yang dilayangkan kepadanya, Gianluca Prestianni segera memberikan klarifikasi melalui media sosial pribadinya.

Baca juga: Kata-kata Alvaro Arbeloa Usai Hasil Benfica Vs Real Madrid 0-1

Pemain berusia 20 tahun itu membantah keras telah mengeluarkan kata-kata rasis dan mengeklaim bahwa terjadi kesalahpahaman komunikasi saat tensi pertandingan sedang tinggi.

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya sama sekali tidak pernah melontarkan hinaan rasis kepada Vini Jr," tulis Prestianni, dikutip dari cuitan jurnalis ternama, Fabrizio Romano, di X.

Pemain asal Argentina itu merasa bahwa laporannya kepada wasit didasari oleh pendengaran yang keliru dari sang penyerang.

"Sayangnya (dia) salah paham dengan apa yang dia kira telah didengarnya," lanjut pernyataan eks pemain Velez Sarsfield tersebut.

Tekanan dan Ancaman dari Pihak Lawan

Selain melakukan pembelaan diri, Prestianni juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan tekanan yang luar biasa setelah insiden tersebut.

Ia menyebut ada reaksi keras dan intimidasi yang datang dari para penggawa Real Madrid di lapangan.

Baca juga: Vinicius Junior Kecam Aksi Rasisme di Markas Benfica: Mereka Penakut dan Lemah

"Saya tidak pernah bersikap rasis terhadap siapa pun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid," pungkasnya.

Penyerang Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pertama timnya pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.AFP/FILIPE AMORIM Penyerang Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pertama timnya pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.

Tak hanya di lapangan, Prestianni juga menjadi sasaran serangan netizen di media sosial.

Di sisi lain, Vinicius Junior melalui Instagram Stories miliknya tetap pada pendiriannya dan melayangkan kecaman pedas terhadap pelaku rasisme serta efektivitas protokol keamanan stadion.

Polemik Selebrasi dan Protokol UEFA

Pihak Real Madrid sendiri terlihat sangat kecewa dengan atmosfer di Estadio da Luz, terlebih setelah Vinicius Junior mendapatkan kartu kuning akibat selebrasi tariannya.

Di tengah situasi panas tersebut, Prestianni sempat menghampiri Vinicius sambil menarik jersey untuk menutupi mulutnya, sebuah gestur yang diduga sebagai bagian dari aksi pelecehan verbal.

"Para rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka perlu menutupi mulut mereka dengan baju untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka," tulis Vinicius Jr dikutip dari Marca.

Baca juga: Kata-kata CBF Usai Vinicius Jr Jadi Korban Rasisme di Laga Benfica Vs Real Madrid

Pemain kelahiran Sao Goncalo itu juga menambahkan kritik tajam mengenai perlindungan pemain dalam ajang UEFA Champions League.

"Hanya protokol yang dieksekusi dengan buruk yang tidak memiliki tujuan apa pun," tutup Vinicius Junior.

Tag:  #dituduh #rasis #oleh #vinicius #gianluca #prestianni #terima #ancaman #dari #pemain #real #madrid

KOMENTAR